Milisters semuanya ysh,
   
  Dari posting rekan Bambang Tata Samiadji : 
   
  +++: “...Memang benar bahwa pariwisata mendulang devisa yang sangat besar 
(pada tahun 2000 mencapai 5,748 milyar dolar AS.......... .) 
Begitu juga pejuang-pejuang TKI juga mengirim devisa yang tidak kecil. Tapi 
tiap tahun kita selalu kehilangan devisa sekitar USD 6 milyar lebih pertahun. 
Untuk apa? Coba tebak! ......”

  >>>: Bener mas BTS... dimilis ini kita sebaiknya tidak usah terlampau serius 
......... jadi sesekali perlu juga  santai...hehe.. seperti misalnya  main 
tebak-tebakan ....... 
  Ya udah.. nyoba menebak ... tapi kalau  salah tolong bilangin ....
  Dari kehilangan devisa sekitar USD 6 milyar setahun... yang 3.5 milyar  
hilang dari illegal logging .. .. lalu yang 3 milyar lagi hilang dari illegal 
fishing ......
  Lalu saya juga ganti ingin memberikan pertanyaan untuk semua.. untuk  ditebak 
jawabnya.... dan mudah-mudahan saya tidak didukani (diomelin) pak BSP....tapi 
maaf....ini  tidak menyangkut planning.... tapi sedikit menyangkut tentang 
wanita .......
  Pertama...... apa sebabnya wanita dalam bahasa inggrisnya kok  dipanggilnya 
‘woman’?......
  Lalu kedua..... mengapa hantu wanita itu kok umumnya ditampilkan dengan 
memakai daster panjang?......


   
  Dari posting rekan Heri Satono  :
   
  +++: .....Untuk mendukung VIY 2008 kita harus bebas dari bencana dulu.....
  kalau  bencana melulu ya yang mau berwisata jadi sungkan....
  >>>: Sebelumnya saya ucapkan  terimakasih banyak dulu ..... anda yang semula 
seperti terkesan kurang senang untuk membahas masalah ‘isme-isme’ ... ternyata 
bisa saya ‘tepu’ juga untuk tetap berkenan berdiskusi tentang ‘isme-isme’ juga 
.... yaitu tentang ‘tour-isme’...... 
  Tidak ada negara yang bisa bebas dari bencana ...... dan tak ada juga negara 
yang ‘bencana melulu’......
  Bencana banjir dll. jelas datang pada musimnya... demikian juga bencana 
kekeringan, badai topan, tanah longsor, cuaca buruk ....Negara asal wisatawan 
asing juga sama saja .. tak luput dari bencana ....
  Lagipula ... bencana umumnya tidak terjadi merata diseluruh negeri ..... dan 
tidak terjadi serentak pada waktu yang sama .......
  Jadi sepertinya kurang pas untuk menyatakan “kalau  bencana melulu ya yang 
mau berwisata jadi sungkan”....hehe...
   
  +++:...... tapi mungkin kita justru bisa menjual bencana ini menjadi paket 
wisata ya...?.....
  >>>: Ini sepertinya pernyataan bercanda ... tetapi maaf...hehe.. sepertinya 
juga sekaligus mengesankan sikap ’masa bodo’ pada upaya serius pembenahan 
perekonomian nasional kita ..... yang berkait erat dengan masalah angka 
pengangguran kita yang demikian tinggi ....  padahal itu kan jelas memerlukan 
kerja keras dan memerlukan kebersamaan.....atau partisipasi seluruh bangsa... 
dan pariwisata juga masalah keruangan juga lho..... 
   
  +++: ......Tujuan wisata diluar Bali dan Jawa memang hampir tak terdengar..., 
 menurut hemat saya hal itu dikarenakan... 
  "Wisdom" kita umumnya lebih menyukai wisata yang bukan wisata lingkungan 
(Ecotourism)  mereka lebih menyukai wisata kota dan fantasi (artinya ya diluar 
Jawa Bali harus semakin dirangssang terbentuknya metropolitan2 baru).....
  >>>:  Untuk wisman...... masalah utamanya saya kira ..... pertama .... mereka 
umumnya memiliki uangnya .. tetapi tidak memiliki cukup banyak waktu  untuk 
berlama-lama berlibur ... jadi mungkin saja umumnya waktunya yang terbatas itu 
dibagi .... seperti misalnya ‘kunjungi beberapa negara sekaligus’ ... 
masing-masing satu-dua hari saja .... atau kalaupun mengunjungi satu negara ... 
apalagi yang besar seperti Indonesia ... waktunyapun perlu dibagi ... seperti 
misalnya kunjungi beberapa tempat... tetapi masing-masing cukup 1 hari saja 
..... makanya obyek wisata eko yang jauh jaraknya dari tempat kedatangan turis 
boleh jadi kurang dapat dikunjungi.....  
  Hanya orang-orang asing yang benar-benar bisa berada di Indonesia cukup lama 
.. seperti misalnya staf kedutaan asing atau pekerja swasta asing ..... mungkin 
memiliki cukup kesempatan untuk mengunjungi obyek-obyek wisata lingkungan yang 
unik dan jauh dari kota seperti misalnya mendaki gunung..., mengunjungi air 
terjun, danau,  memasuki gua, olah raga menyelam.. dsb.....
  Sebenarnya potensi wisatawan nusantara kita sendiri juga cukup besarnya malah 
lebih besar daripada potensi wisatawan asing....... dan dapat dikatakan  
merupakan penggerak utama dari perekonomian nasional...... 
  Sebagai gambaran di Indonesia jumlah wisatawan nusantara (wisnus) pada tahun 
2000 saja atau 2 tahun setelah kerusuhan 1998  adalah sebesar 134 juta orang 
dengan pengeluaran sebesar Rp. 7,7 triliun. Jumlah ini akan makin meningkat 
dengan adanya kemudahan untuk mengakses suatu daerah. 
....... nah untuk itulah maka dari pihak pelaku lokal ..... setidaknya pemda 
perlu membina karakter etika industri wisata para pelakunya sebagai bagian dari 
sukses pariwisata kita .... karena memang faktor  SDM pelaku pariwisata 
merupakan bagian terpenting dari suksesnya pariwisata nasional kita.......  
   
  +++: .......Bule ke Thailand banyak.... karena "surga dunia" ada disana kata 
mereka. Apakah bulenya salah... tentu tidak... karena ada mekanisme supply 
demand.
  >>>: Wisatawan yang berkunjung ke Thailand, juga Malaysia (masing-masing 
sampai 15 juta orang pertahun) dan ke Singapura (9 juta orang per tahun) ...  
jumlahnya jauh lebih banyak dari yang ke Indonesia (5 juta)... semata-mata 
bukan karena urusan ‘surga dunia’....... tetapi karena secara umum memang  
berkunjung kesana sementara ini jauh lebih menyenangkan daripada ke Indonesia 
....... kalau hanya untuk urusan ‘surga dunia’ mereka juga mudah mendapatkannya 
di Indonesia atau dimana saja ...... 
   
  Sementara demikian dulu dan salam,
  aby        

       
---------------------------------
Looking for last minute shopping deals?  Find them fast with Yahoo! Search.

Kirim email ke