Amerika Mendukung Papua Merdeka !!!
                                                
Pesan Menlu AS Bidang Asia Timur dan Pasifik memang banyak bunga kata2nya yang 
se-olah2 tidak menjadi beban pemerintah RI.  Tetapi kalo kata2 itu diringkas 
kepada inti kata2 dalam kalimat yang diucapkannya, maka pesan ini bisa jadi 
mantap menjelaskan sikap AS dalam deklarasi Proklamasi Kemerdekaan Papua baru2 
ini.

> Bing Petri <kebunroek@...> wrote:
> Asisten Menlu) AS Bidang Asia
> Timur dan Pasifik, Kurt M. Campbell
> dalam pertemuan di Jakarta hari
> ini. "Kami menyadari ini merupakan
> isu yang sangat sensitif. AS menaruh
> perhatian dan tetap memandang
> Indonesia sebagai mitra penting,
> namun isu Papua ditangani secara
> efektif," ujar Campbell di kediaman
> Dubes AS di Jakarta. Dikatakan
> Campbell, pemerintah AS juga
> mendukung adanya penyelidikan atas
> insiden di Papua secara menyeluruh
> memenuhi rasa keadilan," AS tetap
> mendukung otonomi khusus di Papua
> dan otonomi itu harus terus
> dipertahankan.

Beliau menyatakan kasus Papua ini "sensitif", maksudnya Amerika menyadari bahwa 
RI tersinggung kalo Amerika ikut campur dalam urusan dalam negeri Indonesia ini.

Jadi, meskipun Indonesia tidak suka Amerika turut campur urusan Papua ini, tapi 
karena Indonesia merupakan aliansi penting Amerika, maka tidak bisa tidak, suka 
tidak suka, Amerika bertanggung jawab effektivitas terpenuhinya rasa keadilan 
!!!

AS mendukung "otonomi khusus" yang sudah dijanjikan RI untuk menjalankannya 
tetapi tidak dijalankan dengan alasan "tidak effektif". Tapi AS tetap menuntut 
RI agar otonomi khusus ini dijalankan.

Jadi kata2 beliau bahwa "otonomi HARUS terus dipertahankan" se-mata2 
memperhalus ancamannya.  Karena mana mungkin otonomi khusus itu bisa 
dipertahankan kalo dijalankanpun belum pernah ????  Justru konflik yang 
berkepanjangan ini berakhir dengan deklarasi proklamasi kemerdekaan Papua ini 
disebabkan macetnya otonomi khusus yang telah disetujui RI itu sendiri.

Pada hakekatnya, RI menolak "otonomi khusus" karena otonomi khusus ini memberi 
kekuasaan penuh kepada pemerintahan daerah Papua dalam menentukan kebijaksanaan 
wilayahnya, sedangkan pusat pemerintah RI hanyalah sebagai pusat 
administrasinya saja.  Akibatnya, pemasukan dana kepada pemerintah pusat 
terpangkas diambil oleh pemda Papua sedangkan pusat hanya diberi komisinya saja 
sebanyak yang ditetapkan oleh kebijaksanaan pemda Papua.

Ini bedanya, bagaimana RI bisa menerima Otonomi Khusus yang hanya memberi pusat 
komisinya saja sedangkan porsi besarnya dimakan Pemda Papua sendiri.  Padahal 
tanpa otonomi khusus, porsinya justru terbalik, pemerintah pusat RI mengambil 
porsi besarnya dan pemda Papua dikasih sisa komisi saja.

Jadi sampe matipun RI tidak rela apabila "Otonomi Khusus" ini dilaksanakan.  
Tapi untuk melepaskan tekanan (paksaan) Amerika ini, maka RI secara politis 
menerima otonomi khusus hanya istilahnya saja tapi pelaksanaannya sama sekali 
bukan otonomi khusus.  Sudah menjadi kenyataan, otonomi khusus ini hanyalah 
sebagai perantara sementara untuk melepaskan diri dari ikatan NKRI.

Peernyataan Assisten Menlu Amerika ini menjadi sangat penting artinya bagi 
Indonesia dan bagi kemerdekaan Papua karena Amerika SUDAH MENUNJUKKAN DIRI 
dimana posisinya dia berdiri.

Jelas sekali kata2 Assisten Menlu ini, bahwa RI adalah aliansi Amerika yang 
artinya harus tunduk kepada apa yang dimaui Amerika, dan kemauan Amerika adalah 
effektivitas pelaksanaan otonomi Khusus, yang artinya pelaksanaan otonomi 
khusus harus betul2 dijalankan berdasarkan rasa keadilan !!!  Disini maksudnya 
tentu rasa keadilan bagi Papua yang selama ini diperlakukan sebagai tanah 
jajahan dimana sumber alamnya dikuras, agama kepercayaan rakyatnya di 
intimidasi diganti dengan agama Islam melalui proses Islamisasi, rakyat yang 
menolak diculik, ditembak dan macam2 ketidak adilan berlangsung sepanjang 
sejarah papua ditangani RI ini.

Jadi supaya jadi perhatian para pembaca, politisi maupun pemimpin RI, bahwa 
Assistent Menlu Amerika sama sekali tidak menyatakan bahwa Amerika menghormati 
kedaulatan RI dan tidak akan campur tangan dalam kaitan deklarasi proklamasi 
kemerdekaan papua ini, disini beliau terang2an menyatakan harus campur tangan 
demi rasa keadilan meskipun RI tidak menyetujuinya.

Ny. Muslim binti Muskitawati.








------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke