2008/12/25 - ekadj <[email protected]> > ini memang kekuatan TNI kita masih berkumpul di Pulau Jawa wabil khusus lagi adalah di Jakarta. Sebuah skenario kecil, bila terjadi suatu serangan militer (mudah-mudahan tidak hendaknya) ke kota Jakarta saja misalnya oleh suatu serangan bom, maka praktis kekuatan militer nasional kita akan lumpuh.
Bang Haji Datuk Eka dan Rekan-rekan ysh., Ulasan Abanganda ini membuat saya "merinding" saat membayangkan, bila saja terjadi sesuatu di Jakarta seperti reaksi fusi yang uncontrollable ( http://en.wikipedia.org/wiki/Nuclear_fusion) -- yang tentunya sangat-sangat tidak kita harapkan -- maka kita, rakyat Indonesia, bisa kehilangan: -01. 80% penjabat tingkat nasional yang sering muncul di TV. Berikut juga stasiun TV-nya. -02. 100% artis DKI, yang tentu saja sekaligus merangkap artis nasional. -03. 80% uang yang beredar di Indonesia. Baik asli maupun palsu. -04. 50% investasi swasta berbentuk infrastruktur yang ada di Indonesia. Belum termasuk rusunawa. -05. 90% pusat-pusat perusahaan (berikut pimpinan puncaknya) di Indonesia baik milik pemerintah, swasta, asing, maupun compound alias status tak jelas. -06. 100% jalan tol dalam kota di Indonesia. Jenis jalan yang cuma ada di Jakarta. -07. 80% orang-orang terdidik dan berbakat se-Indonesia yang memang sangat suka berpusat di tempat basah. Berikut anak dan menantunya, para gen-gen unggul. -08. Gedung-gedung strategis tingkat nasional seperti DPR, Kementerian, Kantor Wapres, ... ini cukup panjang, cukup tiga saja, saya takut dikira berlebihan. -09. 10 besar orang terkaya di Indonesia berikut keluarga besarnya (tidak termasuk yang sedang "indehoi" di S'pore dan belum diekstradisi. -10. Ini yang paling menakutkan, saya kira: beberapa anggota milis tercinta ini -- yang sedang santai berkumpul di sela-sela membahas pro-kontra aglomerasi Jakarta. Saya kira sepuluh poin sporadis ini cukuplah bagi kita untuk membayangkan, betapa menakutkan akibatnya apabila semua telur dimasukkan dalam satu keranjang. Salam, Andri

