Dewis,
Ambo ulang yo kalkulasinya :-)
3 SMU dengan bandwidth 128 Kbps dengan harga 9 juta/mth.
1 smu mempunyai 500 siswa * 6000 = 3 juta (ini kalou 1 smu punya 500 siswa),
seandainya tiap tiap smu punya 1500 berati, 1500 * 6000 = 9 juta (untuk tiap
smu).
Nah kalou ada 3 smu kan berarti 3 * 1500 * 6000 = 27.000.000 :-), dah jelas
belum da ?
-----------------------------------
Ok sekarang kita pikirkan bagaimana mereka ber-internet.
Jam sekolah kan bukan 6 jam da ?, sekolah ada pagi dan siang kan ?
misalnya ada 500 siswa dengan 250 sekolah pagi dan 250 sekolah siang.
Sekarang kita bagi 250 itu misalnya jadi 6 kelas dengan asumsi tiap kelas 40
siswa lebih dikit.
Kemudian kita bagi juga 6 kelas itu jadi 6 jam waktu sekolah dengan asumsi,
tiap tiap kelas dapat 1 jam untuk masuk lab yang full dengan internet koneksi.
Nah kalou tiap kelas masuk lab tiap hari berarti masing2 kelas dapat 6 jam
seminggu.
Ok sekarang kita bagi murid yang 40 dengan 15 komputer, berarti tiap komputer
ada yang 2 or 3 orang.
----------------------------------------
Ok sekarang kita analisa dari mana mereka dapat tambahan jam internetan selain
jam yang sudah ditentukan.
Waktu ambo sekolah, kelas ambo cuma dapat jatah 1 minggu sekali masuk lab
komputer, itu pun senangnya bukan main :-)
nah kan gak perlu masing2 kelas masuk lab tiap hari, cukup 1-2 hari seminggu.
Nah waktu yang sisa di manage lagi biar bisa lebih bermamfaat buat nambah waktu
masuk lab.
he he he, intinya ini cuma masalah ngasah otak dan kebijakan dari sekolah.
----------------
Kita belum ngomong mengembangkan teknologi ini dengan fasilitas hotspot (tapi
kejauhan nti)
ok da segitu dulu,...
Regards
Ronal Chandra
[EMAIL PROTECTED] wrote:
Ronal,
Hitung2an ndak nyambuang bana Nal
Satu sekolah komputer dibatasi 15, siswa 500, jadi per komputer untuak dipakai
35 siswa, jam sekolah sahari sekitar 6 jam, bararti surang dapek jatah 10menit.
(Sangaik jauah kalau disabuik "bisa ba internet jo batasan waktu), karano
perhari dek keterbatasan komputer ciek siswa bisa mamakai 10menit.
Dana total 9jt untuak 3 SMU (1500 siswa) sadang biaya bandwitch 6 jt, sisonyo
3 juta,(Bukan 6 jt) kalau awak bagi pulo per SMU jadi sajuta.
Jadi biaya pembinaan guru 1 jt lai nyoh per sekolah. Sa juta alun tatutuik
biaya lain nan ditimbuakan dek adonyo internet di sekolah.
Mungkin dek hitungan ndak jaleh mangko, ndak tatarik walikota padang
Is St. Marajo
www.cimbuak.net
Kampuang nan jauah dimato dakek dijari
Da Arnoldison,...
Coverage ICON+ masih terbatas jakarta dan surabaya dan kayaknya masih mimpi
kalou harus sampai ke Sumbar.
Kemudian teknologi dibelakang PLC adalah FO nah ini sangat base on location,
hmmm intinya teknologi ini ruwet dah he he he.
Paling gampang dan murah WIFI da, malah bisa ambo katakan investasinyo sangat
murah kalou dibandingkan teknologi lainnya.
Ambo beberapa kali kepadang sering memperhatikan topologi geografisnya dan
sangat datar dan mudah sekarang implementasinya.
Kalkulasi biayanya pun bisa dibebankan kepada siswa dan sekolah. Kapasitas
bandwidth yang digunakannya pun bisa share dengan sekolah sekolah yang mau
ikutan.
Kalkulasi sederhana ambo,...
Dijakarta harga bandwidth untuk 128 Kbps adalah Rp 6.000.000, ambo assumsikan
harga bandwidth 128Kbps dipadang sekitar 8 - 10 juta perbulan.
Ambo berpendapat 128Kbps itu digunakan oleh 3 SMU dengan share pembayaran 3
juta tiap bulannya.
Teknisnyo, masing masing sekolah dibatasi penggunaan komputernya 10 - 15 jadi
total untuk 3 SMU adolah 45 komputer.
