Awalnya berasal dari mimpi,. tapi siapa tau bisa jadi realisasi. Amin. Pemerintah Ingin Papua Jadi Sentra Industri Berbasis Gas
RABU, 31 DESEMBER 2008 | 07:56 WIB TANGGUH, RABU - Pemerintah mendorong agar Papua dijadikan pusat industri berbasis gas. Dengan memanfaatkan gas untuk industri yang lebih kompleks, hal itu akan memberi dampak bergulir yang lebih besar dari sekadar menjual gas alam cair. "Presiden meminta agar dipelajari bagaimana menjadikan lapangan Tangguh ini petrokimia kompleks, bukan hanya ekspor gas alam cair (LNG) supaya nilai tambahnya lebih tinggi lagi. Yang sekarang ini sudah cukup untuk LNG, selebihnya jadi pabrik pupuk, petrokimia, atau industri lain yang mungkin," kata Wakil Presiden Jusuf Kalla ketika meninjau kompleks pengolahan gas alam cair Tangguh di Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat, Selasa (30/12). Jusuf Kalla memberi waktu tiga bulan kepada Ditjen Migas dan Badan Pelaksana Kegiatan Hulu Migas untuk melakukan studi awal terkait cadangan gas yang tersedia dan jenis industri yang bisa dikembangkan di Papua. "Nanti pengembangannya bisa dilakukan oleh pemerintah, BUMN, atau swasta," ujarnya. Wapres mengatakan, potensi gas yang besar di wilayah Papua harus dikembangkan agar bisa lebih maju. Provinsi Papua memiliki luas wilayah daratan 41,8 juta hektar dan luas lautan 228.000 kilometer persegi. Jika Papua bisa menjadi pemasok pupuk untuk wilayah Indonesia timur, lanjut Wapres, Jawa dan Sumatera tidak perlu memasok pupuk ke sana. Kepala BP Migas R Priyono mengemukakan, Tangguh sangat mungkin dijadikan sentra industri petrokimia. "Namun, harus dikaji besar cadangannya, apakah cadangan itu cukup ekonomis untuk dikembangkan. Tambahan cadangan gas Tangguh baru bisa diketahui akhir 2009 setelah eksplorasi yang dilakukan BP Tangguh selesai," kata Priyono. Dirjen Migas Evita Legowo mengatakan, proyek gas alam Tangguh cukup lengkap untuk memproses gas alam cair dan kondensat. Namun, seluruh gas yang diolah dari dua unit kilang dengan kapasitas 7,2 juta ton yang akan beroperasi komersial mulai Mei 2009 sudah habis terkontrak untuk jangka waktu 24 tahun. Evita mengatakan, ada rencana untuk mengembangkan unit kilang ketiga yang bisa didedikasikan untuk keperluan gas domestik. Pemerintah menyetujui proyek Tangguh dengan total investasi 5 miliar dollar AS untuk dilaksanakan tahun 2005. Sebesar 37,16 persen saham proyek itu dimiliki BP Indonesia sebagai operator dari proyek ini. Mitra BP, antara lain, CNOOC Ltd, LNG Japan Corporation, MI Berau BV, Nippon Oil Exploration Berau, Talisman, dan KG Companies. Head of Country Manager BP Indonesia Nico Kanter mengatakan, pengiriman gas pertama akan disesuaikan dengan kontrak. Gas alam cair dari Tangguh sudah mendapat pembeli di Korea Selatan, China, dan Amerika Serikat. DOT Sumber : Kompas Cetak ----------------- Best Regards, Benedictus Dwiagus S. http://bdwiagus.blogspot.com http://bdwiagus.multiply.com "The most difficult thing in the world is to know how to do a thing and to watch somebody else doing it wrong, without comment." - T. H. White :::... Indo-MONEV ...::: Indo-MONEV is a mailing list to build a network of Indonesian People anywhere in the world who are interested, dedicated, and profesionalised to the work on monitoring and evaluation and other related development issues including development aid works, particularly in Indonesia. Join in by sending an email to: [email protected]

