Padang Ekspres • Senin, 12/12/2011 09:48 WIB • (nia) • 164 klik

Pariaman, Padek—Pesta budaya Tabuik diyakini mampu menanamkan rasa
cinta terhadap budaya sendiri. Selain itu, juga bagian pendidikan
karakter untuk generasi muda dengan senantiasa mengulas sejarah Tabuik
bagian dari sejarah Islam.

Demikian dikemukakan Kepala Dinas Pariwisata Sumbar, Burhasman Bur
saat membuka prosesi puncak pesta Tabuik, di pentas utama Pasar
Pariaman, kemarin (12/12). Prosesi dimulai pukul 06.00 WIB ini,
dihadiri Wali Kota Pariaman Mukhlis Rahman, Ketua DPRD Kota Pariaman
Ibnu Hajar, anggota DPR RI dari PKS asal Sumbar Refrizal, investor
asal Malaysia, serta seluruh ketua DPD PKDP se-Indonesia dan tokoh
masyarakat lainnya.
”Mengenalkan sejarah Tabuik bagi sejak usia dini merupakan bagian
pendidikan karakter. Sejarah Tabuik tak terpisahkan dari sejarah
masuknya Islam ke Minangkabau, sehingga generasi muda paham atas
sejarah daerahnya dan mengambil hikmah dari sejarah itu,” ujar
Burhasman, mantan Kadispora Sumbar itu.
Prosesi puncak ini juga ditampilkan Gandang Tasa dimainkan generasi
muda Pariaman yang berdomisili di Pekanbaru. Wako juga menerima
bingkisan foto Tabuik tahun 1912 hingga 1935 dari panitia Tabuik. Foto
ini didapatkan perantau Minang di Belanda. Foto itu menunjukkan Tabuik
sudah mengakar sejak zaman kolonial Belanda. Pesta akbar tahunan ini
disambut antusias wisatawan lokal dan mancanegara.
Burhasman mengharapkan Pemko bersama warga Pariaman terus melanjutkan
dan memelihara tradisi ini. ”Kalau bisa, pesta budaya Tabuik tidak
hanya dimainkan di Pariaman, tetapi juga di rantau, karena organisasi
perantau Pariaman seperti PKDP tersebar di seluruh Indonesia dan
terkenal solid,” katanya.
Wali Kota Pariaman Mukhlis Rahman salut dengan kepedulian anak nagari
dan warga Pariaman masih menjunjung tinggi tradisinya. ”Semoga kita
mampu mempertahankan warisan budaya bangsa ini hingga anak cucu nanti.
Tabuik juga digelar di Bengkulu, tapi meriahnya tidaklah seperti di
Pariaman. Kalaulah Museum Rekor Indinesia (Muri) bisa melihat
meriahnya alek dan bentuk Tabuik ini, kami yakin Tabuik Pariaman bisa
memecahkan rekor,” ujarnya.
Pesta Tabuik juga mendorong ekonomi kerakyatan di Pariaman. Apalagi,
Pemko Pariaman sudah membangun Rumah Tabuik yang representatif,
sehingga wisatawan bisa melihat lintasan sejarah Tabuik di setiap
zaman.
Prosesi Tabuik diawali dengan pawai pada 1 Muharam dan mengambil tanah
sejak 27 November lalu. ”Tiap malam dimeriahkan kesenian tradisional
di arena pameran pembangunan Pariaman,” kata Ketua Panitia Tabuik,
Sofyan Mursid.
War, 45, pedagang minuman ringan di Pasar Pariaman, panen rezeki
selama pelaksanaan Tabuik. ”Mudah-mudahan Pemko rutin menggelar
iven-iven seperti ini. Tidak hanya Tabuik, juga iven lain agar
perekonomian rakyat menggeliat,” ujarnya. (nia)

[ Red/Redaksi_ILS ]http://padangekspres.co.id/?news=berita&id=18826
-- 



Wassalam
Nofend/35 CKRG

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke