Milisters ysh,
Maksud hati sih tadinya (akhirnya)... Ingin bicara skenario mengembangkan
Counter Magnet City Against Jkt (CMCAJ) ..... Yang dalam berbagai pertimbangan
sering saya maksudkan sebagai usulan Greater Metropolis Makassar....Tapi
ternyata nggak nyampe2...hehe.. Setiap kali selalu muncul topik lain menarik
yang perlu segera dibahas dan sulit ditunda..... Seperti misalnya tentang
Creative Industries dan Creative Class...... Top-down no..bottom-up yes
...dsb............
Pada sebuah diskusi y.l. (12/02/08) .... ada sebuah komentar : Yang saya
tunggu justru ide atau pancingan ...... tentang Metropolitan Ke-2 itu apa.
Bagaimana detail strateginya?.........
Tentu saya juga sudah ingin bicara detil itu.... Tapi kalau ide dasarnya
saja (sistem hirarkhi kota dan prinsip jarak) masih memperoleh banyak
tentangan (atau belum banyak dipahami?) ..... Saya pikir mendahulukan
mendiskusikan atau memperdebatkan dulu kemutlakan perlunya dipakai prinsip
hirarkhi kota (dan prinsip jarak) sebagai alasan kuat untuk mengembangkan
CMCAJ..... Itu perlu lebih dulu dilakukan..........
Dari 3 posting terdahulu.... Setidaknya tercatat beberapa tanggapan atas
pendapat saya tentang perlunya ditegakkan sistem hirarkhi kota ...........
Ke-1 ... pendapat tentang hirarkhi itu kabur maka ia tak perlu..: (padahal
kabur karena memang ia belum pernah dibangun, maka perlu dibangun)............
Ke-2.....pendapat tentang kota2 seyogyanya ber-teamwork dan tak harus
ber-hirarkhi :. ... (seolah kota itu saling bersahabat... saling ramah satu
sama lain.. tanpa pernah konflik... padahal lihat saja tingkah suporter bola
dalam liga nasional... konflik pemda Bekasi, Bogor dan DKI soal sampah..
Tangerang dan Bogor untuk soal sudetan kali Ciliwung ke Cisadane... atau... DKI
hanya mau bekerjasama dengan Bodetabek karena ada maunya... konflik perbatasan
antarpemda... perebutan memenangkan pemilihan lokasi infrastruktur strategis
seperti bandara... dsb)...
Ke-3......semacam suatu pandangan ego monosektoralistik .... yang
mementingkan kemapanan sektor sendiri... keasyikan kaitan dengan ekspor.....
lalu tak peduli multisektoralitas .... seolah bahwa ekspor kenegara asing itu
samasekali tak akan pernah menemui hambatannya.. sampai kapanpun. : Yang
sangat penting adalah membangun jejaring dengan kota atau center of information
lainnya. Itu berdasarkan pengamatan tentang perkembangan kota2 atau settlement
yang berada di pesisir.. Banyak settlement di daerah pesisir yang tumbuh dan
berkembang karena kekuatan budidaya lautnya yang langsung dipasarkan atau
diexport ke LN.........
Ke-4..... semacam pandangan non-business-view ....atau... non-economic
view ......yang keheranan pada pandangan business view dalam memandang
sistem kota.......... : kok 'kota' seperti tentara..... seperti menjadi
komoditi MLM, yang bermuara nun jauh di sono...... apa 'desa' sama seperti
pasukan gerilya... atau 'buto cakil' ?......lalu... hutan, laut dan pulau
kosong kita ga punya status, jadi ga usah dipikirin ... sekedar nasib
pelengkap penderita?....... .
Ke-5.....Top-down no...Bottom-up yes....: seolah bahwa apa yang top down itu
pasti persis sama dengan sentralistikisme... Dan persis sama pula dengan
trauma orde baru... Maka harus dibuang jauh2.... Hingga pasti semuanya buruk...
(padahal : Top-Down tidak harus berarti Sentralistikisme... dan saya pikir
kita tidak dapat mengembangkan sistem kota secara nasional hanya Searah
saja..... Tapi dari 2 arah sekaligus...... Top-down dan Bottom-up.....)....
Kedepan saya pikir akan melanjutkan serial topik saya diatas paralel
berselang seling dengan diskusi topik baru lain yang muncul .......
Dengan rendah hati ... Bagi para milisters yang menginginkan menanggapi tidak
secara terbuka... Saya juga mengundang tanggapan melalui japri... dan tanggapan
kembali dari saya secara terbuka dimilis akan tetap menjaga ketertutupan
identitas penanggap ........
Sementara demikian dan salam,
aby
---------------------------------
Looking for last minute shopping deals? Find them fast with Yahoo! Search.