Aulia Rahman <[email protected]>


ke rantaunet
*(--).....apo inyiak balang itu benar2 ado mak ngah?

*
* *

*(+) Mengenal Cindaku : Manusia Harimau Asal Kerinci*

Cindaku adalah sebutan untuk manusia harimau yang berasal dari daerah
Kerinci, Jambi. Menurut kepercayaan masyarakat Kerinci, manusia memiliki
hubungan batin dengan harimau.

"bahwasanya di bumi sakti ini tumbuh suatu kepercayaan magis spritual
tentang hubungan bathin manusia dengan harimau, sehingganya kemudian tidak
mengherankan di tengah masyarakat Kerinci ada pula yang berkeyakinan kalau
nenek moyang mereka adalah harimau."

Kepercayaan yang dianut oleh masyarakat Kerinci tentang harimau merupakan
warisan dari nenek moyang mereka yang konon telah berperan serta dalam
melestarikan hutan di wilayah Kerinci yang merupakan habitat asli dari
harimau Sumatra. Diceritakan dalam cerpen Cindaku tentang adanya perjanjian
yang dilakukan oleh nenek moyang mereka yang disebut Tingkas, dengan
harimau yang tinggal di suatu hutan di wilayah Kerinci. Perjanjian tersebut
berisi tentang pembagian wilayah, antara wilayah hunian harimau dan wilayah
manusia.

"Ini tidak terlepas dari legenda yang berkembang di mana di sebutkan dahulu
Tingkas nenek moyang orang Kerinci telah menjalin hubungan dengan harimau,
dan dalam hubungan itulah terbentuk perjanjian yang membatasi dan mengatur
hubungan manusia dengan alam terutama hutan rimba. Perjanjian itulah yang
mengontrol nafsu masing-masingnya sehingga tidak sampai memakan wilayah
satu sama lainnya. Hutan rimba adalah wilayah hunian harimau. Tingkas dan
anak cucunya tidak boleh merampas hak itu. Sementara kampung dan kota
adalah wilayah manusia, harimau pun tidak akan pernah berani berkuasa atau
menunjukkan kebuasannya di sini."

Perjanjian tersebut merupakan suatu penggambaran sifat manusia yang mau
menghargai kehidupan sesama makhluk ciptaan Tuhan. Hal tersebut dapat pula
dihubungkan dengan kearifan lokal atau local wisdom, dimana suatu
masyarakat mampu menyerap pesan-pesan yang disampaikan oleh para nenek
moyang melalui cerita-cerita atau dongeng-dongeng yang bersifat peringatan
maupun pendidikan. Dalam kasus ini, pesan yang disampaikan adalah sebuah
peringatan tentang adanya pembagian antara wilayah harimau dan wilayah
manusia yang harus dihormati keberadaannya. Kearifan lokal itu sampai saat
ini masih dipegang teguh oleh masyarakat Kerinci.

Selain sebagai suatu penghargaan terhadap nenek moyang, tetap dipegang
teguhnya warisan nenek moyang tersebut berhubungan dengan konsekuensi yang
berat terhadap orang yang berani melanggarnya. Konsekuensi yang dimaksud
dapat berhubungan dengan kematian yang disebabkan oleh serangan harimau,
juga dihubungkan dengan kemunculan cindaku yang merupakan pelindung bagi
harimau sekaligus penjaga wilayah hunianya.

"Perjanjian itulah yang disebut perjanjian garis tanah, yang berlaku selama
ranting mati yang ditanam di tanah waktu itu tidak tumbuh berdaun apalagi
berbunga. Ini berarti ini berarti perjanjian itu akan berlaku
selama-lamanya, karena ranting mati yang di tanam itu mustahil akan hidup
dan tumbuh seumur-umur dunia."

Kutipan diatas menunjukkan adanya unsur-unsur estetis yang diungkapkan
melalui perumpamaan ranting kering yang tak mungkin bisa tumbuh lagi.
Perumpamaan tersebut digunakan untuk menegaskan bahwa pejanjian antara
manusia dan harimau berlaku untuk selama-lamanya.

"Untung dada nak Saketi ini tidak sampai menyentuh tanah......Karena kalau
sampai menyentuh tanah maka wujud nak Saketi inipun akan berubah jadi
harimau pula. Sebenarnya dia sudah tahu lawan yang dihadapinya itu adalah
adalah salah satu sisi dari dirinya sendiri, eksistensi kehidupannya
sebagai manusia yang terlahir dari tanah Kerinci. Dan rupanya makluk makluk
berwujud setengah harimau setengah manusia yang disebut cindaku itu, juga
cukup menyadari akan hal ini..."

