Terima kasih banyak Angku Dr.Suheimi.

Cerita anak kencing ini mengingatkan saya kepada pengalaman pribadi
tahun 1985. Dalam perjalanan enam minggu, kembali dari Makassar, Bali,
Yogya, Salatiga, Jakarta, dari Jakarta ke Bukittinggi  saya naik bis ANS
(jalur Jakarta - Medan). Dalam menghayati tamasya panjang di Tanah Air
ini, dalam bis ANS ini ada tiga yang terselip di ingatan.

1.  Saya ingin melihat daerah sepanjang jalan di Sumatera, namun setelah
melampaui Bandar Lampung di pagi hari, siang terang di luar, di dalam
gelap karena jendela-jendelanya ditutup kain. Alasan, tampaknya sopir
bersama penumpangnya ingin melihat TV orang kelahi silat Kung Fu
terus-terusan. Saya  merasa sedih karena tampaknya di masa itu orang
seperti diindoktrinasi dengan pencak-pencak TV yang violent. Saya tidak
berkomentar, hanya sabar membarut dada, lebih banyak mengintip keluar
dari jendela di samping saya menikmati alam terbuka  daratan Lampung
yang pertama kali saya lalui.

2. Setelah melalui Solok, dengan Sumani mendada dulang, sampailah ANS
menyusur pinggir Danau Singkarak yang indahnya saya rindukan . Saya
menakjubi keindahan danau, ingat ke masa lalu, dupuluh tahun sebelumnya
mencoba mengingat kembali ada tempat tertentu di pinggir danau di mana
saya senang berenang bila ke sana. Di sebelah saya ada seorang anak muda
non-Minang dari Tanah Seberang berdiri berbagi pandangan mengarah danau
dengan saya. Saya mengira dia juga menikmati keindahan yang saya
rasakan. Tetapi, apa kata? Sesudah dia berdiri, menolehkan pandangannya 
ke danau, dia melemparkan kesebalannya kepada saya. "Ini yang Singkarak?
Inikah danau yang dibangga-banggakan indah oleh teman-teman saya Orang
Padang tu?" Dengan rasa kecewa dia mengeluh, "Apa indahnya?" katanya. 
Walaupun hati saya serasa tertusuk, namun, tanpa komentar, saya hanya
tersenyum Nabi yang lemah lembut.

3. Menurun Batagak mengarah Bukittinggi, ANS melancar  laju. Melihat ke
arah kiri antara Cingkariang dan Padang Lua, menikmati lereng Singgalang
ke arah Sungai Tanang dansekitarnya, ke arah kanan manghayati daerah
Sariak Sungai Pua, saya bersyukur kepada Ilahi  akan sampai di
Bukittinggi di depan mata. Para penumpang bersama saya hanya orang Batak
yang akan meneruskan perjalanan mereka ka Medan. Saya senang dengan
penumpang seperjalanan dan rasanya kita seperti sudah bersahabat.
Umumnya mereka sudah letih dan kebanyakan sudah setengah tidur. Tetapi
tiba-tiba apa yang terjadi?

Ada seorang anak kecil,  umurnya mungkin juga antara dua dan tiga tahun,
tidur enak di bangku persis di depan saya. Di bawah tempat duduknya ada
tas saya, tas tentengan yang buka tutupnya di bagian atas.  Tiba-tiba
saya terkejut, saya lihat ada air mencuras, dari bagian belakang bangku
depan saya itu. Curahan air itu tertampung baik oleh tas saya yang
mulutya bagian atas itu. Kalau tadinya saya berbahasa Indonesia dengan
keluarga penumbang Batak ini, sekonyong-konyong Bahasa Kampuang saya
tersembur deagan patah-patah.  "Oih, Paja, Kanciang!" teriak saya
terputus-putus. "Paja! Kanciang!" saya ulangi lagi memberi tahu ibunya
yang sedang terlena tidur...

Saya tidak dapat berbuat apa-apa, hanya bersabar membereskan tas itu
yang kebanyakan isinya kain-kain Bugis pilihan sendiri dari Makassar dan
kain-kain batik dari Yoga untuk kenangan di bawa pulang.  Kata-kata
"Paja! Kanciang" itu masih teringat sampai sekarang sesudah membaca
tulisan Angku Suheimi.  Untung saja ucapan saya patah-patah, seperti
bertanda koma di antara kedua kata itu.  Saya merasa kasihan kepada anak
yang tidur enak basah mengompol dan ibunya yang jadi resah risau
terganggu.  Syukurlah komentar saya hanya hingga dua kata itu, tambah
Astaghfirullah, diiringi kesabaran hati  bimbingan Ilahi. Juga kebetulan
tidak ada lagi Orang Awak di ANS itu yang mungkin akan mengartikan saya 
menyumpah-nyumpah keparat tanpa koma,  "Paja kanciang!"

Sampai di Kampuang, saya terpaksa minta kemanakan saya mencucinya 
membersikan siraman air kencing dalam perjalanan panjang  penuh kenangan
itu.

