Tarimo kasi sanak Ronald nan alah mampalewakan  topik nan alah lamo ambo
tunggu-2 untuak dibuka Dunsanak dulu. Kamudian baru ambo pasegeh jo data
pribadi atau data alam maya. Mudah-mudahan komunitas r@ntaunet ko indak ado
nan bakarajo atau makan gaji dari pitih nan disuokan Si Yahudi nantun
malalui "kaki tangannyo" nan sambuah di sakitar kahidupan awak. Amin Ya
Rabbal Alamin.

Jadi, baru hari ko Kanda DC basarato Dunsnak komunitas r@ntaunet tau?

Sakironyo "Sanakmbo"  M.Anis Matta indak palupo pulo, sakitar September
1997 --kutiko tu Si Anis alun lai mambantuak parpol-- ambo (sabagai aktivis
dakwah di BUMN) nan babarapo kali maundang wanyo ka kantua kami, alah
mambari tahu ka baliau, bahaso rato-rato LSM nan "mamakiak-makiak" mintak
sapotong kue di nagari awak ko ADOLAH KAPANJANGAN TANGAN DARI SUARO YAHUDI
DUNIA DI NAGARI AWAK KO.

Sayangnyo  ---sarupo nan  acok ambo ulang di dalam satiok manulih
manyangkuik akidah--- awak umaik Islam nan takalok dibuai angin sarugo
kantuik balapuik, maidoki PANYAKIK PALUPO. Baso aluihnyo, awak acok palupo.

Sangko ka ateh, mudah-mudahan kutipan nan ambo lampirkan di bawah ko dapek
disimpan dalam memori kapalo Dunsanak komunitas r@ntaunet untuk mamaga
diri, sarato maamalkan ayat suci Al Quran nan dtatulih dalam QS 66 (At
Tahrim) ayaik 6 :*"Hooii urang-urang (awak) nan baiman, jagolah taruih diri
Sanak dan keluarga sanak dari ajaok (siksaan) api narako nan bahan
tungkunyo adolah adolah anak manusia jo batu".......
*
Salam...............................,
*mm****
(Aktivis & Sekjen Badan  Dakwah Islam (BDI) Pkp Pertamina, 1995-2011)

*PANUNGKEK :*

*Islam**edia* - Sangat disayangkan, salah satu dari sekian penerima dana
dari lembaga asing yang didirikan oleh seorang Yahudi, Michael Bloomberg,
adalah Indonesian Corruption Watch (ICW).

Sebagaimana dirilis oleh kantor berita Antara, diantara  delapan LSM di
Indonesia yang menerima dana dari Bloomberg Initiative, satu diantaranya
adalah ICW dengan penerimaan sebesar 45,470 ribu dolar AS.

Anggota Komisi IX DPR RI, Poempida Hidayatullah, mempertanyakan dana asing
yang diterima Indonesian Corruption Watch (ICW) tersebut.

"Apakah ICW yakin dana asing itu dana bersih? Bukan hasil dari pencucian
uang? Bagaimana ICW punya mekanisme mengecek bahwa dana asing itu mempunyai
legitimasi," kata Poempida ketika dihubungi wartawan.

*ICW Akui Terima Uang**
*
Koordinator ICW, Danang Widoyoko, mengakui bahwa lembaga yang dipimpinnya
mendapat suntikan dana dari Bloomberg Initiative, lembaga yang diinisiasi
Wali Kota New York, Michael Bloomberg itu.

Ia beralasan, penerimaan dana sebesar 45,4470 dolar AS, atau setara
Rp.409.230.000 itu adalah demi menyukseskan kampanye anti rokok pada
anak-anak.

Meski demikian, keputusan ICW menerima bantuan asing, terlebih yang
dipelopori seorang Yahudi patut disayangkan. Sebab hal tersebut dapat
mempengaruhi kebijakan. Padahal ICW sendiri adalah LSM yang bergerak dalam
pencegahan korupsi yang seharusnya dapat bersikap independen tanpa
intervensi dari pihak manapun.

Namun, sebagaimana diungkapkan oleh Poempida, dampak penerimaan dana
tersebut sudah banyak digunakan untuk mempengaruhi kebijakan.