"Nak Saketi, ternyata baru hari ini memasakkan ilmu batinnya, dan ini
berjalan secara alami". Ujar dukun memberitahukan. Para lelaki itu masih
belum mengerti dan tetap tak mengerti sampai ketika erangan kembali
terdengar. Kali ini lebih mirip erangan seekor harimau. Tiba-tiba mata
saketi terbuka menikam langit-langit dan alangkah kagetnya keempat lelaki
itu menyaksikan mata Saketi, ternyata telah berubah jadi hijau dan tajam
sekali. Dan semakin terkejut mereka ketika di tubuh Saketi bermunculan
bulu-bulu kasar bercorak loreng. Terus tumbuh sampai akhir menutupi tubuh
lelaki muda itu."

Kepercayaan tentang cindaku hanya terdapat di wilayah Kerinci saja. Orang
Kerinci yang berkemampuan cindaku hanya bisa berubah menjadi harimau bila
dadanya menyentuh tanah Kerinci, tanah yang merupakan tempat berpijak
harimau Sumatra, yang berkaitan dengan hak-hak hidup harimau dan manusia
yang harus senatiasa dijaga keharmonisannya. Cindaku adalah jelmaan dari
manusia yang terlahir dari tanah Kerinci. Tidak semua orang Kerinci adalah
cindaku, hanya sebagian orang saja yang mempunyai darah Tingkas (nenek
moyang orang Kerinci) dan orang tertentu saja yang mampu berubah menjadi
harimau.

Orang tertentu yang dimaksud adalah orang-orang yang mempunyai bakat
supranatural dan mampu menyerap ilmu yang diberikan oleh cindaku. Lebih
khusus lagi, tidak semua keturunan Tingkas mampu mengubah diri menjadi
cindaku, dalam legenda Kerinci, cindaku akan menampakkan diri jika ada yang
mencoba untuk melanggar perjanjian garis tanah saja, sehingga keturunan
Tingkas tidak bisa sesuka hatinya untuk mengubah diri menjadi harimau. Dari
hal tersebut dapat dikatakan bahwa suatu kekuatan besar tidak bisa
seenaknya digunakan untuk hal-hal yang kurang bermakna, karena dengan
kekuatan tersebut para cindaku mempunyai tanggung jawab besar untuk menjaga
apa yang seharusnya tetap terjaga.

Perilaku manusia yang mengetengahkan ambisi dan dendam banyak tertuang
dalam cerpen Cindaku. Diceritakan tentang Martias, seoarang pimpinan suatu
perusahaan developer raksasa berusaha memenangkan tender dari pemerintah
untuk mebuat jalan yang melintasi Muaro Bungo-Kerinci, melewati hutan rimba
TNKS - yang merupakan habitat harimau Sumatra - tembus di Renah Pemetik.
Tentu saja Cindaku tidak tinggal diam. Pada saat melakukan observasi, salah
satu anak buah Martias tiba-tiba menghilang dan ditemukan kembali dalam
keadaan mati dengan tubuh tercabik-cabik harimau. Kematian itu sebenarnya
merupakan sebuah pesan, lebih tepat lagi ancaman terhadap pelanggar
perjanjian garis tanah. Saketi sebagai orang kepercayaan Martias telah
mengingatkan atasanya itu agar membatalkan rencananya, namun peringatan itu
tidak menyurutkan ambisi Martias.

Martias pada akhirnya memenangkan tender. Hal itu disebabkan oleh kematian
salah satu anak buah Martias yang mati akibat terkaman harimau yang
menciutkan nyali saingan Martias. Sikap yang diambil Martias untuk
meneruskan proyek pemerintah tersebut banyak memakan korban. Sikap tersebut
sangat bertentangan dengan apa yang menjadi kepercayaan masyarakat Kerinci.
Keadaan yang semula tenang secara tiba-tiba berubah menjadi suatu konflik
yang berakibat fatal.

"Pada hari pertama jatuh satu korban. Ini sempat membuat nyali para buruh
dan ciut.."