Salam,
--MakNgah
Sjamsir Sjarif



--- In [email protected], suheimi ksuheimi <ksuhe...@...> wrote:
>
> KENAPA  NABI  MUHAMMAD  SEHAT  (7)
> Oleh : K SuheimiÂ
>
> Saya diminta beri ceramah di Masjid Al Fath PMC tentang kenapa Nabi
Muhammad Sehat?
> Saya mulai dengan satu kisah menarik.
> Satu kali Rasul duduk bersama sahabat. Tiba-tiba datang anak kecil
kira-kira  umur 2-3 tahun, anak ini duduk di pangkuan Rasul.
>
> Tiba-tiba anak itu kencing. Kencing itu membasahi sorban,baju dan paha
Rasul.
> Betapa terkejut si ibu anak itu menyaksikan anaknya mengencingi Rasul
yang  sangat di muliakannya. Langsung anak itu di rebut dari pangkuan
Rasul, di marahi dan bermacam-macam kata kasar terlontar dari bibir si
ibu.
>
> Rasul memanggil si ibu dan menasehatinya;†Ibu , kencing yg
membasahi jubah, baju dan pahaku ini, sebentar di cuci dia akan bersih,
tapi kata-kata kasar yg engkau ucapkan pada anak itu sampai tua tak
pernah di lupakannya. Makanya jangan berkata kasar.
>
> Rasul terkenal mempunyai ucapan dan sifat yg lemah lembut. Kelemah
lembutannyanya yg banyak mensukseskan semua kegiatannya.
>
> Dan lemah lembut itu pulalah yg menyebabkan badan Rasul itu menjadi
teramat sehat.
> Orang yg lemah lembut di hatinya  banyak rahman dan Rahim. Orang yg
lemah lembut tak akan tergesa-gesa dan tak akan terburu-buru.  Dengan
lemah lembut maka aliran darah di tubuh inipun akan teratur.
>
> Betapa banyak orang  sakit kerna terburu nafsu, tergesa-gesa. Seperti
di kejar-kejar, tak ada ketenangan dan  selalu gelisah.
> Â
> Dalam kelemah lembutan akan ada hati yang  damai, fikiran yang 
tentram dan perasaan yang  tenang. Semua itu merupakan unsur yang 
sangat baik untuk menuju jalan kesehatan.
> Dalam banyak keadaan  Rasul itu yang  menonjol adalah ke lembutan,
sehingga  beliau  memiliki kesehatan jasmani dan rohani.
>
> Ketika saya di Masjidil haram saya saksikan orang-orang yg Hafiz
membaca Al Qur’an kebanyakkan membaca surat Al Kahfi.
> Beberapa Hafiz dari aljarzair, Nigeria,Maroko, turki, India, sri
langka  dan Orang  Arab sendiri  kebanyakan mereka   membaca suat
Alkahfi sesudah tamat di ulang lagi. Surat kahfi ini penting syarat
dengan  ajaran. Surat Kahfi terletak di tengah-tengah Al Qur'an   
bukankah yang  di tengah itu yg tebaik? Dan kata yang  terletak
ditengah-tengah surat Kahfi  dan juga  kata pertengahan Al Qur'an  
ialah kata >Yatalathaf†  artinya “lemah lembut†
>
> Dalam hati saya merenung kenapa yatalathaf itu di hampir semua Al
Qur'an   dicetak  berwarna merah  dan ditulis dg huruf besar? Tentu
pertanda bahwa kata-kata  ini penting sekali  merupakan inti dan hati Al
Qur'an    merupakan puncak dari ajaran  ialah "kelemah lembutan"'
>
> Bukankah banyak peraoalan bisa diselesaikan dengan  lemah lembut 
karena   Allah itu  adalah Al Latif   yang  artinya Maha Lemah lembut
> Dalam hati saya berfikir inti ajaran Islam itu adalah lemah lembut
Banyak hal-hal yang  bisa kita capai dan gapai dengan  ke lemah lembutan
> Berkatalah dengan  lemah lembut, menyampaikan penda#at dengan  lemah
lembut sebagaimana lemah lembutnya Rasulullah Muhammad s.a.w  menghdapi
bangsa  Arab yang  keras.Â
>
> Apa yg tak bisa ditembus oleh ke lemah lembutan?
> Mungkin dunia ini akan aman dan teraaa damai bila didalamnya dipenuhui
oleh ke lemah lembutan
> Seperti 3 orang  pemuda yang  ingin  merubah kezaliamn raja  dan ingin
negri aman dan makmur  mereka  ingin merubah semua kezaliman dan
kemaksiatan dengan lemah lembut. Maka mereka  ditidurka selama 300 tahun
, sehingga waktu terbangun mereka telah mendapatkan negara yang aman
damai penuh kelemah lembutan dan kisah itu benar adanya. Dan kisah itu
bisa kita baca dalam surat Alkahfi.
>
> Guru saya berpesan jika ingin mencapai tujuan dan mendapat yang  di
cita-citakan  capailah dengan  kelembutan
>
> Untuk itu saya teringat akan sebuah Firman suci Nya  dalam Al
Qur'anÂ
> Dan demikianlah Kami bangunkan mereka agar mereka saling bertanya
diantara mereka sendiri. Berkatalah salah seorang diantara mereka:"Sudah
berapa lamakah kamu berada (di sini)". Mereka menjawab:"Kita berada (di
sini) sehari atau setengah hari". Berkata (yang lain lagi):"Rabb kamu
lebih mengetahui berapa lama kamu berada (di sini). Maka suruhlah salah
seorang di antara kamu pergi ke kota dengan membawa uang perakmu ini,
dan hendaklah dia lihat manakah makanan yang lebih baik, maka hendaklah
dia membawa makanan itu untukmu, dan hendaklah ia berlaku lemah lembut
dan janganlah sekali-kali menceritakan halmu kepada seorangpun. (QS.
18:19)
>
> Pekan Baru  27 April 2009



--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain harap mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi;
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke