Betul juga mas Andri ysh,

padahal Jakarta sudah terjadi "penurunan prestasi". Jaman orde baru lebih
dari 85%, sekarang tinggal 70-80%.....
untuk membantu mengatasi sebaiknya para planolog dan sejawatnya sering
belanja barang made in dalam negeri dan daerah, tidak beli dolar,  tidak
naik  mobil pribadi, tidak pakai AC, tidak seminar di hotel
berbintang....dst

Abimanyu

On Thu, Oct 16, 2008 at 1:31 PM, Mohammad Andri Budiman
<[EMAIL PROTECTED]>wrote:

>   Pak Aunur ysh.,
>
> Saya kira yang Pak Aunur kemukakan sangat masuk akal. Saya ingin
> menyampaikan lagi berita "Paduan Suara Duit Kurang" sbb. sementara
> menanti masukan dari rekan-rekan planolog apa yang bisa dikerjakan
> untuk mengatasinya.
>
> http://kompas.com/kompas-cetak/0105/01/DAERAH/padu20.htm
>
> "KALAU semua provinsi, kabupaten, dan kota di Indonesia ini
> dikumpulkan, mereka bisa membentuk kelompok paduan suara yang pantas
> diberi nama Paduan Suara "Duit Kurang". Sebab hanya itu yang mereka
> "nyanyikan" hari-hari ini di tengah krisis ekonomi dan di tengah
> penerapan otonomi daerah. "Lagu" mereka tidak ada kaitannya dengan
> soal cinta atau kisah muda-mudi yang berpacaran, walaupun nadanya
> sedih dan mengeluh. Kecuali barangkali Pemda DKI Jakarta dengan lima
> kotanya yang tidak terdengar banyak mengeluh. Maklum, ekonomi
> Indonesia artinya adalah ekonomi Jakarta dan 70-80 persen uang beredar
> di Jakarta."
>
> Salam,
> Andri
>
> --- In [email protected] <referensi%40yahoogroups.com>, Aunur
> rofiq <[EMAIL PROTECTED]>
> wrote:
>
> >
> > China mempunyai peraturan yang sangat ketat terhadap kepindahan
> penduduk antar provinsi, namun kota besar seperti Beijing, Shanghai
> maupun Hong kong masih menjadi tujuan dari urbanisasi dan pusat
> segalanya termasuk keuangan. Keinginan pemerintah China membangun
> daerah Yunan dan Guangxi melalui investasi infrastruktur besar-besaran
> tetap tidak bisa menarik investasi swasta ke sana, karena uang tetap
> ada di Shanghai, Beijing dan Hongkong.
> >
> >  Salam
> > Aunur Rofiq
> >
> >
> >
> > ----- Original Message ----
> > From: Mohammad Andri Budiman <[EMAIL PROTECTED]>
> > Sent: Monday, October 13, 2008 4:23:30 PM
> > Subject: [referensi] Jakarta, Pusat Segalanya (money included:-)
> >
> > On 10/13/08, ... wrote:
> > > Rekan-rekan,
> > > Jumlah penduduk Jakarta yang kian membludak merupakan salah satu
> > > faktor kerumitan yang mempersulit pembangunan infrastruktur dan
> > > ekonomi ibukota. Mulai pasca Lebaran pekan ini, Pemda DKI Jakarta
> > > menerapkan razia penduduk, Operasi Yustisi.
> >
> > Akar masalahnya ada di sini:
> >
> > "Dalam kasus Indonesia, fakta yang ada sekitar 70-80 persen uang
> > beredar secara nasional, masih berputar-putar di Jakarta. Jakarta
> > bukan hanya pusat pemerintahan, tetapi juga pusat pertumbuhan
> ekonomi,
> > pusat perdagangan, pusat jasa, pusat pendidikan, pusat industri,
> pusat
> > investasi, dan segalanya."
> >
> > [ref: http://www2.kompas.com/kompas-cetak/0506/18/Fokus/1823142.htm
> ]
> >
> > Tidak heran jika Aceh dan Papua minta merdeka. Apalagi Hasan Tiro
> > sudah datang. :-)
> >
> > Salam,
> > Andri
> >
> > ------------------------------------
> >
> > Komunitas Referensi
> > http://groups.yahoo.com/group/referensi/Yahoo! Groups Links
> >
>
>  
>

Kirim email ke