Hengky, ternyata masih ada kelupaan lagi, yaitu tentang jasa bibir atau lip service , tapi nanti lah sebab memang masih ada banyak sekali bibir-bibir yang menunggu, tapi engga salah kan, Pak Wawo
----- Original Message ---- From: hengky abiyoso <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Cc: [EMAIL PROTECTED] Sent: Monday, April 7, 2008 9:34:23 AM Subject: [referensi] Re: Pak Wawo Re : Menyemai Populasi Kelas Kreatif di KTI (2) Pak Wawo ysh, Terimakasih banyak atas hadiah ‘Kata Pengantar’nya yang seru itu pak....... Cuma pak Wawo rupanya sekarang lebih senang kirim emailnya apa-apa lewat milis saja ... khawatir kalau tidak sampai ya?...... Padahal kalau bounce back masalahnya sering hanya terletak pada kesalahan ‘kecil’ seperti salah penulisan alamat saja lho pak..... Saya perhatikan tempo hari waktu posting tgl. 23 Maret 08 ... bapak kirim ke mas Eko Budik.... bapak ada salah nulis lho .... ‘yahoo’ menjadi ”yahoio”..... tentu saja tidak sampai .....( [EMAIL PROTECTED] ps.com, [EMAIL PROTECTED] com )........... Terus kesalahan berikutnya .... Dari rencana bapak ke Bdg yang tadinya 17 April dirubah menjadi 22 Maret yang itu berarti bapak pasti berangkatnya nanti lewat “lorong waktu”.... saya lalu jadi ragu pak .... yang kata bapak mau lanjut diskusi tentang bibir itu..... diskusinya sebenarnya mau dengan saya atau dengan siapa lagi sih pak?.... hehe...Soalnya entar jangan2 keliru lagi .. ternyata bukan dengan saya?....... Salam, aby Hannie Waworoentoe <waworoentoehannie@ .........> wrote: Hengky, Ternyata saya bisa juga susun Kata Pengantar yang saya janjikan itu, serta saya lampirkan pada posting ini.. Memang ada dua versi, tapi yang baik saya kira versi yang kedua. Nah kalau Hengky masih ada saran saya bisa pertimbangkan, soalnya saya memang belum pasti ke Bandung tgl 17 Maret, karena sudah ada rencana untuk pergi tgl 22 maret, jadi agak terlalu cepat kalau tgl 17. Jadi saya kirim saja lewat posting ini. Mudah-mudahan bisa berkenan. Pak Wawo. PS. Sebetulnya saya masih ingin lanjutkan diskussi kita tentang bibir itu, ----- Original Message ---- From: hengky abiyoso <[EMAIL PROTECTED] com> To: [EMAIL PROTECTED] ps.com Cc: [EMAIL PROTECTED] ups.com Sent: Thursday, April 3, 2008 2:28:07 AM Subject: [referensi] Re: Pak Wawo Re : Menyemai Populasi Kelas Kreatif di KTI (2) Pak Wawo ysh, Terimakasih atas tanggapannya. ... Maaf lho pak... sektor pendidikan terserempet sedikit.... ini sekedar bagian dari intro untuk penyedap dan aktualisasi saja pak ..... tujuan akhir saya sih nantinya akan lebih ke analisis tentang studi kebijakan sektor industri, perdagangan dan investasi... .. dan migrasi ke KTI......... . Tentang langkah kebijakan peningkatan mutu pendidikan ¡ala restorasi Meiji¢ dimasa awalnya pengembangan pendidikan tinggi di KTI ... saya kira memang itu salah satu langkah mula yang strategis... ... saya setuju 100%. dan sepertinya memang tidak ada pilihan lain cara inseminasi lebih baik dari itu...... Hanya bedanya dengan masa Meiji.... kalau yang di KTI banyak yang lalu nyangkut di KBI dan banyak yang nggak baliki lagi ke KTI ya pak?........ Sementara itu pada Meiji mereka setelahnya lalu balik lagi semua ke Jepang dan benar benar membangun Jepang dalam segala sektornya... ..dan nggak banyak yang nyangkut ke bibir Eropa gitu ya pak? (ini disini bapak yang mulai duluan ngomong bibir lho ya... dulu juga gitu ... bibir pasifik... juga bapak duluan)..... .. Eh.. tapi ngomong2 saya masih tetap nunggu kiriman hadiah dari bapak itu lho..... Salam, aby Hannie Waworoentoe <waworoentoehannie@ yahoo.com> wrote: Aby, Tadinya saya belum ingin menanggapi posting Hengky terakhir yang terutama menjurus ke KTI. Sebagai bahan referensi saya kira sudah cukup lengkap apalagi untuk mereka yang belum pernah menyelami atau mengalami KTI itu. Saya juga tidak akan berpretensi mempunyai suatu gambaran komprehensip terhadap wilayah lebih setengah Indonesia itu, tetapi ada satu aspek yang Aby telah kemukakan yaitu perguruan tinggi atau universitas . Memang ingin saya telaah khususnya, walaupun memang juga tidak bisa terlepas dari bagian-bagian lainnya yang Aby telah kemukakan. Setidaknya terdapat 5 perguruan tinggi negeri di SulSel : Unhas, UNM, UIN Alaudin, Politeknik Mesin Makassar, Politeknik Pertanian Makasar, beberapa universitas swasta seperti UMI, Univ.45, Unika Atmajaya, UKI-Paulus dsb........ Pada tiap propinsi di KTI setidaknya terdapat masing2 1 univ. negeri seperti Untad di Palu, Unsrat di Manado,Unhalu di Kendari, Uncen di Papua,Unpati di Maluku dsb. Tetapi sekedar catatan..... angka kegagalan ujian nasional di Papua adalah 73% pada 2005..... dan banyak lulusan terbaik dari KTI memilih memasuki ITB, IPB, UGM....... Ini merupakan tugas berat perguruan tinggi di KTI untuk bersaing baik secara regional mau-pun nasional menarik lebih banyak lulusan terbaik siswa SLA di KTI...... Begini Aby, waktu saya mulai memimpin UNSRAT pada tahun 1976, maka penilaian dilemma terakhir ini saya perbandingkan sebagai berikut - sebetulnya saya mengambil prinsipnya dari zaman Meiji di Jepang, dimana Jepang sengaja mengirimkan tenaga-tenaga untuk dididik keluar negeri, versi yang hampir sama juga telah dilakukan oleh India pada waktu ingin membangun industri besiu baja nya, kebetulan saya disuruh mempelajari sistim itu pada waktu Biro Perancang Negara RI sedang mempersiapkan proyej besi baja Cilegon , dan juga aluminium di Asahan. Anyway dalam konteks UNSRAT pada tahun tujuhpuluhan jauh lebih menguntungkan to send the best sons and daughters to ITB, IPB, Gajah Mada, dan Airlangga(terutama utk kedokteran) daripada to produce your own with limited means. Soalnya tempat yang terbatas yang ada di manado itu sih memang digunakan untuk the weaker brothers (tapi nyatanya sih engga terlalu weak tapi jelas 'homegrown' Tapi saya engga miukir pro contra, tapi seperti Meiji Jepang, yang penting adalah hasil akhir. OK ternyata kini pada tahun 2007, generasi tujuhpuluhan sebagian besar sudah kembali dan mereka ternyata tidak usah bersaing dalam kata mencari lapangan kerja, on the contrary jikalau ada yang dapat kerja di Jakarta atau malahan sampai keluar they are free to do so, sebetulnya sebagai TKI sih tetap menguntungkan, kalau dia kembali ke minahasa yah dia udah tahu sendiri dia engga mudah bisa mnakan tempe atau baso kaya di Jawa. Nah Aby saya pikir engga usah kita terlalu sukar melihat umplikasi keterbelakangan KTI itu, rasanya itu suatu masalah statistik yang rada picik. Barangkali sepuluh tahun lagi sudah tinggal 'survival of the fittest" di manado maupun juga di bandung, bogor atau Bonn atau Berlin , semua harus membuktikannya. . Jadi terima kasih untuk data perbandingan Aby, tapi seperti analisa ekologis saya dulu utk Singapura dan Jakarta, a simple comparison is not fair, karena nanti akan ada perubahan speciesnya, si lulusan manado atau lulusan jawa dua-duanya akan harus menemukan niche-nya, cuma niche jawa atau indonesia memang tidak seragam dengan niche papua atau menurut persepsi Aby 'bibir manado' itu. Terus terang Aby saya belum pernah rasakan bibir manado, walaupun saya akui sudah menikmati bibir dan jiwa solo salatiga. You rock. That's why Blockbuster' s offering you one month of Blockbuster Total Access, No Cost. You rock. That's why Blockbuster' s offering you one month of Blockbuster Total Access, No Cost. You rock. That's why Blockbuster' s offering you one month of Blockbuster Total Access, No Cost. You rock. That's why Blockbuster' s offering you one month of Blockbuster Total Access, No Cost. ____________________________________________________________________________________ You rock. That's why Blockbuster's offering you one month of Blockbuster Total Access, No Cost. http://tc.deals.yahoo.com/tc/blockbuster/text5.com