"Pendana asing pun harus patuh pada aturan bahwa tidak boleh melakukan
intervensi kebijakan, nah ini kan dampaknya sudah banyak digunakan untuk
mempengaruhi kebijakan. Agenda asing seperti ini sungguh sangat berbahaya
untuk Kedaulatan NKRI," ujar Poempida.*[suara-islam/im]*

 Bottom of Form

RSS <http://gheleaks.wordpress.com/feed/>

*Data LSM/NGO Yang Mendapat Dana Dari SOROS (Yahudi)*

Pada tanggal 18 September 2000, usai mengeruk keuntungan dari hasil
spekulasi valas miliaran dollar, Soros melalui OSI mendanai terbentuknya
Tifa Foundation. Tujuannya untuk mendorong Indonesia dan masyarakatnya
menjadi “lebih terbuka” yang menghormati keragaman, menjunjung tinggi
penegakan hukum, keadilan dan persamaan. Dengan dukungan dana Soros, dalam
waktu singkat Tifa berkembang pesat. Yayasan ini mengklaim sebagai sebuah
komunitas yang meliputi segala lapisan penduduk, baik unsur pemerintah
hingga sektor bisnis.

Dukungan luas diberikan atas hak-hak individu, khususnya hak dan pandangan
kaum perempuan, kelompok minoritas dan kelompok marginal lainnya. Dengan
dukungan atas hak-hak individu itu, Tifa punya target memupuk solidaritas
dan terciptanya tata pemerintahan yang baik, tentu menurut definisi mereka
sendiri.

Sumber Intelijen menyebut, jaringan Soros yang dikenal mendunia melalui
wadah Open Society Institute (OSI), Soros lebih dikenal di Indonesia
sebagai spekulator pasar uang dan dituding pernah ikut menenggelamkan
perekonomian Indonesia pada tahun 1998, jaringan Soros mendanai dua lembaga
non pemerintah (NGO), yaitu Tifa Foundation dan International Transperancy.
Peran OSI tidak kalah dengan lembaga pendanaan Amerika lainnya seperti
USAID dan the Asia Foundation. Sejumlah LSM utama di Indonesia dibiayai
OSI. —sisanya dibiayai oleh USAID dan Asia Foundation.

Sebut saja Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Jaringan Islam
Liberal (JIL), Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI), Wakhid Institute,
Komunitas Utan Kayu, JPPR, dan banyak lembaga lainnya. (Tifa Foundation
menjadi semacam LSM induk dimana LSM-LSM mendapat dana dari OSI melaluinya.
Tidak mengherankan jika para tokoh LSM dan tokoh-tokoh demokrat-liberal
negeri ini ramai-ramai mendemo pemerintah terkait pencekalan Sydney Jones,
wanita lesbian Yahudi aktivis LSM yang dicekal pemerintahan Megawati — atas
saran Badan Inteligen Nasional— karena menjadi agen rahasia asing, pen).

Sumber dana Tifa foundation:

1. Open Society Institute
2. Ford Foundation
2. Yayasan Kehati
3. USAID
4. UNDP
5. OXFAM
6. Save The Children
7. Mercy Corps
8. DFID
9. CIDA
10. SIDA
11. AUSAID
12. CRS
13 CWS
14. Worldbank
15. Terre de Hommes
16. The Freedom Forum
17. KRHN

Mitra organisasi Tifa :

1. Yayasan Interseksi
2. SIGAB
3. Iwork
4. The Asia Foundation
5. Dana Mitra Lingkungan
6. Ire Yogya
7. JPPR
8. LABDA Yogya
9. Yappika
10. LBH Masyarakat
11. HAPSARI Sumatera Utara
12. Idea Yogya
13. LSPP
14. YKKVAB
15. ISAI
16. PRAXIS
17. PPSW
18. WALHI
19. Wahid Institute
20. YLBHI
21. PSHK
22. WALHI
23. ICW
24. AJI Indonesia
25. Kanal Pemilu




Pada 14 Mei 2013 06.09, Darwin Chalidi <[email protected]> menulis:

> Makonyo kancang bana serangan ka PKS dek ughangko
>
>
> 2013/5/13 Ronald P Putra <[email protected]>
>
>>
>> http://www.islamedia.web.id/2013/05/ingin-bubarkan-pks-ternyata-icw-terima.html?m=1
>>
>> --
>> .
>> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat
>> lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
>> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
>> ===========================================================
>> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
>> - DILARANG:
>> 1. E-mail besar dari 200KB;
>> 2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
>> 3. One Liner.
>> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
>> http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/
>> - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
>> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
>> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
>> mengganti subjeknya.
>> ===========================================================
>> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
>> http://groups.google.com/group/RantauNet/
>> ---
>> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari
>> Grup Google.
>> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
>> kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
>> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
>>
>>
>>
>
>  --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
> - DILARANG:
> 1. E-mail besar dari 200KB;
> 2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. One Liner.
> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
> http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/
> - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> ---
> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari
> Grup Google.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
>
>
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.


Kirim email ke