Hanung: Di Padang Kan Tidak Ada Bioskop, Makanya Protes
Senin, 7 Januari 2013 15:19 WIB TRIBUNPEKANBARU.COM, JAKARTA - Hanung Bramantyo menilai kontroversi terkait film "Cinta Tapi Beda" yang disutradarainya muncul karena adanya kesalahpahaman. Sebab, dalam film tersebut sama sekali tidak menyebutkan suku sebagai identitas tokohnya. "Dari film ini kita tak menyebutkan Minang, hanya tinggal di Padang. Orang yang tinggal di Padang tak semuanya Islam," ucapnya kepada Tribunnews.com, saat ditemui di FX Sudirman, Senayan, Jakarta. Ia juga menuturkan dalam film itu, para pemainnya tidak menggunakan logat Minang. Makanya, ia kemudian menengarai yang mengajukan protes belum menyaksikan film tersebut. "Mereka yang rata-rata marah itu, belum menonton film ini. Saya tahu mereka belum menonton karena di Padang tidak ada bisokop. Logat Minang pun tidak ada (dalam film). Maksudnya logat Padang," terangnya. "Di Jogja ada Kauman dan tak mungkin agamanya Nasrani. Tapi, di Jogya ada orang yang agamanya nasrani kan," tandasnya.(*)  Powered by Telkomsel BlackBerry® -- -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
