Begini buk,kalau pertanyaannyo Sawahlunto tu ada aponyo? jawabanyo 
bamacam-macam. Bisa disitu ado lapangan bola, banyak urang bajualan makanan 
kalau manjalang magrib. Jadi pertanyaanya tidak jelas, menjawabnyapun tidak 
jelas.

Tetapi bagi saya pribadi, Sawahlunto itu memiliki apa yang terlupakan saat ini. 
Sebuah kota yang punya konseb dan terlebih lagi menjadi contoh bagi kota yang 
lama yang ada di Indonesia. Bagai mana mereka mendaur ulang sebuah kota, tidak 
menghancurkan tidak juga membangun dan tidak juga merusak kota tersebut. 
Sehingga sebuah media nasional (TEMPO) yg memiliki oplah besar pun mengangkat 
Kota Sawahlunto dan Walikotanya menjadi tokoh 2007, suatu penghargaan yg 
positif. Dari situ ibu bisa lah paham, atau mau tahu, cari sendiri jawabanyo ka 
Sawahlunto.
  
Banyak kota di Indonesuia, demi sebuah PAD (pendapatan Asli Daerah) mereka 
dengan seenak perutnya menghancurkan sebuah kota. Banguan tua berobah dengan 
ruko-ruko.   
Dimana pun kota yang berbudaya selalu ada museum yg respresentatif. Disitulah 
tersimpan sedikitnya perjalanan sebuah kota direspresentasikan. 
Terus terang awal dibikinnya sebuah pameran foto dan diskusi ini pun berawal 
dari ngobrol2 dan diskusi ringan saya dengan walikota. Saat ini Sawahlunto 
sudah masuk dalam tahap pemasaran setelah melalui masa pembenahannya. Jadi saya 
tawarkan saja bagaimana kalau kita sebarkan informasi di Jakarta, karena 
bagaimana pun semua  atau bermacam ragam orang ada disitu. Kalau mau berjualan 
, jangan lah berjualan disalingka kito, karena kito serta para dunsanak sajo 
nan tahu. Kalau dijakarta banyak pangsa pasar yg bisa dikerjar. baik yg ingin 
ka sawahlunto, para investor dan segala macam peminat wisata yg menginginin. 
Sedangkan seminarnya, kita ingin sebanyak mungkin mendengar dan moga2 banyak 
solusi yg kita dapat, karena kita mengundang banyak ahli disitu. Itu lah 
segetek gambaran dan carito pendek dari ambo

Kalau ibu di Jakarta mungkin bisa banyak kita berdiskusi, Apalagi bisa hadir 
pada pembukaan pameran fotografi tgl 29 feb jam 15.30 wib atau tgl 1 maret dari 
jam 9 s/d 2 juga di museum nasional jl Mardeka Baret 12

Wasallam,

Nanang sedang di Medan 

----- Original Message ----
From: Ade Zur <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Tuesday, February 26, 2008 12:02:33 PM
Subject: [EMAIL PROTECTED] Re: Promosi Wisata Sumbar tidak Sesuai Kenyataan - 
PULANG BASAMO SADUNIA

Memangnya di kota Sawahlunto ado apo yo?




Date: Sun, 24 Feb 2008 19:48:37 -0800
From: [EMAIL PROTECTED]
Subject: [EMAIL PROTECTED] Re: Promosi Wisata Sumbar tidak Sesuai Kenyataan - 
PULANG BASAMO SADUNIA
To: [email protected]


Sebenarnya yg menjadi masalah ialah Para pejabat Parawisata Profinsi di 
Sumatera Barat. Ada sebuah daerah yang maju dan berpikiran lebih cerdas mereka 
tidak terima. Ada Pejabat negara tetangga yang mau mengunjungi saslah satu 
kota, penjabat Sumbar mangambok dan sudah tu titunjuak2 lah batang iduang urang 
kota tu (salah satu kota di sumatera barat). 
Jadi manuruik ambo kalau io kanio maju tu iyo dipiliah urang yg berjiwa besar.
 
