Assalamualaikum w.w. para sanak sa palanta,
Dua hari belakangan ini saya dinas mengajar ke UGM, sehingga tak sempat
mengikuti dinamika wacana dalam RN ini. Sewaktu saya kembali ke Jakarta, saya
mendapati ada topik-topik baru yang muncul antara lain tentang FGD pariwisata
dan tentang rencana pemindahan ibu kota, yang saya pandang keduanya sama
pentingnya.
Kali ini saya tidak akan mengomentari substansi dua topik tersebut, tetapi
tentang pendayagunaan RN ini sebagai forum para perantau untuk secara rill
memberikan sumbangan untuk membangun kampung halaman kita.
Ada tiga hal yang menarik perhatian saya, yaitu 1) rasanya RN telah berhasil
merupakan 'palanta rantau' untuk membicarakan segala hal tentang Ranah, 2) di
antara peserta RN ada yang terbatas` dalam menyampaikan pendapat dan ada yang
benar-benar mau menyingsingkan lengan baju berbuat sesuatu; dan 3) dengan
pengecualian beberapa sana yang benar-benar berpeduli, pada umumnya sanak kita
di Ranah praktis sama sekali tidak ikut, baik dalam wacana maupun dalam tindak
lanjut wacava RN ini.
Jika pengamatan saya ini benar, maka izinkanlah saya memberikan sedikit saran
untuk mendayagunakan RN ini sebagai berikut.
a. RN perlu tetap membuka peluang untuk menyampaikan pendapat para
perantau, semacam 'general ledger' dalam pembukuan [kalau saya tidak salah];
b. Terhadap topik yang penting, diharapkan sanak yang meluncurkan wacana
siap pula menindaklanjutinya, antara lain dengan membuat kerangka acuan,
mencari pembicara sesuai dengan kerangka acuan tersebut, dan menyiapkan
undangan untuk pertemuan lebih lanjut, baik secara tertulis, ataupun liwat SMS`
dan e-mail. [Saya telah mencoba melakukan hal itu untuk MPKAS dan MAPPAS
sewaktu saya masih bertugas di Komnas HAM tempohari]. Menurut penglihatan saya,
tidaklah memadai dan tidaklah efektif kalau kita sekedar menyampaikan gagasan
dan meminta orang lain yang menindaklanjutinya.
c. Perwakilan Pemerintah Sumatera Barat dan atau anjungan Sumatera Barat di
TMII menjadi lokasi pertemuan, dan menyediakan fasilitas a ala kadarnya. Kalau
anggaran merupakan kendala, kita bawa makanan masing-masing, dan diserahkan
kepada pengelola.
d. Saya mengharapkan agar jajaran Gebu Minang dapat memanfaatkan RN ini
sebagai sarana komunikasi dengan para perantau, khususnya pak Asril Tanjung,
pak Irwan Husein, pak Sudirman Munir, dan pak Amri Aziz.
Nah, saya persilakan para sanak yang telah demikian aktif mengangkat masalah
ini untuk ambil langkah lebih lanjut. Sekedar catatan, saya sedang menghubungi
Sdr Ifdhal Kasim, Ketua Komnas HAM yan g bacu, menanyakan apakah saya masih bis
mempergunakan fasilitas ruangan Komnas HAM atau tidak lagi. Sekiranya tidak,
kita bertemu di Perwakilan Sumbar atau di anjungan TMII.
Mudah-mudahan saran saya ini dapat diterima oleh pak Chaidir Nien Latief,
Nanda Z Rangkayo Mulie, dan para sanak lain. Saya sendiri insya Allah akan
tetap membantu semampu saya.
Wassalam,
Saafroedin Bahar
---------------------------------
Fussy? Opinionated? Impossible to please? Perfect. Join Yahoo!'s user panel
and lay it on us.
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
Website: http://www.rantaunet.org
===============================================================
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Posting email besar dari >200KB akan di banned, sampai yang bersangkutan
menyampaikan komitmen akan mematuhi Tata Tertib yang berlaku.
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim melalui
jalur pribadi.
===============================================================
Berhenti (unsubscribe), kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]
Webmail Mailing List dan Konfigurasi keanggotaan lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di:
https://www.google.com/accounts/NewAccount
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---