Membebaskan Muslimah Dari Ancaman Agamanya Sendiri !!!
Emansipasi muslimah adalah tuntutan wanita Islam dalam memilih maupun
memutuskan yang terbaik bagi dirinya tanpa adanya paksaan, ancaman, maupun
hukuman yang bisa dikenakan kepada dirinya.
Masalah baik buruknya keputusan si wanita Islam dalam memilih atau memutuskan
yang terbaik bagi dirinya itu, tidak boleh dijadikan alasan untuk melarang,
membungkam, atau membatalkan keputusan si wanita Islam tsb oleh orang2 diluar
dirinya.
Emansipasi muslimah meletakkan tanggung jawab dirinya diatas tanggung jawabnya
sendiri bukan menjadi tanggung jawab ulamanya atau saudara laki2nya ataupun
bapaknya.
Kita tahu, bencana dunia wanita sebagai korban2 Taliban, jutaan wanita yang
dibunuhnya secara keji hanya karena dianggap melanggar perintah2 agama Islam
yang tidak pernah dipilihnya. Tapi sekarang Taliban sudah dicabut
legitimasinya dari muka bumi ini dan mereka hanya bergerak sebagai terorist
buta yang mengambil korban siapapun yang berada didekatnya.
> Wal Suparmo <wal.suparmo@...> wrote:
> Wanita yang dengan sadar masuk Islam
> adalah IKHLAS dan RELA menjalankan
> fitrahnya sebagaiĆ makhluk klas 2
> ciptaan Allah. Dan tidak pernah
> mempersialkannya karenaĆ menunggu
> dinaikkan derajatnya oleh Islam Yang
> penting, pokoknya bisa masuk surga.
Memang pada mulanya para ulama Islam menyanggahnya seperti diatas, yaitu sudah
keikhlasan kaum wanitanya sehingga orang lain diluar Islam tidak boleh
mencampurinya.
Ternyata kenyataannya tidaklah demikian, hukuman mati terhadap TK di Arab
Saudia telah mengundang perhatian dunia yang diminta menolong wanita2 yang jadi
korban Syariah Islam ini untuk membatalkan hukuman matinya karena selain
melanggar HAM juga melanggar hukum Internasional tentang kekebalan diplomatik
orang asing meskipun dipekerjakan sebagai budak2 disana.
Para muslimahpun tidak pernah diberi pilihan, dilahirkan dan hidup dalam
lingkungan Islam telah membekukan dan membrainwash pikiran dan perasaannya
tentang ada kemungkinan lain yang bisa jadi pilihannya. Oleh karena itu,
emansipasi wanita bukan memaksakan muslimah keluar dari Islam, melainkan
membuka kesempatan bagi para muslimah untuk menjatuhkan pilihannya dalam
memilih yang terbaik bagi dirinya tanpa harus ditakuti ajaran2 Allah yang tidak
benar itu.
Jadi, emansipasi wanita itu membuka kesempatan bagi wanita Islam secara
se-luas2nya untuk menempatkan dirinya dimanapun yang dia sukai atau yang
diingini tanpa harus meminta persetujuan kaum laki2, suami, ayah, atau imam
dimesjid. Baik buruknya pilihan tsb hanya ditentukan oleh si wanita tsb yang
tidak boleh dipaksa atau dipengaruhi oleh pihak2 lain diluar dirinya apalagi
memaksakannya.
Wanita Islam yang memilih nyetir mobil sendiri tanpa dikawal keluarga laki2,
suami, ayah, atau ulamanya, harus dilindungi, harus dihormati bukan ditangkap
dan dihukum.
Bahkan wanita Islam yang memilih untuk berzinah sekalipun tetap harus
dilindungi pilihannya, tidak seorangpun termasuk suaminya berhak menghukumnya,
biarkanlah Allah yang menghukumnya nanti setelah mati diakhirat.
Dunia Islam sekarang sedang bergolak, yaitu bergolak melepaskan diri dari
pembelengguan ulamanya yang mencatut nama Allah, Islam dan AlQurannya untuk
melindungi vested interest-nya sendiri yang makin terancam dengan berkembangnya
teknologi dan science.
Kalo dulu kaum muslimin bergantung kepada ulamanya, namun dizaman sekarang umat
Islam atau kaum muslimin menggantungkan diri nafkah dan masa depannya kepada
pekerjaan sehingga penjara2 religious yang dibangun para ulama ini makin banyak
mengalami kehancurannya. Pada detik ini, muslimin diseluruh dunia berada dalam
masa transisi kehidupan agamanya dalam menumbangkan penjara2 religious yang
tidak pernah membuka lapangan pekerjaan yang bisa menyediakan nafkah mereka
maupun masa depan mereka.
Ny. Muslim binti Muskitawati.
------------------------------------
Post message: [email protected]
Subscribe : [email protected]
Unsubscribe : [email protected]
List owner : [email protected]
Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
[email protected]
[email protected]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[email protected]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/