Sabananyo nio bana ambo datang ka pertamuan tu, buka2an sajo kita disitu. Tapi 
sayang tgl 27 feb ambo di Medan dan baliak tangah malam.
 
Kalu buliah ambo menyebarkan brosur pameran foto Sawahlunto, ambo batarimo 
kasih banyak
 
 
----- Original Message ----
From: Nuraini B Prapdanu <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Cc: MAPPAS <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED]
Sent: Monday, February 25, 2008 9:31:38 AM
Subject: [EMAIL PROTECTED] Re: Promosi Wisata Sumbar tidak Sesuai Kenyataan - 
PULANG BASAMO SADUNIA


Mak Uncu dan dunsanak Kasadonyo, 
 
Mantap ...Mak uncu Jangan patah semangat , Promosi jalan Taruih ....memang 
sangat sulit dan dilematis disatu sisi gembar - gembor promosi bagaimana  upaya 
mendatangkan wisatawan sebanyak - banyaknya , disisi lain ketidak siapan 
masyarakat menyambut kunjungan wisatawan , pembenahan harus segera dilakukan 
dan ini merupakan tugas dan tanggung jawab kita bersama....selamo ko Mappaspun 
indak mengenal lelah untuk mengana - ngana an pemerintah , namun memang keadaan 
dilapangan agak sulit dikendalikan , inilah yang dikeluhkan oleh Kadisparprov 
Sumbar perihal SDM merupakan hal yang tersulit untuk ditangani bagaimana 
merubah paradigma masyarakat dan memberikan pemahaman bahwa imbas Pariwisata 
memberikan kesejahteraan dan  multiplyer effect kepada mereka dan bersama - 
sama untuk memberikan pelayanan terbaik kepada wisatawan Sumbar, dan beliau pun 
telah melakukan koordinasi dengan pejabat pariwisata daerah setempat, seperti 
halnya persiapan pulang basamo 2008 mereka
 katakan telah siap dan juga telah koordinasi dengan pejabat perwakilan daerah 
yang akan dikunjungi , hal ini beliau sampaikan dalam forum pertemuan dengan 
para pemeduli pariiwisata dalam acara dialog yang diselenggarakn MAPPAS bulan 
Januari lalu, dan himbauan Mappas untuk menjadikan Issue Pulang basamo ini 
menjadi Issue Nasional dan dijadikan icon Sumbar , berkaitan denga Visit 
Indonesia Year 2008 kalau Sumsel punya Visit Musi 2008 , Sumbar punya " PULANG 
BASAMO SEDUNIA 2008" .
 
Pada saat pertemuan informal MAPPAS dengan President Minang USA Bapak Malik  
yang dihadiri Ketum Mappas Bapak Saafroedin Bahar, Sekjen Nuraini ,  Dept 
Komunikasi Arief , Yualita, Wiwik , dan pemeduli pariwisata Bobby Lukman dan 
Sekjen MPKAS Da Nofrins , hari rabu tgl 20 Februari 2008 yang lalu , bertempat 
di Restaurant Natrabu Jakarta , hal ini pun kami sampaikan siap dukung kegiatan 
Pulang Basamo 2008 , tidak seberapa penting jumlah wisatawan yang akan datang , 
tapi issue ini yang harus selalu diangkat , sehingga akhirnya pulang basamo 
sadunia ini benar - benar terwujud , tidak hanya rombongan dari Amerika , juga 
dari Singapore ( Uda Junaidi ba'a Khabar ?  ) , Australia , Malaysia , UK ( Uni 
Nani dan Uni Zeinitta Gibbons ).
 
Himbauan dari President Minang USA berkaitan dengan Pulang Basamo Sedunia 2008  
adolah  Pulang Basamo ini merupakan kegiatan awal perintis dimana rombongan 
terdiri dari orang minang dan non minang , untuk itu harus benar - benar 
diperhatikan , bagaimana mewujudkan kunjungan pertama ini merupakan suatu 
kunjungan yang tak terlupakan,  tentunya dengan kenangan yang manis bukan 
pengalaman yang tidak menyenangkan yang membuat kapok untuk balik lagi , 
pelayanan harus ditingkatkan, bagaimana kebersihan Toilet , kegiatan dan 
atraksi yang menarik, tentunya diharapkan kesuksesan dalam kunjungan pertama 
ini akan  menjadi rutin dan agenda tahunan , dan diharapkan juga koordinasi 
dengan melibatkan organisasi setempat, misalnya  seperti di Pariaman ada PKDP 
yang bisa dimintakan untuk kerjasama, ketika rombongan mengujungi Pariaman 
diharapkan PKDP turut ambil bagian bersibuk - diri , demikain juga daerah 
lainnya ... 
 
Banyak hal menarik yang dibicarakan pada saat pertemuan tersebut , mulai dari 
persiapan , sampai sosialisasi , stiker dan WSTB , pertemuan yang singkat namun 
padek bana mambuek paruik litak , untuang pertemuan batampek di Natrabu , jadi 
hidangan bisa langsung di gelar ...dilanjutkan  makan jo samba lado hijau dan 
gulai sampadeh iyo lamak banaaa ...mintuo lalu indak tacaliak doh...
 
Mappas mengagendakan untuk membahas dan menyusun agenda , pembagian tugas , 
melakukan koordinasi langkah - langkah yang akan dilakukan  dalam pertemuan  
yang akan datang pada hari Rabu Tanggal 27 Februari 2008 , Jam 18.00 Wib 
bertempat di Restaurant Natrabu Jl, Agus Salim Sabang , bagi dunsanak nan ingin 
turuik  sato hadir , urun rembug memberikan saran dan masukan , diminta untuk 
melakukan konfirmasi lebih dulu , agar tidak kecewa indak kebagian tampek , 
seperti biaso ambo menyiapkan tampek untuak 30 orang .
 
Salam, 
Nuraini 
Sekjen MAPPAS 
 


From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of 
dutamardin umar
Sent: Monday, February 25, 2008 8:06 AM
To: [email protected]
Subject: [EMAIL PROTECTED] Re: Promosi Wisata Sumbar tidak Sesuai Kenyataan


Ambo ma-amini tando satuju jo kato sanak Tulus tu.
Yobana tulusnyo inyo bakomentar. Namun awak jan
sampai manyarah jo kaadaanko. Masak kalah awak
jo pareman. Bali nan alah maju wisatanyo masih baparang
jo kriminal. Mak Ngah kanai ciloknyo di Granada, Spanyol.
Di Paris-pun banyak pulo tukang palak dakek Menara Eifel.
Di Ulando ambo kanai palak di Rotterdam dek pareman
ambon. Di Pasa ateh ado pula nan mancubo mangaruak
saku ambo. Kamanga awak lai. Sia nan namuah jadi
preman. Ikokan tapaso kaadaan sajo.
 
Mappas maju taruih mangana-an pemerintah soal paremanko.
Agak bainsuik nampaknyo tungku ciekko.
Mimpi ambo mambao rombongan pulangbasamo dari USA,
nampaknyo agak susah diwujuikkan, Tapi kami indak manyarah.
Promosi Wisata Sumbar taruih kami lakukan di Amrik.
 
Maju terus Minang jo wisatanyo!
 
ajoduta.60+/usa

Bot S Piliang <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Kalau mau jujur, ini adalah BENAR dan kenyataan di lapangan. Mudah-mudahan 
tulisan ini juga sampai pada pihak yang bersangkutan, PEMDA, NInik Mamak, dsb.

Salam


----- Original Message ----
From: Sandi Yudha <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Monday, February 25, 2008 7:02:19 AM
Subject: [EMAIL PROTECTED] Promosi Wisata Sumbar tidak Sesuai Kenyataan


Kepada nan berwenang dalam masalah pariwisata Nagari tacinto SUMATERA BARAT 
mudah-mudahan dapek segera ditanggulangi...dulupun ambo pernah agak tabarek 
mancaritokan masalah premanisme...kini iyo bana sadiah hati mambaco surek kaba 
nan mangatokan Wisata SUMATERA BARAT tidak sesuai kenyataan...
 
