Maksih atas infonya tentang kelautan Indonesia serat berbagai permasalahannya, 
saya masih tetap berharap agar informasi tentang hal yang sama dapat diemail 
kesaya termasuk info2 lainnya yang dapat menjadi reference bagi penulisan kami 
tentang sinkronisasi program pemanfaatan ruang di kawasan perbatasan Morortai, 
yang mana kawasan ini adalah merupakan kawasan yang berbatasan laut dengan 
negara Palau.
Sekali lagi makasih yach atas informasinya
Salam saya
rekan


----- Original Message ----
From: Ferrianto Djais <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Wednesday, May 7, 2008 9:03:56 AM
Subject: RE: [referensi] Re: wilayah laut kita


ysh pak Eka, soal kapling mengkapling hampir terjadi di seluruh kawasan pesisir 
yg memiliki kepadatan penduduk relatif padat. masalahnya di perparah lagi 
dimana adanya wilayah 0-4 mil; 4-12mil; >12mil. pengkaplingan ini kiranya 
menjadi persoalan yang cukup berat. Beda dgn di darat - diatas kabupaten ada 
wewenang provinsi; dan di atas provinsi ada kewenangan nasional - jadi system 
keterkaitan mechanism development nya cukup clear. tapi di wilayah laut terjadi 
pengkaplingan, sebenarnya wilayah laut itu berada dalam satu kesatuan ecosystem 
- dimana selalu dipersoalkan bila provinsi melaksanakan kegiatan di antara 0 - 
4 mil. sbg renungan . salam ferri djais



________________________________
To: [EMAIL PROTECTED] ps.com
From: [EMAIL PROTECTED] com
Date: Tue, 6 May 2008 17:09:00 +0000
Subject: [referensi] Re: wilayah laut kita


Pak Rofiq ysh,
Perlu juga memperhatikan catatan Pak Wawo  di Banggai, terutama untuk 
menafsirkan Urbahari (dulu bersama Pak Hendro diperkenalkan juga istilah 'urban 
maritime').
Kapling laut itu rupanya mendasari UUPD 1999 menetapkan batas 4 mil untuk 
wilayah kabupaten, dan lupa untuk menetapkan batas hingga kecamatan ya pak? 
Padahal kitab hukum laut orang Bugis  membatasi hingga eternity.
Fenomena pulau kecil ini pernah sampaikan sebelumnya . Salam.
-ekadj

--- In [EMAIL PROTECTED] ps.com, Aunur rofiq <aunurrofiqhadi@ ...> wrote:
>
> Pak Eka saya baru pulang dari Banggai (ibukota Kab Banggai kepulauan) yang 
> bersebelahan dengan kepulauan Sula (daerah kekuasaan Pak Eka). Orang Banggai 
> sekarang sedang meradang, pasalnya ibukotanya menurut undang-undang harus 
> pindah ke Salakan di Pulau Peleng (pulau yang lebih besar). 
> Banggai sebenarnya merupakan kota pelabuhan yang disinggahi oleh Kapal 
> Penumpang Sinabung seminggu sekali. Kapal ini menghubungkan Banggai dengan 
> Manado di utara dan Bau-bau di selatan. Di Banggai sedang berkembang budidaya 
> mutiara dan rumput laut, nah inilah yang memerlukan pengaturan karena setiap 
> kelompok telah mengkapling lahannya untuk budidaya, luasnya lahan yang 
> terkapling sudah sangat merisaukan penduduk setempat, karena kelompok yang 
> mengkapling bisa berasal dari kecamatan atau pulau sebelah. Karena saat ini 
> tidak ada sertifikat lahan di laut maka mereka yang mengkapling lebih dahulu 
> merasa yang paling berhak. Kota Banggai bukan terletak di Kabupaten
> Banggai tetapi di pulau Banggai sebelah barat kepulauan Sula. 
>
>  Salam
> Aunur Rofiq



________________________________
Share your beautiful moments with Photo Gallery. Windows Live Photo Gallery


      
____________________________________________________________________________________
Be a better friend, newshound, and
know-it-all with Yahoo! Mobile.  Try it now.  
http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ

Kirim email ke