FYI...
Darul M <[EMAIL PROTECTED]> wrote: To: <[EMAIL PROTECTED]>
From: "Darul M" <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Fri, 30 Mar 2007 08:49:46 +0700
Subject: [SMA 1 Bkt Jaya] Internet Untuk Pendidikan Sumbar (1)
Iko nan patamuno
---------------------------------
From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of fekrynur
Sent: Thursday, March 29, 2007 6:31 AM
To: [EMAIL PROTECTED]
PEMAMFAATAN INTERNET UNTUK PENDIDIKAN
DI SUMETERA BARAT
Drs. Fekrynur, M.Ed
Internet, apalagi pendidikan, bukanlah merupakan hal yang baru. Dua kosa kata
ini masing-masing telah beredar cukup lama. Yang relatif baru adalah
menggabungkan keduanya untuk kemajuan pendidikan di Indonesia. Pada
kenyataannya, kita memang masih tertinggal jauh, dibandingkan dengan negara
tetangga, dalam hal pemamfaatan komputer dan internet untuk pendidikan.
Apakah ketertinggalan kita dalam pemakaian teknologi ini ikut andil
menjadikan pendidikan di negara kita tetap tertinggal?
Apakah kiranya yang menjadi penghalang perkawinan mereka setakat ini?
Atau, benarkah Sumbar tidak memerlukan internet?
Berikut, penulis akan mencoba menggiring perhatian kita kepada dua hal
tersebut (internet dan pendidikan) dengan harapan percepatan kemajuan
pendidikan kita bisa dicapai melalui pemamfaatan komputer dan jaringan internet
di Sumatera Barat, khususnya.
1. Internet
Internet adalah jaringan informasi (data) langit yang hanya dapat diakses
(dipantau dan diperbaharui) melalui komputer. Ada komputer yang mengirim,
meng-input data informasi, semetara, komputer yang lain bisa terhubung dengan
jaringan informasi langit itu (melalui saluran telepon, radio, atau, soket arus
listerik tertentu) untuk mengakses, mencari berbagai data dan bahan ajar.
Berbicara dan atau menggambarkan apa itu internet, tidak akan habis-habisnya,
karena DUNIA MAYA, begitu dia biasa disebut sebahagian orang, terus berubah dan
tidak berhenti berkembang dari detik ke detik. Dus, internet sulit diceritakan
dengan kata-kata. Namun untuk mengaksesnya, atau menggunakannya, tidak lebih
sulit dari pada mengambil uang anda di anjungan tunai mandiri(ATM) bank.
Seperti pisau, internet mempunyai sifat netral nilai. Dia bisa berdampak
positif maupun negatif tergantung sipemakainya.
Internet bisa dipakai untuk menumpuk data sebanyak-banyaknya dalam satu
sistem, dan dapat diakses kembali dari komputer (yang terhubung) mana saja, dan
kapan saja secara bersamaan.
Bila sistem pendataan dengan internet telah dimamfaatkan secara maksimum,
akan memungkinkan kita tahu dari jaringan itu tentang: seorang pejabat A, dulu
pendidikan SD-nya di mana? Waktu dia di SMA, masuk peringkat sepuluh besar atau
tidak. Dari sepotong informasi internet tentang: 705 buah SD yang ambruk akibat
gempa di Sumbar, hanya dengan menekan beberapa key komputer saja, akan dapat
dikalkulasikan berapa siswa yang terkendala pembelajarannya. Kita bisa tahu,
berapa dana yang diperlukan untuk memulihkan kondisi sekolah itu, secara
keseluruhan.
Pembelajaran dengan computer assisted learning [CAL] adalah pembelajaran
dengan bantuan komputer, yang bersifat: individual, memperhatikan kecepatan
tanggap pembelajarnya, dan berpenampilan (layar) menarik, serta responsive
terhadap siswanya. Hampir semua guru sepakat bahwa pembelajaran: dengan
pendekatan individual (lawan dari cara klasikal), memperhatikan speed siswa,
menarik, dan responsive sesuai dengan yang diinginkan siswa akan lebih
produktif.
Internet untuk pembelajaran dapat difungsikan sebagai sumber belajar yang
memuat data dan fakta untuk referensi belajar. Data dan fakta itu selalu bisa
diperbaharui, sehingga dia tidak mudah basi, namun dapat pula ditampilkan
berulang-ulang tanpa tambahan biaya yang berarti. Hal ini berbeda dengan dengan
data tercetak, dan percobaan laboratorium convensional, dengan alat fisika
dan unsur kimia. Oleh sebab itu, internet, lebih mampu untuk memuaskan rasa
ingin tahu siswa, sekaligus lebih murah.
