pak Saf yang baik
Ambo manangkok pikiranpak Saf.  Nagari awak tu bana nan rawan gampo rawan 
bencana Apakah tiok ado bencana kito akan urunan mancari pitih. Masalahnyo 
sejak dulu adalah baa caronyo mengumpuakan dana ssendiri Indak mengemis, indak 
bautang  bautang tetapi membangun dana sendiri    
Manurui ambo urang Minang ado tigo katagori Nan kayo ado duo pulo Nan lai 
namuah kalua pitihnyo Tapi banyak pulo nan pitihnyo lalok2 di Bank tapi indak 
namuak kalua  Nan banyak adolah nan manangah tulang pungguang Iko pun baitu 
pulo Banyak sekali nan sakunyo bajaik Kok dimintak cariti mangalabiak tapi kok 
ka pitih mbek cah. Yang terakhir nan dibawah nan memang sengsaro Ambo indak tau 
%nyo
Tapi kok kita mampu menggungah nan lai PEDULI tu rasonyo jumlahnyo cukup banyak 
juo 
Disikolah manuruik ambo IDE DASAR dari DAMI  Suatu pemikiran SERIBU RUPIAH 
MINANG yang disempurmakan ( belajar kesalahan masa lalu )  dengan membentuk 
ULAYAT BARU urang Minang  Dari katagori nan NAMUAH tadi masa indak ado 400 000 
keluarga a 5 jiwa  sehingga 2 juta manusia Minang Kalaulah secara teratur tiok 
bulan tiok keluarga tu menyisihan SEBUNGKUS NASI RAMAS a 5000 rupiah tiok bulan 
atau 25 000 rupiah Akan terkumpuan dana segar tok taun 120 M Bukan main 
Menurut konsep DAMI pitih tu ado di Bank NAGARI ( Bank lain yang ditunjuk Bank 
Nagari ) milik atau kah ulayat baru urang Minang 
Manuruik ambo TAKUMPUA pitih tu dulu Buat jaring pengamannyo 
Tiru se Cino Takumpua dulu Sia nan curang kalau paralu TEMBAK 
Chaidir N Latief
 


----- Original Message ----
From: Saafroedin BAHAR <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]; Komunitas Kereta Api <[EMAIL PROTECTED]>; MPKAS 
<[email protected]>
Cc: [EMAIL PROTECTED]; RantauNet2 Milis <[email protected]>
Sent: Wednesday, March 21, 2007 4:16:29 AM
Subject: [EMAIL PROTECTED] Re: Ancaman Musibah sebagai Masalah Permanen


Assalamualaikum w.w. para dunsanak sekalian,

Saya rasa penundaan kereta api wisata tersebut wajar
sekali, karena agenda yang mendesak untuk saat ini
adalah penanganan musibah pasca gempa yang demikian
mengagetkan kita semua.

Dari berbagai informasi yang kita terima, ada satu hal
yang teringat oleh saya, yaitu bahwa ancaman gempa ini
bukan hanya dihadapi oleh daerah Sumatera Barat,
tetapi oleh seluruh atau sebagian besar daerah di
Indonesia, yang berada pada kawasan yang disebut
sebagai 'ring of fire' yang rawan bencana. 

Oleh karena itu, sesungguhnya masalah gempa dan
letusan gunung api perlu dipandang sebagai masalah
permanen, dan bukan sebagai musibah insidentil belaka.
Sebagai konsekuensinya, maka pencegahan dan penanganan
bencana harus merupakan salah satu program pokok
Negara cq Pemerintah sehingga korban dapat ditekan
sekecil-kecilnya. Kita patut bersyukur bahwa pada saat
ini sudah selesai dibahas RUU Penanggulan Bencana di
DPR RI dan diharapkan segera daoat diundangkan.

Dalam kaitan tugas saya di Komnas HAM -- sampai bulan
Agustus 2007 yang akan datang -- bersama dengan
rekan-rekan dari PBHI Jakarta saya ikut mengusulkan
kepada DPR RI agar perspektif hak asasi manusia
meresapi seluruh UU ini, dalam arti bahwa santunan
yang diberikan Negara kepada para korban bukan
bersifat kemurahan hati, tetapi karena memang sudah
haknya sebagai manusia. Bagi para Dunsanak yang
berminat terhadap masalah keterkaitan antara bencana
dan hak asasi manusia ini dapat membaca buku Proyek
Sphere, Edisi 2006, "Piagam Kemanusiaan dan Standar
Minimum dalam Respons Bencana", Penerbit PT Grasindo,
Jakarta.

Dalam konteks Sumatera Barat, izinkan saya bertanya
apa tak perlu dibentuk Masyarakat Peduli Bencana
Sumatera Barat (MPBSB), agar ada yang menekuni masalah
ini secara terus menerus sebagaiu suatu kelompok dan
memberi saran kepada fihak yang berwenang untuk
mengambil langkah preventif yang diperlukan ?

Satu hal lagi, tentang rencana Pekan Budaya
Minangkabau bulan Juli 2007 nanti, apa tak terlalu
dekat waktunya dengan suasana kita masih berduka ? Apa
tak baik terlebih dahulu diadakan pendalaman hasil
Kongres Kebudayaan Minangkabau bulan November 2006
yang lalu, untuk menyusun tindak lanjut
rekomendasinya, antara lain saran Dr Mochtar Naim,
agar untuk melaksanakan ABS SBK secara lebih terpadu,
dibentuk Dewan Adat dan Syarak sejak dari tingkat
nagari sampai tingkat provinsi ? 


Wassalam,
Saafroedin Bahar


--- Yulnofrins Napilus <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Dear All,
>    
>   Sesuai pernyataan lisan Gubernur Sumatera Barat
> yang disampaikan hari Jumat 16 Maret 2007 lalu,
> sehubungan dengan musibah bencana Gempa yang menimpa
> Sumbar, maka peresmian KA Wisata yang semula
> dijadwalkan 8 April depan, dimundurkan ke
> pertengahan bulan Juni 2007 (tentatively). Menurut
> Kadis Pariwisata Sumbar (by sms dari Kuala Lumpur),
> 8-14 Juli ada Pekan Budaya Minangkabau di Padang. 
>    
>   Berikut tambahan satu foto lagi tentang rel kereta
> yang bengkok didaerah Sumani, Kab. Solok akibat
> Gempa. Foto ini merupakan salah satu foto dari
> materi presentasi Pak Gubernur didepan hampir semua
> cellular operators untuk menggalang dana bencana
> melalui SMS. Thanks.
>    
>   Salam,
>   Nofrins
> 
>  
> ---------------------------------
> We won't tell. Get more on shows you hate to love
> (and love to hate): Yahoo! TV's Guilty Pleasures
> list.
>
> 
> 




____________________________________________________________________________________
Now that's room service!  Choose from over 150,000 hotels
in 45,000 destinations on Yahoo! Travel to find your fit.
http://farechase.yahoo.com/promo-generic-14795097



 
____________________________________________________________________________________
Be a PS3 game guru.
Get your game face on with the latest PS3 news and previews at Yahoo! Games.
http://videogames.yahoo.com/platform?platform=120121
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Berhenti (unsubscribe), kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]

Konfigurasi dan Webmail Mailing List: http://groups.google.com/group/RantauNet
Daftar dulu di: https://www.google.com/accounts/NewAccount
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke