Pandean: Tradisi Kuno di Kampung Kota 

Program Babad Kampung ke VI, FKY XX, Kamis
24 Juli 2008 – Sabtu, 26 Juli 2008 

   

Tradisi
Jenang Manggul merupakan salah satu tradisi nenek-moyang kampung Pandean. 
Tradisi
Jenang Manggul dilaksanakan sebagai penyempurna dari serangkaian ritual yang
dilakukan seorang empu tatkala akan membuat sebuah pusaka. Seorang empu untuk
mampu menghadirkan pamor yang dahsyat ke dalam benda pusaka yang akan
dibuatnya, haruslah melalui serangkaian puasa berhari-hari lamanya. Tidak hanya
menahan lapar dan dahaga, namun juga harus mengalahkan nafsu dalam dirinya.
Setelah serangkaian ritual yang berat terlampui, seorang empu haruslah
melaksanakan ritual jenang manggul untuk menyempurnakan proses ritual sebelum
membuat benda pusaka.  

Bagi
seorang empu, tradisi jenang manggul sangat penting artinya pada jaman dulu.
Sekarang, walaupun kampung Pandean tidak lagi berisi para empu pembuat pusaka,
namun tradisi jenang manggul ini tetap hidup. Setiap tahun sekali, seluruh
warga dikumpulkan untuk melangsungkan tradisi ini. Semua yang hadir dibagi
sepiring jenang manggul yang dibuat dari bubur dilengkapi lauk sambal goreng,
krecek, kedelai hitam, kacang tanah, telor, dan kerupuk. Sebelum menyantap,
warga diberi suguhan makanan ringan dan air minum. 

Tradisi
jenang manggul, yang merupakan sebuah bentuk tradisi masa lalu, dihadirkan
kembali oleh masyarakat Pandean dalam konteks masa kini. Tradisi jenang manggul
tidak lagi dilihat sebagai milik para empu pembuat pusaka. Bagi masyarakat
pandean, tradisi jenang manggul lebih memiliki arti sebagai ritual untuk
meminta keselamatan pada Tuhan di masa depan. 

Penggunaan
tradisi masa lalu untuk melihat masa depan inilah yang dihadirkan oleh
masyarakat Pandean. Melalui Program Babad Kampung FKY XX, masyarakat Pandean
mencoba melihat masa depan melalui tradisi-tradisi kuno. Rangkaian program di
kampung Pandean ini, berlangsung mulai Kamis, 24 Juli 2008 hingga Sabtu, 26
Juli 2008. 

Jadwal Acara 


 
  
  No. 
  
  
  Tanggal 
  
  
  Waktu 
  
  
  Acara 
  
  
  Tempat 
  
 
 
  
  1. 
  
  
  Kamis, 24 Juli 2008 
  
  
  11.00 – 23.00 
  
  
  Tok
  Tok Galeri 
  
  
     
     
     
  Komplek
  Masjid Ibrahim Pandean 
  
 
 
  
  Pasar
  Rakyat : Jajanan Tradisional 
  
 
 
  
  Gejog Lesung 
  
 
 
  
  Sendratari 
  
 
 
  
  Pentas Utama Kethoprak “Banjaran Babad
  Pandean” 
  
 
 
  
  2.  
  
  
  Jumat, 25 Juli 2008 
  
  
  11.00 – 23.00 
  
  
  Tok Tok Galeri 
  
 
 
  
  Pasar Rakyat : Jajanan Tradisional 
  
 
 
  
  19.30 – 23.00 
  
  
  Doa Bersama dan Pengajian Jenang Manggul 
  
 
 
  
  3. 
  
  
  Sabtu, 26 Juli 2008 
  
  
  11.00 – 23.00 
  
  
  Tok Tok Galeri  
  
 
 
  
  Pasar Rakyat : Jajanan Tradisional 
  
 
 
  
  19.30 – 23.00 
  
  
  Pentas Musik Electone 
  
 
 
  
  Wayang Kulit “Babad Alas Mertani” 
  
 





      


      

Kirim email ke