Walaupun diakui bahwa di dalam dunia internet itu cukup banyak terdapat
situs-situs sampah, namun begitu, pilihan untuk mengunjungi situs yang mana,
seratus persen di tangan anda sendiri. Kalau seseorang mau belajar, atau mau
bekerja dengan internet, tentu dia akan menerima arahan yang diberikan gurunya
dalam pemakaian produk teknologi canggih itu. Dia hanya akan mengunjungi situs
yang benar saja.
2. Kegiatan Pendidikan
Apa itu kegiatan pendidikan?
Dunia pendidikan adalah dunia proses belajar. Secara tradisional kita
biasa berpikir, komponen dasar dunia pendidikan terdiri dari: siswa, narasumber
(fasilitator - guru), dan sumber belajar. Kita sering mengabaikan peran dan
pengaruh masyarakat lain, seperti: para pejabat non keguruan, orangtua siswa
yang tergabung dalam komite pendidikan dan lingkungan dunia usaha, terhadap
pendidikan. Kita juga kurang mendayagunakan kemajuan teknologi untuk kemajuan
pendidikan. Yang kita anggap harus terlibat dalam proses belajar, selama ini,
hanyalah siswa saja. Kita lupa bahwa para pendidik, guru, dan masyarakat luas
mestinya tidak berhenti terlibat dalam proses belajar. Mereka juga harus tetap
belajar. Sekali kelompok ini berhenti (belajar), maka ia akan berdampak kepada
stagnancy, terhenti-nya, atau setidaknya melambatnya kemajuan pendidikan di
Indonesia.
Siapa yang mendidik, dan yang di-didik?
Tidak semua orang terdidik menjadi pendidik, dan tidak semua pendidik
pula menjadi guru. Pendidik adalah orang yang memperhatikan dan mau berbuat
sesuatu untuk pendidikan. Siapa saja yang terdidik bisa menjadi pendidik kalau
mau, termasuk presiden dan tukang becak. Sementara, guru adalah pendidik yang
berprofesi sebagai pengajar. Ada berbagai macam guru; di antaranya: guru mata
pelajaran di sekolah atau pusat-pusat pembelajaran. Alangkah bagusnya bila
semua pendidik dan guru mata pelajaran bersinergi dalam mendidik bangsa ini.
Akan lebih bagus lagi, kalau mereka (pendidik dan guru) mempunyai kemampuan
untuk memamfaatkan teknologi komputer dan internet untuk pendidikan.
Bagaimana kondisi pendidikan di Indonesia terkait pemamfaatan
teknologi?
Disayangkan, bahwa sampai sekarang belum ada data konkrit, yang
mengungkapkan ada berapa orang guru dan tenaga kependidikan di seluruh
Indonesia yang tahu, yang gandrung terhadap pemakaian teknologi komputer di
lahan kerjanya.
Karena kita telah dikelilingi oleh kemajuan teknologi internet,
semestinya para pendidik dan guru, yang menguasai internet, haruslah lebih
diperankan, sehingga mereka dapat dan mampu meyakinkan pendidik lain. Hanya
guru yang berkemampuan teknologi internetlah yang akan mampu untuk mengarahkan
siswanya kepada pemamfaatan internet untuk membelajarkan diri mereka.
Sekarang, ada kesan bahwa teknologi itu dibiarkan saja bergentayangan
secara liar. Di samping itu, sekarang ada berkembang semacam gejala internet
pobia (penolakan terhadap internet) di tengah masyarakat. Bahkan di kalangan
sebahagian besar tenaga kependidikan dan guru juga, ada gejala ini. Padahal
kita tidak bisa membendung penyebaran internet itu dari lingkungan kita. Kita
hanya bisa saja menutup pintu rumah kita dari internet dan kemajuan teknologi,
namun tidak akan bisa mencegahnya muncul di warnet dan rental komputer.
Putra-putri kita, bisa saja sering datang kesana, baik untuk mengakses internet
maupun untuk menggunakan jasa rental komputer lainnya. Lalu bagaimana kita bisa
mengontrol mereka?
Sebagai orangtua, atau pendidik, yang harus kita sadari adalah bahwa;
anak kita pada umumnya akan belajar karena menyukai sesuatu, bukan karena
disuruh belajar sesuatu. Kebanyakan anak kita menyukai produk teknologi
komputer. Setelah kita tahu bahwa mereka menyukai teknologi itu, karena hal itu
merupakan suatu hal yang baru dan nge trend di kalangan mereka, kita (guru)
tidak memamfaatkan situasi itu untuk pendidikan mereka?
Barangkali, tidak bijaksana kalau kita memposisikan internet sebagai
musuh yang harus dijauhi.
Walaupun terlihat, belum cukup banyak tenaga kependidikan dan guru
yang mampu memamfaatkan komputer untuk pengelolaan manajemen pendidikan dan
pembelajaran, sebetulnya, usaha kearah pemamfaatan komputer dan internet sudah
harus di-seriusi. Perangkat keras dan lunak, komputer dan internet di sekolah,
kantor dinas pendidikan, dan di masyarakat luas sudah cukup banyak tersedia.
Pelatihan pemamfaatan komputer juga sudah cukup sering diadakan.
Saya yakin, kita tidak perlu menunggu sampai semua pegawai dan guru
di jajaran pendidikan harus mellek komputer dan internet terlebih dahulu,
sebelum pemakaian teknologi itu dimulai. Dayagunakan saja siapa yang lebih
mampu, di kantor dan sekolah untuk pengoperasian komputer dan jaringan
internet yang sudah ada. Jangan biarkan fasilitas itu berdebu dan rusak karena
tidak pernah disentuh.
3. Komputer, Internet untuk Pendidikan
Internet, dalam dunia pendidikan, dapat digunakan pihak siswa dan
guru untuk dua hal: yang pertama, pemakaian internet untuk kepentingan
administrasi dan manajemen pendidikan, di tiap sekolah, dan secara nasional.
Manajemen data pendidikan bisa dilakukan secara berangkai, terhubung dalam satu
sistem komunikasi dua arah, mulai dari kantor Departemen Pendidikan, dinas
propinsi, kabupaten kota, sampai ke masing-masing sekolah, dan sebaliknya.
Dengan begitu, administrasi pendidikan yang mencakup lalulintas informasi
pendidikan bisa dilaksanakan dengan mudah, lancar, cepat, dan lebih murah.
Kedua, penggunaan internet untuk ( alat pembelajaran) dan atau sumber
belajar. Negara kita termasuk yang tertinggal dalam pemamfaatan teknologi untuk
pembelajaran. Bahkan, kita terbelakang dalam pemamfaatan teknologi pembelajaran
dengan pemakaian komputer non internet, sekalipun. Padahal, komputer telah
cukup lama dan cukup banyak tersebar di sekolah, dan di tengah masyarakat. Di
berbagai kota kecamatan, sudah sangat banyak ditemukan toko, (usaha) sewa
komputer. Semua perangkat teknologinya sudah tersedia, namun kita lemah dalam
pemamfaatan.
Kata pendidikan, biasanya, diasosiasikan dengan orang dewasa,
yaitu: tenaga kependidikan dan guru. Sementara, kata belajar dikaitkan dengan
siswa. Mendidik adalah usaha sadar yang semestinya dilakukan oleh orang yang
telah terdidik kepada anak didik.
Agar pendidikan atau pembelajaran efektif; sebaiknya, siswa juga
melakukan pembelajaran secara sadar. Anak muda diharapkan mau mempelajari
apa-apa yang bernilai pendidikan. Namun pada kenyataannya, anak muda biasanya
hanya akan mempelajari apa yang disukainya saja. Yang kurang disukainya tidak
akan mereka pelajari, betapapun pentingnya objek itu menurut pandangan orang
terdidik. Hal yang positif dari produk teknologi, adalah, siswa menyukainya.
Siswa dengan mudah mengenal dan mengoperasikan peralatan teknologi. Tugas guru
menjadi terbantu, karena mereka cukup memberikan arahan dari segi content, isi
situs pendidikan saja.
.
__,_._,___
---------------------------------
Get your own web address.
Have a HUGE year through Yahoo! Small Business.
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Kami mengundang sanak untuk hadir dalam acara: "Wartawan mengajak Berdoa
Bersama untuk Keselamatan Negeri" pada tanggal 8 April 2007 jam 08:00 di Masjid
Istiglal. Acara ini terpicu oleh musibah terbakarnya Ustano Pagaruyuang dan
Gempa di Sumbar.
Berhenti (unsubscribe), kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]
Konfigurasi dan Webmail Mailing List: http://groups.google.com/group/RantauNet
Daftar dulu di: https://www.google.com/accounts/NewAccount
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---