Peringatan sudah diberikan, namun orang-orang Martias belum mampu terbangun
dari ketidaksadaran mereka akan bahaya yang mereka ciptakan sendiri.
Ketidaksadaran tersebut terkait dengan sifat manusia yang berpandangan
sempit dan sepele terhadap hal-hal yang seharusnya dihormati eksistensinya.
Manusia terkadang kurang menghargai adanya pesan-pesan leluhur yang
berelevansi dengan keseimbangan alam. Terkadang pula manusia mudah
melupakan tanda-tanda dan peringatan yang telah dilontarkan oleh alam. Oleh
karena itu sering terjadi bencana yang menyebabkan manusia bertanya-tanya
apa gerangan yang menjadi sebabnya.

"Pada hari ketiga jatuh lagi satu korban, sementara pembangunan sudah
semakin jauh masuk ke dalam hutan. Dan pada hari kelima jatuh lagi satu
korban. Para buruh semakin gempar dan geger mentalnya. Seakan telah jadi
satu hukum kepastian dalam selang waktu dua hari maka hutan ini menuntut
tumbal, nyawa manusia. Pertanyaan-pertanyaan siapa yang akan jadi korban
berikutnya senantiasa menghantui benak mereka."

Keadaan semakin memburuk, orang-orang Martias mulai sadar akan kejadian apa
yang sedang dan akan menimpa mereka. Mereka sadar bahwa apabila tidak
segera diakhiri, proyek tersebut akan memakan lebih banyak korban lagi.

"Martias terobsesi untuk menciptakan prestasi terbesar dalam sejarah
perjalanan karir hidupnya sebagai developer."

Namun Martias yang telah dibutakan oleh obsesinya tidak memperlihatkan
tanda-tanda untuk menghentikan proyeknya. Obsesi manusia merupakan penyulut
bagi hadirnya ambisi. Tidak sedikit manusia yang menghalalkan segala cara
untuk mewujudkan suatu obsesi, walaupun harus mengorbankan sesamanya.

Diantara gencarnya peringatan dengan cara kekerasan yang dilakukan cindaku,
masih ada sebuah kebijakan yang dilakukannya, yaitu dengan memberi
peringatan secara halus. Sebagai seorang kakek, ia menyatakan bahwa proyek
tersebut merupakan bumerang bagi masyarakat Kerinci, dan menggambarkannya
seperti pintu bendungan. Perumpamaan tersebut mengandung nilai-nilai
estetis yang membangun pernyataan yang dinyatakan oleh cindaku untuk
meyakinkan Martias.

"Tidak anakku, orang-orang Kerinci belumlah siap dengan semua itu.
Pembukaan jalan ini malah bisa menjadi bumerang, dan membawa bencana
seperti pintu bendungan yang akan menghantarkan air bah kepada mereka, dan
ini bisa menghanyutkan atau menenggelamkan mereka dalam arus dunia yang
ganas seperti sekarang ini."

Pada akhirnya, harimau-harimau yang menghuni TNKS (Taman Nasional Kerinci
Seblat) melakukan penyerangan terhadap orang-orang Martias. Harimau-harimau
tersebut menyerang bukan tanpa alasan, mereka menyerang karena habitat
mereka terusik. Ada tradisi yang mnyatakan bahwa harimau Sumatara hanya
akan menyerang orang yang berada di pihak yang salah. Harimau pada dasarnya
bersifat "pemalu" dan "sopan", sifat yang seringkali tertutup akibat
reputasinya yang mnyeramkan. Karena sifat alaminya tersebut, harimau lebih
sering menarik diri sebelum terjadi kontak dengan manusia. Legenda setempat
mengatakan bahwa jika seekor harimau bertemu dengan seseorang, maka ia
harus membayar dendanya dengan tidak makan sepanjang 40 hari dan malam.

Permasalahan harimau memang sering menjadi kontroversi di derah Kerinci,
Jambi. Para anti konservasi yang menganggap harimau sebagai pengganggu
manusia sering melakukan perburuan terhadap harimau yang justru perlu
diselamatkan dari kepunahan. Pada dasarnya dapat dikatakan bahwa perburuan
itulah yang menjadi penyebab harimau mengganggu manusia. (dari : *
www.indospiritual.com*)

*Catatan Panungkek:*
1)*Bue**k ambo pribadi*, adonyo samantaro urang nan mampicayoi ado makhluk
aluih nan banamo cindaku (di Karinci), inyiak balang (Minangkabau) atau Si
Gulambai (di Palembang) adolah samato-mato kurenah dari jin. Karano dalam
hiduik ko ado istilah "manusia setan" dan ado pulo "jin setan", mako anggap
sajolah cindaku atau inyiak balang nantun bagian dari mukhaluak jin (setan)
tadi.

