Ratusan Massa Serbu Mapolres
 Padang Ekspres • Selasa, 30/04/2013 12:22 WIB • REDAKSI • 304 klik

Padangpanjang, Padek—Kelompok mas­sa berjumlah lebih kurang ratusan orang 
yang disertai tokoh masyarakat dan ninik mamak, menyerbu Mapolresta 
Padangpanjang. Me­reka menuntut pembebasan anak kemenakan yang tertangkap 
ketika bermain judi koa. Aksi itu dilakukan sejak Minggu (28/4) sekitar 
pukul 09.00 hingga 12.00 kemarin siang.
 
Dalam simulasi tersebut, penyerbuan warga ke Mapolres berawal dari 
penangkapan 25 penjudi atas laporan masyarakat kepada petugas patroli 
bersepeda. Berdasarkan laporan yang diteruskan ke Mapolres, Satuan Intelkam 
langsung meluncur ke tempat kejadian perkara (TKP).
 
Di bawah komando kepala SPK bersama komandan jaga dan lima petugas piket 
langsung melakukan penggerebekan. Pada saat itu, petugas menemukan barang 
bukti alat perjudian dan uang tunai Rp 350 ribu yang disembunyikan di bawah 
alas meja.
 
Di Mapolres, ratusan massa dihadang 70 personel Dalmas. Mereka mendesak 
polisi membebaskan 25 anak kemenakan yang diringkus sedang bermain judi 
koa. Mereka juga memprotes perlakukan kasar polisi pada 25 anak kemanakan 
itu.
 
Kapolres AKBP Sofyan Hidayat lalu mengajak perwakilan massa berdialog. 
Dalam dialog terungkap,
 
para ninik mamak dan tokoh masyarakat menerima laporan sejumlah anak 
kemenakan dipu­kuli pihak kepolisian karena tertangkap sedang berjudi. 
Na­mun setelah 25 pejudi dihadir­kan, para perwakilan baru dapat menerima 
dan menyerahkan prosesnya pada kepolisian.
 
“Karena ini negara hukum, setiap yang bersalah harus dike­nai sanksi hukum. 
Ke depan kami harapkan agar semua unsur masyarakat agar turut menga­wasi 
dan jangan mudah terpan­cing asutan,” kata Kapolres dalam rangkaian 
simulasi Pengamanan Markas Polresta itu.
 
Untuk mengantisipasi anca­man penggalangan massa jelang Pilkada 
Padangpanjang dan Pemilu 2014, Polresta Padang­panjang membentuk tim 
bersen­jata lengkap dan siaga, terkait sistem pengamanan markas komando 
(Sispam Mako), arsip, aset, barang bukti dan setiap ruangan setempat.
 
“Tim dibentuk sebagai upaya antisipasi kemungkinan ter­buruk khususnya 
sepanjang perhelatan demokrasi 2013 dan 2014. Rang­kaian skenario Pam 
Pemilu ini, juga kita rencanakan pada 2 Mei mendatang akan digelar simulasi 
sistem penga­manan kota (Sis­pamko) dengan melibatkan seluruh instansi 
terkait lainnya, seperti TNI dan Brimob serta lainnya,” ujar Sofyan. (wrd)
[ Red/Administrator ]

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.


Kirim email ke