Mengulang posting lama.
Mungkin masih relevan dan significant, berkaitan dengan topik2 yang kita bahas 
akhir-akhir ini...

cheers....

----- Forwarded Message ----
From: [EMAIL PROTECTED]>
Sent: Tuesday, February 28, 2006 2:23:24 PM
Subject: Pulang Kampung (Sebuah Surat untuk Seorang Perantau)

 Assalamualaikum,    
  Dunsanak,
  Sama seperti anda, saya juga perantau.  Saya berada dalam barisan besar 
gerombol orang minangkabau yang disebut perantau. 
 Merantau sebenarnya adalah pilihan terakhir buat saya.  Kalau boleh memilih, 
sebenarnya saya ingin tinggal di kampung.  Mengurus sawah, parak gatah dan 
sekali-kali mencari ikan di batang sinama.  Namun apa daya, orang tua 
menyekolahkan ke tanah jawa.  Keinginan pun menjadi berubah.  Sisi 
materialistis telah muncul menjadi sebuah hal yang sangat penting.   Keinginan 
sederhana masa kecil telah dikalahkan oleh hasrat untuk mencari bentuk 
kesuksean lain berupa materi dan posisi publik.
    
  Telah menjadi kebiasaan saya sejak bekerja dan lulus sekolah untuk pulang 
kampung tiga bulan sekali.  Tetap ada sisi romantis dalam diri ini untuk tetap 
mengunjungi kampung tercinta.  Setahun pertama, kepulangan saya ke kampung baru 
sebatas berkumpul dengan keluarga dan teman-teman lama.  Kesan pamer tak bisa 
dihindari.  Saya sudah merasa paling hebat dibanding orang-orang kampung.  
Kerjaan saya hilir mudik, trus nongkrong di lapau.  Setiap menit saya 
benar-benar begitu menikmati sapaan "Hey, bilo tibo?  Iyo alah sanang
 kini yo?".  Tak peduli sapaan itu benar-benar tulus atau hanya basa basi 
belaka.  Yang penting saya benar-benar jadi besar kepala.  Kebetulan rumah kami 
bertetangga dengan  rumah wali nagari, setiap pulang selalu saya sempatkan main 
ke sana.  Di depan Pak Wali saya kembali terlihat sok hebat.  Saya berkoar-koar 
menyampaikan nasehat buat kemajuan kampung ini.  Dan kembali saya tetap tak 
peduli, apakah pak wali benar-benar tulus mendengarkan atau tertawa dalam hati. 
 
    
  Beberapa teman-teman lama pengurus karang taruna semangat pula mengajak saya 
berdiskusi.  Pernah pula saya diajak beraudiensi dengan Pak Camat.  Bahkan saya 
diminta untuk menyusun proposal menyusun feasibility study proyek kelompok 
usaha ikan keramba milik Karang Taruna.  Modalnya berasal dari Dinas Koperasi 
Kabupaten.  Seperti biasa, proyek ini hanya berlangsung satu siklus produksi 
saja.  Namun tak apalah, sebagian uang pakan ikan ada dibelikan ke bola voli 
dan biaya organ tunggal malam hiburan.  Di
 acara itu, saya sempatkan pula membeli singgang ayam lewat acara lelang.  
    
  Dunsanak,
  Setelah sekian kali saya pulang kampung.  Saya mulai bosan dengan public 
appereance seperti yang sudah-sudah.  Kebosanan ini sengaja dibikin pedih oleh 
garah kudo seorang teman di lapau yang
 katanya saya hanya mampasamak kampuang dan mampadiah parasaan urang kampuang.  
Segera saya teringat ungkapan seorang teman di sebuah milis yang katanya, orang 
rantau minang hanya bisa membuat orang-orang minang yang ada di kampung punya 
hasrat ikut-ikutan merantau. Atau, mereka tak mampu membuat orang-orang 
berhenti merantau.  Ucapan ini sangat terasa benarnya. Saat ini kampung kita 
benar-benar sekarat,  yang hidupnya cukup lumayan tinggal kelompok pegawai 
negeri dan birokrat lainnya.  Secara ekonomi kampung kita sudah sakit. 
    
  Dunsanak,
  Saya bukanlah perantau sesukses anda, apalagi kalau
 indikator kesukesan berbentuk materi dan kedudukan.  Saya sangatlah jauh di 
bawah.  Tapi di balik kecilnya peran sosial dan terbatasnya materi, saya mulai 
mencoba bergerak nyata di kampung saya.  Soal hasil, itu urusan nomor dua.  
Setiap kepulangan berikut, saya mencoba melakukan sesuati yang lebih nyata.  
Terutama untuk keluarga satu rumpun dulu.  Mulailah kami berkolam ikan dan 
pelihara bebek.  Semua tak pernah lagi melibatkan Pak Walinagari termasuk 
Karang Taruna juga.  Duduak di lapau atau hilia mudiak keliling kampung pun 
sudah saya kurangi.   Saya baru sadar, kepuasan terhadap
 achievement kita terletak pada hati nurani kita sendiri, bukan pada ekspose 
media apalagi penerimaan penguasa.
    
  Wassalamualaikum,
    
  Mantari
 Sutan

                
Yahoo! Mail

Bring photos to life! New PhotoMail  makes sharing a breeze. 






       
____________________________________________________________________________________
Yahoo! oneSearch: Finally, mobile search 
that gives answers, not web links. 
http://mobile.yahoo.com/mobileweb/onesearch?refer=1ONXIC
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
Sukseskan Pulang Basamo se Dunia, bulan Juni 2008.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Website: http://www.rantaunet.org
===============================================================
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Harap memperhatikan urgensi posting email, yang besar dari >300KB.
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Email attachment, tidak dianjurkan! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim 
melalui jalur pribadi.
===============================================================
Berhenti (unsubscribe), kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]

Webmail Mailing List dan Konfigurasi keanggotaan lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di:
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id&cd=US&service=groups2.
==========================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke