Assalamualaikum w.w. para sanak sa palanta,
Saya memperhatikan dengan cermat perkembangan wacana tentang 'petisi' Sdr Mudy
Situmorang , selanjutnya saya sebut MS -- yang beralamat di PT Abdi Sabda
Nusantara, Jl Cikini Raya 58 HH- Jakarta -- tentang pencabutan penghargaan
Negara terhadap Tuanku Imam Bonjol. Adalah jelas, bahwa 'petisi' yang
disampaikan yang bersangkutan dengan ringan saja melalui situs
www.PetitionOnline.com di Amerika Serikat ini bisa merupakan 'bola panas' yang
akan bersifat destruktif dan bisa memicu knflik SARA yang baru di negeri ini
bila tidak ditanggapi dengan kepala dingin.
Saya senang sekali melihat bahwa para netters RN ini mampu menanggapinya dengan
kepala dingin, walau hati bisa panas. Lebih dari itu, 'bola panas Situmorang'
ini telah men-'trigger' wacana sejarah, bukan hanya tentang hubungan
Minangkabau dan Batak, tetapi juga mengenai masalah internal Minangkabau
sendiri, khususnya tentang hubungan sejarah antara kaum adat dan agama, serta
antara kerajaan Pagaruyung dengan nagari-nagari di Minangkabau.
Menurut pandangan saya, wacana sejarah yang muncul belakangan ini adalah sehat
dan akan lebih produktif bila dapat ditindaklanjuti secara lebih melembaga dan
mendasar, misalnya oleh lembaga-lembaga pengkajian di perguruan tinggi, baik di
Padang maupun di Medan. Sekedar melengkapi bahan-bahan yang diperlukan untuk
tindaklanjut ini, sekiranya disetujui, izinkanlah saya memberikan sekedar
'background info' yang saya ketahui, yang mungkin diperlukan, sebagai berikut.
1. Walaupun tidak disebutkan secara eksplisit, namun adalah
jelas sekali bahwa satu-satunya rujukan yang digunakan oleh MS adalah buku
karangan Letkol Ir, Mangaradja Onggang Parlindungan, 1964, "Pongkinangolngolan
Sinambela gelar Tuanku Rao", dengan subtitle 'Terror Agama Islam Mazhab Hambali
di Tanah Batak 1816-1833', Penerbit Tanjung Pengharapan, Djakarta. Buku ini
selanjutnya saya singkat menjadi buku "Tuanku Rao". Seperti dikomentari oleh
Sanak Aulia Hazza, buku ini telah dibantah oleh Buya Hamka pada tahun 1970
dalam buku beliau yang berjudul "Antara Fakta dan Khayal Tuanku Rao".
2. Buku "Tuanku Rao" - yang mulanya dimaksudkan sebagai
kisah keluarga untuk dua orang putra pengarangnya -- sangat asyik untuk dibaca,
bukan hanya karena gaya bahasa yang hidup dan ada cerita-cerita yang lumayan
seronok dan romantis, tetapi juga karena padat dengan tanggal, bulan, tahun,
nama termpat serta nama dan silsilah aktor sejarah, sehingga agak sukar untuk
dibantah begitu saja. Kelemahan terbesar dari buku ini adalah tidak adanya
bukti otentik berupa sumber tertulis, sehingga tidak bisa diverifikasi secara
ilmiah. .
3. Pada saat ini telah diterbitkan edisi cetak ulang dari
buku 'Tuanku Rao' tersebut, antara lain atas dorongan Saudara Batara Hutagalung
[63 tahun]. Saya mendapat keterangan dari Saudara Batara Hutagalung bahwa
beliau mendorong penerbitan kembali buku tersebut bukan saja agar orang Batak
tahu latar belakang sejarah mengapa ada orang Batak yang beragama Islam dan ada
yang beragama Kristen, tetapi juga agar jangan terjadi lagi kekerasan seperti
itu. Jadi pandangan Saudara Batara Hutagalung yang juga orang Batak ini lain
sekali dengan pandangan Sdr MS yang malah mengajukan petisi kepada Pemerintah
RI untuk cabut gelar kepahlawanan Tuanku Imam Bonjol yang demikian dihormati
dan dibanggakan oleh orang Minangkabau, termasuk saya.
