--- On Fri, 7/18/08, "yoshi" fajarkresnomurti <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: "yoshi" fajarkresnomurti <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: saksikan pentas Babad Kampung FKY XX | SURYOWIJAYAN MANTU
To: [EMAIL PROTECTED]
Date: Friday, July 18, 2008, 4:35 AM



Suryowijayan : Tumpek
Bleknya Pelawak Jogja 

   

Pada Sabtu, 19 Juli 2008, di Suryowijayan akan menjadi ajang
berkumpulnya para pelawak kenamaan Yogyakarta. Para pelawak tersebut akan turut
meramaikan pentas kethoprak guyonan dalam lakon “Suryowijayan Mantu: Rebut
Tresno Tapi Wurung“. Kethoprak ini merupakan pentas utama dalam program
Babad kampung FKY XX, di Suryowijayan. 

Sebelum pentas kethoprak tersebut, terdapat beberapa acara lain
yang mengawali. Pada pukul 10.00, akan dibuka pasar rakyat yang menampilkan
produk-produk kuliner dari masyarakat Suryowijayan. Pasar yang akan berlangsung
hingga malam hari ini, juga akan dimeriahkan dengan musik yang dimainkan oleh
band dari kampung Suryowijayan. Pentas musik ini akan berlangsung dari pukul
15.00 hingga 17.00.  

Pentas utama kethoprak guyunon Suryowijayan akan berlangsung
dari pukul 19.00 hingga 23.00. Kethoprak ini akan dimainkan oleh
pelawak-pelawak yang namanya sudah tidak asing lagi di telinga kita. Pelawak
seperti Jonet, Kuncung ( Mbah Darmo ), Titik Renggani, Rulli, Harri Darmo,
Waluh, Dalijo, Wahono, dan Parmi, akan memeriahkan acara pentas utama ini.
Selain bermain, Harri Darmo juga merupakan sutradara dari pementasan ini. 

Sejarah Suryowijayan sebagai sebuah kampung yang menghasilkan
banyak pelawak jogja, merupakan sebuah magnet tersendiri bagi para pelawak ini
untuk tampil dalam pementasan. Suryowijayan memang dapat dikatakan sebagai
salah satu kampung yang menjadi pelopor dan aktif menggiatkan kesenian
kethoprak di Yogyakarta. Pementasan para pelawak ini menjadi sebuah penghargaan
tersendiri terhadap sejarah Suryowijayan dan kesenian kethoprak.  

Kethoprak ini mengangkat cerita mengenai sebuah keluarga yang
sedang dililit utang. Si ayah berhutang uang yang cukup banyak
kepada seorang juragan kaya raya yang telah berusia tua (sebut saja si juragan
bernama Suryowijoyo). Karena sudah jatuh tempo untuk membayar hutang,
Suryowijoyo mendatangi rumah keluarga tersebut untuk menagih. Dan karena sang
bapak belum punya uang untuk membayar hutang, maka rumah dan seisinya akan di
sita sebagai pengganti uang yang dipinjam. Persoalan inilah yang menjadi latar
belakang cerita dari kethoprak guyonan Suryowijayan. 

Interaksi para pelawak berkumpul dalam
sebuah pementasan kethoprak, di Suryowijayan yang terkenal sebagai kampung
kethoprak, dan apresiasi masyarakat Suryowijayan, menjadikan program Babad
Kampung FKY XX Suryowijayan menjadi sesuatu yang patut dinantikan. 




      


      

Kirim email ke