salamualaikum...
   
  awak yo bana salut jo ide sektoral itu...
   
  yang bersatu itu ide, karena fisik jo nan lain, kadang ado ajo halangannya....
   
  minta tolong terus agiah tau inovasi jo perkembangan bprs nyo...
   
  mungkin bisa dijadiikan inpirasi...
   
  terimakasih, salam hangat...
   
  Abdullah Arifianto
  

Hendra Messa <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
  
dunsanak sadonyo, 

Kapatang, waktu pai silaturahmi ka rumah rang gaek, tampak ado surek dari 
kampuang, surat dari BPRS Ampek angkek canduang, kab Agam. Isinyo ado undangan 
RUPS dan hasil laporan tahunan 2006. 

Salut juo yo BPRS tsb, yg walau bakajuhan pemegang saham nyo, undangan dan 
laporan selalu disampaikan, kebetulan ayahanda yg jadi pengurus keluarga ampek 
angkek canduang di Banduang, jadi salah seorang pendiri BPRS tsb, berserta para 
perantau lain nya khususnyo di Jakarta dan Banduang. BPRS ini termasuk salah 
satu yg pendirian nya difasilitasi oleh Gebu Minang dulu.

BPRS yg kantor nya berada di daerah Tanjung Alam, di tepi jalan antara 
bukittinggi ke payakumbuh ini telah berdiri hampir 7 tahun yg lalu, 
alhamdulillah cukup sehat, secara financial dan organisasi. Laporan tahunan 
konsisten disampaikan pada para pemegang saham, yg walaupun hanya menyimpan 
saham dalam jumlah kecil.

Berikut sekelumit laporan pada tahun 2006, 

Nasabah pembiayaan : 862 org
Dana yg diputarkan ( asset ) Rp 9,5 M
Modal Rp 1,4 M
Laba Rp 227 juta
NPL ( pinjaman macet ) 7,4 %
Dana Wakaf tunai Rp 504 juta

Secara organisasi cukup sehat pulo, kegiatan sehari2 dikelola oleh urang mudo 
awak di kampuang nan masih idealis dan bersemangat tinggi, mereka pun di gaji 
dg upah yg layak, sedangkan para pengawasnya adalah urang2 tuo awak yg 
berpengalaman di bidang perbankan, banyak pensiunan bank2 BUMN yg jadi 
pengawasnya, antara lain pak Mardjohan , Bustaman, alm. HM Nazir dll. Selama 
ini alhamdulilah bisa terhindar dari konflik internal yg biasa terjadi pada 
organisasi rang awak.

Ambo kiro, iko adolah contoh yg rancak, kolaborasi urang mudo yg bersemangat 
tinggi dan urang tuo nan berpengalaman di bidang nyo.

Tahun lalu ado ide dari pengurus untuk mengadakan program wakaf tunai, dimana 
selama ini wakaf dalam bentuk tanah dan bangunan, tapi menurut ijtihad ulama 
bisa juga dalam bentuk dana tunai. 

Wakaf tunai tsb, dana nya diputarkan oleh BPRS untuk kegiatan finanial yg aman, 
dan profitnya digunakan untuk kegiatan dakwah, yg oleh BPRS digunakan untuk 
menyediakan pinjaman lunak atau pemberian tunai ( hibah ) untuk para pengusaha 
kecil / pedagang yg rawan terikat pada renternir dari daerah sebelah ( inang2 
dari sumut ) yg mulai banyak di Bukittinggi dan ditengarai bisa memberi dampak 
religius juga.

Alhamdulilah dalam setahun telah terkumpul wakaf tunai sebesar RP 504 juta. 
sebuah prestasi besar utk program yg baru tsb. Saat ini dana tsb telah 
digulirkan dengan baik.

Tahun kini, BPRS tsb, sedang berencana mendirikan kantor yg permanent, dimana 
selama ini kantornya menyewa tempat orang lain. Saat ini pengurus BPRS sedang 
mencari2 kalau ado dunsanak yg akan melepaskan tanahnya di daerah tsb ( pinggir 
jalan raya ; Bukittinggi – 

Payakumbuh, antara stasiun lama sampai ke batas tanjung alam /parit putus 
,dengan luas kurang lebih 400 m2 dengan harga yg wajar.

