Mayjen Saurip Kadi Diskusi di Ultimus, Kenapa Tidak?! Diskusi / Bedah Buku "MENGUTAMAKAN RAKYAT: KONTRAK SOSIAL RAKYAT DENGAN CALON PRESIDEN" Wawancara Mayor Jenderal Saurip Kadi oleh Liem Siok Lan "MENEMBUS BATAS: MENGEMBANGKAN WAWASAN GLOBAL UNTUK MENEMUKAN SOLUSI BANGSA" Selasa, 13 Mei 2008 Pukul 19.00 WIB Di Halaman Samping Toko Buku ULTIMUS Jl. Lengkong Besar 127, Bandung, 40261 Telp./Faks. 022 423 7060
Pembicara/Narasumber: Mayor Jenderal TNI Saurip Kadi, SE, MM Liem Siok Lian Samsir Mohamad (bekas anggota Konstituante dan MPRS) Moderator: Sadikin (pengelola situs RK dan www.mediabersama.com) CP: Bilven (0812 245 6452) / Ultimus (022 - 423 7060) Diskusi ini selalu gratis dan terbuka untuk umum. Informasi lebih lanjut bisa dilihat di: http://www.mengutamakanrakyat.org/ http://www.mediabersama.com/ http://www.rumahkiri.net/ Cukilan Buku: Mengutaman Rakyat: Kontrak Sosial Rakyat dengan Calon Presiden Wawancara Mayor Jenderal Saurip Kadi oleh Liem Siok Lan Saurip: Mengutamakan RakyatSistem kenegaraan yang berlaku selama ini, secara objektif rasional, tidak mungkin menjamin negara bisa berhasil mengemban misinya. Hubungan antar- kelembagaan belum diatur sebagai suatu rangkaian yang saling berinteraksi secara harmonis dalam sebuah totalitas sistem. Belum lagi, dalam menerapkan demokrasi, kita dapati konsep sistem Kepartaian, Pemilu, dan Otonomi Daerah yang inkonsisten satu sama lain. Hal ini membuat keadaan makin semrawut. Indonesia tidak punya pilihan kecuali melakukan "corporate restructuring" menuju model BUMR (Badan Usaha Milik Rakyat) bertumpu pada People Cybernomics, di mana sentra-sentra produksi masyarakat diorganisirdalam sebuah jaringan perdagangan dan keuangan yang berbasis teknologi informasi telekomunikasi, sehinggaterbentuk jaringan pasar lokal, nasional dan menjangkau global. Sementara, sektor swasta terbuka untuk inovasibaru dari para entrepreneur yang kreatif dan kompetitif. Para pengusaha besar yang berpengalaman, dapatbersinergi dalam model business-linkage dengan sektor kerakyatan, melalui skema penjaminan dari pengusahabesar sehingga perbankan percaya mengucurkan kredit. Maka, semua komponen masyarakat hidup secara harmonis dalam bingkai Korporasi Indonesia Baru (The New Indonesia Incorporated). Kata kunci untuk keluar dari keterpurukan adalah pemimpin yang kuat, yaitu pemimpin yang mempunyai keberanian lebih, tidak takut risiko dan siap berbuat salah sekalipun, untuk menemukan kebenaran. Dan yang pasti, ia yang tidak takut berbuat benar. Dia juga harus punya solusi, dan paham paradigma baru dalam pengelolaan negara ke depan. Siap bertanding di arena global. ".... Dan ketika kekuatan ini membesar, SBY yang terlanjur berada di posisi sebagai simbol, menjadi sulit untuk mengendalikan kekuasaan riil tersebut. Maka, rakyat melihat dan merasakan adanya jurang antara kekuasaan simbol yang diperankan SBY dengan kekuasaan riil yang berada di tangan JK. Komplitlah sudah hilangnya "kekuasaan" dari jabatan yang diembannya...." ".... Bagaimana mungkin, tambang dan hutan dibagibagi kepada pihak-pihak tertentu, melalui pasar modal mereka mengeruk uang ratusan juta US dolar dengan mudahnya. Mereka sudah mengeruk keuntungan di luar keuntungan bisnisnya itu sendiri. Namun ketika pemerintah (Pusat ataupun Daerah) akan membangun Rumah Sakit di sekitar lokasi penambangan, dengan susah payah mencari investor...." Kembali