4. Walaupun demikian buku, "Tuanku Rao" tersebut baik
secara langsung maupun secara tidak langsung telah berjasa dalam mendorong lima
orang sejarawan Minangkabau, yaitu Drs. M.D. Mansoer, Drs Amrin Imran, Drs
Mardanas Safwan, Dra (sekarang Prof Dr) Asmaniar Z. Idris, dan Drs Sidi
I.Buchari untuk menulis buku "Sejarah Minangkabau" yang pertama, 1970, Penerbit
Bhratara, Djakarta. Buku ini diberi kata pengantar oleh Dr Mohammad Hatta dan
Letkol Ir Mangaradja Onggang Parlindungan, yang hadir dalam Seminar Sedjarah
dan Kebudayaan Minangkabau yang diselenggarakan di Batu Sangkar pada tahun 1970
itu juga..
5. Secara pribadi saya berpendapat bahwa - bersama dengan
membaca buku-buku sejarah lainnya tentang Minangkabau dan Sumatera Barat,
seperti karangan Rusli Amran -- kedua buku tersebut akan memberikan kepada kita
suatu gambaran yang lebih realistis mengenai dinamika kehidupan internal etnik
Minangkabau dalam era pasca masuknya Islam. Termasuk dalam dinamika kehidupan
internal etnik Minangkabau ini adalah kompleksitas masalah akulturasi dan
internalisasi ajaran agama Islam ke dalam konteks kultural Minangkabau, yang
kelihatannya sampai sekarang belum seluruhnya berkembang sebagai 'osmose' yang
menyatu, seperti tercermin dalam kesulitan berkepanjangan untuk merumuskan
kesatuan tafsir dan kemulusan pelaksanaan 'ABS~SBK'. .
6. Saya mendapat kesan, bahwa walaupun telah 37 tahun
terbit buku 'Sedjarah Minangkabau' yang ditulis oleh lima sejarawan Minangkabau
tersebut, namun masih banyak kaum muda Minang yang belum 'melek sejarah'
tentang suku bangsanya sendiri, karena kelihatannya isi buku tersebut belum
diajarkan secara terencana dan sistematis. Sehubungan dengan itu, izinkanlah
saya mengusulkan agar buku 'Sejarah Minangkabau' tersebut dicetak ulang, selain
untuk 'mendampingi' edisi kedua buku 'Tuanku Rao' . juga sebagai bahan rujukan
pokok tentang sejarah Minangkabau bagi generasi muda.
7. Akhirulkalam, mungkin akan besar manfaatnya jika kita lanjutkan
secara mendasar dan berkelanjutan kajian dan renungan tentang
kompleksitas proses 'nation- and state-building' dari bangsa
Indonesia yang amat majemuk dari segi ras, etnis, suku,
agama,
dan golongan ini, bukan saja agar kita lebih memahami latar
belakang sejarah masa lampau kita serta agar lebih menyadari
betapa masih ringkihnya persatuan dan kesatuan kita pada
saat ini,
tetapi juga agar kita dapat menjadi lebih arif dalam
merancang
masa depan kita bersama.
Wassalam,
Saafroedin Bahar
---------------------------------
Building a website is a piece of cake.
Yahoo! Small Business gives you all the tools to get online.
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
Website: http://www.rantaunet.org
===============================================================
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Posting email besar dari >200KB akan di banned, sampai yang bersangkutan
menyampaikan komitmen akan mematuhi Tata Tertib yang berlaku.
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim melalui
jalur pribadi.
===============================================================
Berhenti (unsubscribe), kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]
Webmail Mailing List dan Konfigurasi keanggotaan lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di:
https://www.google.com/accounts/NewAccount
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---