Target lain nya, BPRS tsb ingin meningkatkan modal sampai Rp 2 M di tahun 2007 
ini
Bagi Dunsanak yg tergerak pula ingin mengirimkan wakaf tunai nya, atau 
menyimpan dana di BPRS tsb, atau berminat menjual tanah nya di lokasi tsb,bisa 
menghubungi alamat berikut ;

BPRS Ampek Angkek Canduang
Tanjuang alam, kotak pos 7 Bukittinggi – 26191
Tlp (0752) 625346

Rekening BPRS Ampek Angkek Canduang
Bank Syariah Mandiri , cabang Bukittinggi
Rekening no. 049.0002371

Seandainya tiap nagari di Minang bisa memiliki lembaga keuangan spt itu, terus 
ditambah dg lembaga pendidikan yg berkualitas ( sekolah umum / agama ), ambo 
kiro akan sangat besar dampak nya untuk pengembangan Sumbar secara umum.

Ambo kiro konsep dana wakaf tunai, hampir mirip dg konsep DAMI yg lebih besar 
skala nya. Yang perlu diperbaiki dari DAMI mungkin masalah organisasi dan 
manajerial, bagaimana pengelola dana, bisa bekerja professional dan mendapat 
upah yg layak, seperti apa yg terjadi di BPRS tsb.

bayangkan , untuk komunitas sebuah nagari sajo ( spt contoh BPRS tsb ), bisa 
mengumpulkan dana wakaf sampai sebesar Rp 500 juta dalam waktu setahun, berarti 
kalau untuk komunitas Minang yg lebih luas lagi, apalagi berlevel 
internasional, harusnya bisa terkumpul dana yg lebih besar lagi.

Namun bisa pula, logika tsb tak berlaku linier ( sebanding), karena faktor 
bahwa orang minang ternyata lebih efektif bekerja dalam skala yg kecil / 
spesifik. Namun hal tsb bisa di siasati dg sistem manajerial yg parsial / skala 
kecil pula.

Menarik juo, bahwa ternyata urang awak , banyak nan bisa berhasil kalau 
bergerak dalam skala2 yg spesifik spt kasus BPRS diatas, begitu pula dg 
berbagai lembaga lain nyo
Opini yg menyatakan bahwa orang minang, lebih berhasil kalau bekerja dalam 
scoupe kecil atau spesifik daripada kerja besar bersama2 mungkin ada benar nya 
juga.

Ambo kiro iko adalah sebuah paradigma yg harus kita siasati dalam pelaksanaan 
nya, bukan bermaksud kita berpecah belah, tapi dengan bekerja secara 
spesifik/sektoral/ area kita akan lebih efektif karena nya, dan semua itu dalam 
kerangka besar bersama.

Bagaikan sekawanan burung yg terbang beriringan, walaupun tak ada pemimpin nya, 
mereka sebenarnya terbang masing2 , namun tetap dalam satu visi yg sama.
Hal yg sama mungkin bisa berlaku pula utk orang minang.
Sakian dulu dari ambo, 

di lereng gunung Malabar, Bandung selatan , 
nan dingin bakalimun rinai pambasuah luko

wassalam 
Hendra M ( 37 )
http://hdmessa.wordpress.com



____________________________________________________________________________________
8:00? 8:25? 8:40? Find a flick in no time 
with the Yahoo! Search movie showtime shortcut.
http://tools.search.yahoo.com/shortcuts/#news




 
---------------------------------
 Get your own web address.
 Have a HUGE year through Yahoo! Small Business.
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Kami mengundang sanak untuk hadir dalam acara: "Wartawan mengajak Berdoa 
Bersama untuk Keselamatan Negeri" pada tanggal 8 April 2007 jam 08:00 di Masjid 
Istiglal. Acara ini terpicu oleh musibah terbakarnya Ustano Pagaruyuang dan 
Gempa di Sumbar.

Berhenti (unsubscribe), kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]

Konfigurasi dan Webmail Mailing List: http://groups.google.com/group/RantauNet
Daftar dulu di: https://www.google.com/accounts/NewAccount
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke