http://m.voa-islam.com/news/indonesiana/2013/03/03/23469/inilah-sikap-tegas-
jusuf-kalla-soal-gereja-di-depan-700-pendeta/

Inilah Sikap Tegas Jusuf Kalla Soal Gereja di Depan 700 Pendeta

JAKARTA (voa-islam.com) - Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla bicara soal
toleransi 56.000 gereja, itulah tema sebuah kiriman Broadcast BlackBerry
Messenger yang banyak tersebar dan diterima redaksi voa-islam.com.

Isi dari pesan tersebut mengisahkan Jusuf Kalla yang kini menjadi Ketua Umum
Dewan Masjid Indonesia (DMI) yang menanggapi secara tegas pertanyaan tentang
GKI Yasmin, Bogor di hadapan 700 ratus pendeta. Ia juga berbicara soal
toleransi yang harus berasal dari kedua belah pihak. Berikut ini kutipan
lengkap kisah Jusuf Kalla yang berani bersikap tegas di hadapan para
pendeta.

Jumat sore kemarin (1/3/2013), Pak Jusuf Kalla memimpin rapat DMI. Sehabis
Magrib beliau cerita bahwa baru saja ceramah di Makasar dalam konferensi
gereja dihadapan 700 pendeta. Dalam sesi tanya jawab ada yang tanya tentang
gereja di Yasmin (GKI Yasmin- red.)  Bogor beliau menjawab: "Anda ini sudah
punya 56.000 gereja seluruh Indonesia tidak ada masalah, seharusnya
berterima kasih, pertumbuhan jumlah gereja lebih besar daripada masjid,
kenapa urusan satu gereja ini anda sampai bicara ke seluruh dunia?"

"Toleransi itu kedua belah pihak, anda juga harus toleran. Apa salahnya
pembangunan dipindah lokasi sedikit saja, Tuhan tidak masalah kamu mau doa
di mana. Izin Membangun gereja bukan urusan Tuhan, tapi urusan Walikota,"
begitu khasnya Jusuf Kalla dengan nada yang tinggi.

Kemudian Jusuf Kalla bercerita lagi, bahwa dalam konferensi gereja di
hadapan 700 pendeta Pak Jusuf Kalla juga ditanya: "Mengapa di kantor-kantor
mesti ada masjid?"

Dengan tegas JK menjawab: "Justru ini dalam rangka menghormati anda. Jumat
kan tidak libur, anda libur hari Minggu untuk kebaktian. Anda bisa kebaktian
dengan 5 kali shift, ibadah Jum'at cuma sekali. Kalau anda tidak suka ada
masjid di kantor, apa anda mau hari liburnya ditukar; Jum'at libur, Minggu
kerja. Pahami ini sebagai penghormatan umat Islam terhadap umat Kristen,"
tegas Jusuf Kalla.

Tentu saja kisah Jusuf Kalla yang begitu berani mengambil sikap tegas itu
jelas membuat kagum umat Islam yang mendengarnya. Namun demi memperoleh
kebenaran cerita tersebut jurnalis voa-islam.com mengkonfirmasi ustadz Fahmi
Salim yang turut serta dalam rapat DMI bersama Jusuf Kalla.

Wakil Sekjen MIUMI tersebut akhirnya membenarkan cerita Jusuf Kalla
tersebut. "itu betul, disampaikan bapak Jusuf Kalla saat rapat di DMI Jum'at
sore kemarin. Jadi beliau menceritakan apa yang disampaikan saat diundang
oleh sinode gereja di Makassar," kata ustadz Fahmi Salim, kepada
voa-islam.com, Ahad (3/3/2013).

Semoga sikap bijak dan tegas Jusuf Kalla itu bisa dicontoh oleh para
pemimpin, tokoh maupun negarawan yang lain. Jangan sampai demi meraih
simpati minoritas seorang Muslim menanggalkan pembelaannya terhadap
kepentingan umat Islam. [Ahmed Widad]

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.


Kirim email ke