2)*Untuak Mak Abraham Ilyas* n.a.h & a.c, nan mangomentari *threat* ko
partamo kali, paralu saketek dipaelok, bahaso novel Mochtar Lubis nan bajudul
*Harimau!, Harimau!*...., adolah salah satu dari novel baliau (Mudah-2-an
Allah SWT menempatkan almarhum di tampaik nan elok & indah....Amin YRA..==>*
mm*) nan bacarito tantang inyiak balang. Tapi inyiak balang --nan
manggaduah tujuah urang pancari dama di dalam novel-- indak saroman nan di
mukasuik Si Pananyo partamo (umua?, gala?, asa? indak dicantumkannyo---->*mm
*), tapi sacaro simbolik Mochtar "manyidia" supayo anak manusia di ateh
dunia ko labiah utamo lai untuak bisa mangalahkan "harimau" nan bakambang
dalam dado masiang-masiang.

Kutiko novel ko tabik partamo kali (1975) baruntuang ambo bisa manumpang
mambaconyo di kantua majalah sastra Horison, Jl. Gereja Theresia 47,
Jakarta Pusek. Pangarangnyo sandiri (Mochtar Lubis) nan manyuruah Bang
Hamsad (Hamsad Rangkuti) manyalangkan novel nantun bake "anak mudo anyia"
nan bacito-cito ukatu tu ka manjadi wartawan sakaliber Mochtar Lubis. He he
he...

Kaba-kabanyo, sampai kini alah 6 X novel sastra nantun ditabik-an dek barbagai
"Tukang Tabik" di ateh dunia. Kalau ditanyo apo reaksi ambo kutiko mambaco
novel rancak nantun, iyo.... taruih tarang.... jakun ambo (sabagai anak
mudo anyia) turun naiak, kutiko sampai ka halaman "Wan maintip Siti Rubiah
bini(ka ampek) Wak Hitam mandi batilanjang di batang aia.....". (Maaf
Bundo, maaf Rina, maaf Reini....Sim.m bacarito apo adonyo. He he
he.....====>*mm*)

Ukatu tu ambo sabana-bana "angek dingin" mambayangkan kalimaik-kalimaik nan
ditulih dek wartawan, sastrawan & budayawan nan panah sikola di INS Kayuta
nam, dan panah dipuruakan Soekarno ka "kandang situmbin" karano pena
Mochtar Lubis ko sabana tajam dan (bahkan) malabiahi bom bake Presiden RI
nan sadang bakuaso ukatu tu.

3)*Buek **Si Pananyo nan partamo* (umua?, gala?, asa? indak
dicantumkannyo---->*mm*), ingin tau bana carito "Inyiak Balang" nan sabananyo,
rancak malah dicari di toko-toko buku (apo koh masih ado nan manjua?---==>*
mm*) novel taba nan ditulih dek SB.Chandra (ado darah Bonjol campua
Mandailiang) nan bajudul *Manusia Harimau*(1982) , Novel nan bacarito
inyiak balang atau cindaku ko, alah panah difilemkan (1984) jo judul nan sam
o.

Nah, sengan ko sajo dulu komentar talambek dari ambo. Maklum kutiko
manulihko ---kadang sinyal
ado, kadang indak-- ambo sabana jauah dari karamaian ibukota, di baliak sinan
nampak gunuang Tanggamus dibaluik awan kalabu putiah.

Salam........................,
*mm***** **
*
*
*


Pada 30 April 2013 17.06, sjamsir_sjarif <[email protected]> menulis:

> Ado! Sayangnyo ibo awak lah marasai di tangan-tangan jahil manusia.
> http://www.tigersincrisis.com/sumatran_tiger.htm
> -- MakNgah
>
> --- In [email protected], Aulia Rahman <rach.emon2008@...> wrote:
> >
> > apo inyiak balang itu benar2 ado mak ngah?
>
>
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
> - DILARANG:
>   1. E-mail besar dari 200KB;
>   2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
>   3. One Liner.
> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
> http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/
> - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> ---
> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari
> Grup Google.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
>
>
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.


Kirim email ke