Asumsinyo disaat bersamaan apa bila seluruh PC online maka masing - masing PC
akan mendapatkan akses 2.8 Kbps ( ini sudah standar untuk hitungan PC). Nah apa
lagi kalou masing masing SMU bisa membuat schedule yang rapih dan saling
ter-organisir baik sehingga tiap tiap PC akan mendapatkan lebih dari 3 Kbps.
Jadi dengan kata lain, masing masing PC akan mendapatkan minimal 3 Kbps saat
penuh dan 128 saat sepi pemakaian.
---------------------
Ok da sekarang kita hitung returnnya,...
Untuk bisa melakukan koneksi internet tiap SMU harus meng-alokasikan dana 3
juta tiap bulan. Seandainya sebuah SMU punya 500 siswa maka masing masing siswa
harus merogoh dari koceknya Rp 6000 rupiah per-bulan. Dengan begitu fasilitas
Lab sekolah akan bisa full koneksi ke internet dengan kecepatan 128 Kbps.
Kalou misalnya SMU tersebut punya 1500 siswa, maka hasilnya 1500 * 6000 =
9.000.000 sudah berlebih kebutuhan bandwidth, nah kelebihan dana yang 6.000.000
bisa dipergunakan untuk peningkatan skill para guru dan pembimbing.
Ambo berpikir, harga warnet di padang 5 - 6 ribu per-jam dipadang, tentunya
harga 6000 yang dibebankan oleh sekolah setiap bulannya sangat sangat murah,
karena dengan begitu mereka bisa ber-internet tanpa harus ada batasan waktu.
Belum lagi kalou ditambah dengan teori bahwa "Semakin besar bandwidth maka
akan semakin banyak SMU SMU yang bisa interkoneksi.
Satu kota padang aja dijadikan percontohan, baru kemudian beralih ke kota kota
lainnya.
Jadi ambo berpendapat, percepatan penetrasi teknologi informasi di Sumbar
harus di speed-up karena emang semuanya sudah mendukung.
Tahun 99 or 2000 ambo pernah sampaikan teori ini didepan walikota padang dan
seluruh jajarannya, kalou ambo indak salah waktu itu kepala KPDE nya Ibu ibu
(ambo lupo namonyo) mungking Pak Indra Cati ingat ?
Dulu teknologi belum semaju ini dan ambo sudah berani berkata seperti itu dan
saat itu umur ambo masih 20th.
Apalagi saat ini teknologi sangat..sangat murah.
Harusnya semakin berkembangnya teknologi kesempatan kesempata ini bisa
dimamfaatkan untuk peningkatan berbagai sektor di Sumbar termasuk Pendidikan.
Regards
Ronal Chandra
Regards
Ronal Chandra
Arnoldison <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Wassalamu'alaykum wr.wb
Dusanak Ronald, bagaimana kabarnya penggunaan internet dengan meemakai
fasilitas jaringan PLN, bukankah ICON+ (anak perusahaan PLN) telah
mengembangkan teknologinya, dari PLC (Power Line Communication) ke
BPL(Broadband Over Powerline) apakah sudah bisa dimanfaatkan ?
Terimakasih
Arnoldison
Tuesday, April 17, 2007, 12:30:26 AM, you wrote:
RC> Assalamu'alaikum Wr..Wb
-- dikuduang
RC> Saya pernah bermimpi melakukan interkoneksi seluruh sekolah dan
RC> universitas di kota padang yang kemudian dilanjutkan ke kota
RC> padang panjang trus sampai bukittinggi, huah seperti mimpi rasanya
RC> bisa penetrasi ini bisa dilakukan di Sumatra Barat.
RC> Hal ini bisa secara pasti bisa meningkatkan mutu pendidikan kita
RC> dan juga memberantas buta huruf di kampuang awak serta sanggup
RC> membuka wawasan para generasi Minang berikutnya.
RC> Saya berpendapat, seandainya apa yang sudah diperjuangkan oleh
RC> teman teman dibidang teknologi informasi dapat diwujudkan di
RC> Sumatra Barat, mungkin sumbar dapat menyaingi kota kota lain dalam
RC> melakukkan penetrasi teknologi informasi yang ber-ujung dengan
RC> peningkatan mutu pendikan dan industri industri lainnya.
RC> Regards
RC> Ronal Chandra
---------------------------------
Ahhh...imagining that irresistible "new car" smell?
Check out new cars at Yahoo! Autos.
---------------------------------
Ahhh...imagining that irresistible "new car" smell?
Check outnew cars at Yahoo! Autos.
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Berhenti (unsubscribe), kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]
Konfigurasi dan Webmail Mailing List: http://groups.google.com/group/RantauNet
Daftar dulu di: https://www.google.com/accounts/NewAccount
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---