Promosi Wisata Sumbar tidak Sesuai Kenyataan 
PADANG--MI: Pelaku bisnis pariwisata internasional Ridwan Tulus mengatakan, 
sejumlah promosi wisata yang dilakukan Pemerintah Provinsi Sumbar banyak yang 
tidak sesuai kenyataan di lapangan (di objek wisata) sehingga hal ini akan 
berdampak buruk terhadap pencitraan daerah ini.
"Sebagai contoh, Sumbar dipromosikan dengan masyarakatnya yang ramah terhadap 
tamu (wisatawan, red), tapi nyatanya di objek wisata keramahtamahan masih jauh 
dari yang disampaikan dalam promosi," kata Ridwan kepada Antara di Padang, 
Minggu (24/2).
Bagaimana bisa dikatakan ramah, jika di objek wisata masih ada praktik 
premanisme (pemaksaan pada pengunjung), tambahnya.
Kemudian para wisatawaan dimintai membayar tiket, tapi berbagai fasilitas bagi 
mereka justru tidak ada di objek wisata. Belum lagi soal tiket masuk yang 
kadang dimintai lebih dari satu kali kepada pengunjung, kata Ridwan.
Contoh lainnya, dalam promosi wisata banyak ditampilkan atraksi budaya seperti 
tarian khas Minang, namun saat wisatawan datang ke daerah itu atraksi tersebut 
justru sulit ditemukan, tambahnya.
Menurut dia, itu baru sebagai contoh buruk yang nyata di obyek wisata Sumbar, 
tapi dalam promosi selalu disampaikan hal-hal yang terbaik untuk menarik 
wisatawan.
Tulus yang merupakan pemimpin biro wisata Sumatera and Beyone dengan segmen 
pasar wisatawan Eropa itu itu menyatakan, promosi yang tidak sesuai kenyataan 
ini akan membuat wisatawan merasa tertipu dan hal ini jelas akan merugikan bagi 
Sumbar secara lebih luas.
"Orang akan enggan datang berwisata ke Sumbar dan akan menyebabkan kerugian 
besar bagi daerah ini, apalagi Sumbar sudah ditetapkan sebagai daerah tujuan 
utama kunjungan wisatawan di wilayah Indonesia bagi Barat," tambahnya.
Ia mengatakan, lebih baik Sumbar melakukan pembenahan menyeluruh di sektor 
pariwisatannya sebelum melakukan promosi ke luar daerah apalagi ke luar negeri.
"Kini prioritas dulu di objek wisata, tingkatkan upaya sosialisasi kepada semua 
pihak terkait pariwisata, terutama masyarakat di kawasan wisata," tegasnya.
Ia menambahkan, masyarakat termasuk pemerintah daerah harus mampu menunjukkan 
sikap ramah terlebih dahulu, baru mengundang wisatawan datang berkunjung.
"Tanpa adanya pemebenahan dan hanya melakukan promosi dengan dana besar, maka 
pariwisata Sumbar justru akan mengalami kerugian," kata Ridwan Tulus. 
(Ant/OL-03)








Looking for last minute shopping deals? Find them fast with Yahoo! Search.












Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.



      
____________________________________________________________________________________
Be a better friend, newshound, and 
know-it-all with Yahoo! Mobile.  Try it now.  
http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ 

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet.
- Tuliskan Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting.
- Hapus footer & bagian yg tidak perlu, jika melakukan reply. 
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur 
pribadi.
- Posting email besar dari >200KB akan dibanned, sampai yg bersangkutan minta 
maaf & menyampaikan komitmen mengikuti peraturan yang berlaku.
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] 

Daftarkan email anda pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Agar dapat melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

  • ... asfarinal, asfarinal, asfarinal, asfarinal nanang, nanang, nanang, nanang
    • ... Ade Zur
      • ... auliah azza
    • ... asfarinal, asfarinal, asfarinal, asfarinal nanang, nanang, nanang, nanang

Kirim email ke