BUMN sih boleh rugi, tp pejabat tetap untung besar. Sekarang yg ngtrend itu bukan BUMN, tp Komisi, Badan, dan segala macam instansi yg sama sekali ga ngehasilin duit tp ngabis2in duit sebanyak2nya. Pegawai BUMN itu kadang gajinya kecil, tp anggota Komisi kayak KPK itu gajinya kan bisa puluhan juta. Jadi kerabat pejabat yg pengangguran bisa kerja di Komisi, Badan dll dan dpt gaji gede.
>________________________________ >From: Sunny <[email protected]> >To: [email protected] >Sent: Tuesday, November 8, 2011 1:46 AM >Subject: [proletar] Lagi, 8 BUMN Rugi Diakuisisi > > > >Refl: Apakah ada BUMN yang mendatangkan laba? > >http://www.ambonekspres.com/index.php?option=read&cat=53&id=35411 >SELASA, 07 November 2011 | 0 Hits > >kebijakan >Lagi, 8 BUMN Rugi Diakuisisi > >Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tidak mau setengah-setengah >melakukan efisiensi restrukturisasi BUMN. Karena itu, setelah 7 BUMN siap >diakuisisi, BUMN rugi lainnya antre masuk program akuisisi. > >Menteri BUMN Dahlan Iskan mengatakan, setelah proses akuisisi 7 BUMN rugi oleh >6 BUMN sehat selesai, maka akan dilanjutkan dengan akuisisi 8 BUMN lain yang >kondisi keuangannya buruk. "Setelah (proses akuisisi) tahap pertama selesai, >nanti ada delapan (BUMN) menyusul," ujarnya, di Kantor Kementerian BUMN akhir >pekan lalu. > >Sebagaimana diketahui, dalam proses akuisisi tahap pertama, 6 BUMN sehat akan >mengakuisisi atau mengambil alih 7 BUMN sakit. Pertama, Perum Produksi Film >Negara (PFN) akan diambil alih oleh PT Adhi Karya Tbk (ADHI). Kedua, PT >Pradnya Paramita (BUMN penerbit buku) akan diambil alih oleh PT Telkom Tbk >(TLKM), setelah dimerger dengan PT Balai Pustaka. Ketiga, PT Balai Pustaka >diambil alih PT Telkom. > >Keempat, PT Energi Manajemen Indonesia (EMI) akan diambil alih oleh PT >Surveyor Indonesia. Kelima, PT Survey Udara Penas akan diambil alih oleh PT >Angkasa Pura I. Ke enam, PT Industri Sandang diambil alih oleh PT Pembangunan >Perumahan Tbk (PTPP). Ketujuh, PT Sarana Karya (BUMN sektor konstruksi) >diambil alih PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), setelah menyelesaikan urusannya >dengan PT Timah. Proses akuisisi 7 BUMN yang oleh Dahlan disebut BUMN Dhuafa >ini ditargetkan selesai paling lambat dua bulan. > >Dahlan mengatakan, selain upaya restrukturisasi BUMN rugi, akuisisi juga >menjadi opsi bagi BUMN yang ingin memiliki anak usaha. "Daripada mereka bikin >anak usaha baru, lebih baik ambil perusahaan yang sudah ada. Kan selama ini >ada kritik juga kalau BUMN terlalu sering bikin anak perusahahaan baru," >katanya. > >Lalu, BUMN apa saja yang masuk program akuisisi tahap kedua" Menurut Dahlan, >mereka adalah BUMN yang bisnisnya terus merugi, sehingga akan sulit bertahan >jika tidak diambil alih manajemen baru. "Kalau soal BUMN nya (yang masuk >program akuisisi tahap ke dua), masih kita matangkan dulu," ucapnya. > >Sebagai gambaran, selain 7 BUMN rugi yang sudah masuk program akuisisi tahap >pertama, masih ada beberapa BUMN rugi yang siap direstrukturisasi, di >antaranya adalah PT Primissima (produsen tekstil), PT Industri Gelas (Iglas), >PT Kertas Leces, PT Kertas Kraft Aceh (KKA), PT Indah Karya, PT Kimia, PT Boma >Bisma Indra (manufaktur alat industri dan manajemen proyek), PT Varuna Tirta >Prakarsya (manajemen proyek migas dan jasa ekspor), dan beberapa BUMN kecil >lain. > >Saat ini, sebagian besar BUMN tersebut berada dalam penanganan PT Perusahaan >Pengelola Aset (PPA), sebuah BUMN yang ditugasi pemerintah untuk >merestrukturisasi BUMN-BUMN rugi. >Dahlan mengatakan, setelah proses akuisisi selesai, BUMN sehat yang menjadi >manajemen baru, bisa meresrukturisasi ataupun mengubah bisnis BUMN yang telah >diakuisisinya. "BUMN dhuafa ini diarahkan agar bermetamorfosis. Jadi, mereka >ganti bidang usaha boleh, mau ganti nama juga boleh, yang penting PT nya tetap >dan bisa survive (bertahan, Red)," katanya. > >Dahlan mencontohkan rencana akuisisi PT Balai Pustaka oleh PT Telkom. Saat >ini, Balai Pustaka yang core business nya adalah penerbit buku, nanti akan >dimodifikasi oleh Telkom untuk tidak menjadi penerbit buku saja, namun juga >menjadi penyedia layanan aplikasi content berbasis teknologi informasi seperti >e-book atau electronic book misalnya. "Jadi, bisnisnya bisa dimodifikasi >sesuai strategi BUMN yang mengakuisisi," ujarnya. > >Dahlan menegaskan, tidak ada paksaan bagi BUMN besar untuk mengakuisisi >BUMN-BUMN sakit. Sehingga, proses akuisisi tetap dilakukan berdasarkan rencana >strategi bisnis perseroan. "Lagipula, BUMN sudah punya inisiatif sendiri >(untuk mengakuisisi), kami (Kementerian BUMN, Red) memfasilitasi dan >menghubungkan saja," katanya. > >Karena itu, lanjut Dahlan, jika misalnya ada BUMN sakit yang utangnya lebih >besar daripada asetnya, maka bisa saja BUMN sehat tidak jadi mengakuisisinya. >"Tapi, bisa saja, meski asetnya lebih kecil dari utangnya, tapi aset itu >prospektif untuk bisnis, maka tetap bisa diakuisisi," ucapnya. > >Sebelumnya, proses akuisisi BUMN oleh BUMN lain sudah dipelopori oleh PT >Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang mengakuisisi BUMN pelayaran PT Bahtera >Adi Guna (BAG) pada awal Agustus lalu. Saat ini, BAG dimanfaatkan PLN untuk >mengangkut batu bara ke pembangkit-pembangkit listrik PLN. > >[Non-text portions of this message have been removed] > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
