Pembaca yang budiman, Kita tentu mengerti, tidak hanya orang Muslim yang berada di Palestina. Dr. Edward Said, yang eksodus ke Amerika Serikat dengan beberapa sanak-saudaranya adalah seorang Kristiani yang saleh -- yang hingga ia meninggal dunia sangat kritis atas kebijakan luar negeri Amerika Serikat yang berpihak terhadap Israel. Ia banyak menulis buku tentang orientalisme, peradaban, dan cara berpikir, di antaranya sebuah buku yang berjudul, "Covering Islam: How the Media and the Experts Determine How We See the Rest of the World" tahun 1981.
Bisa kita lihat dari judul buku itu saja, seorang Kristiani yang tulus seperti yang terkasih Allahyarham Edward Said pun ingin menunjukkan betapa informasi yang kita terima lewat media sering kali memojokkan pihak-pihak tertentu -- yang dalam kasus kita ini, Islam -- yang dianggap bertentangan dengan ideologi tertentu. Meminjam kata-kata Sardar, seorang Liberalis beragama Islam, "The news from the media is not immediate, but it is media ted" (2000). Pers adalah salah satu pilar kekuatan keempat selain dari Trias Politica yang kita kenal (Laudon & Laudon, 1999). Saya yakin, perlahan dan pasti, kekuatan kelima akan berasal dari para jurnalis independen yang anonimus (Budiman 2009 - unpublished) yang tidak selalu puas atas pemberitaan yang termediasi; yakni, kita sendiri, dengan bantuan teknologi atau pun langsung terjun ke locus delicti. (John Pilger adalah salah satu contoh yang baik. Dan berani.) Mari kita ingat: There are facts, but the facts do not speak for themselves. Jadi, apakah Palestina melulu adalah problem orang Islam sendiri? Selain membaca karya Edward Said sang Kristiani yang saleh yang telah mendahului kita, boleh juga kita bertanya kepada seorang mulia yang kritis (yang dianggap sebagai dissident di negaranya sendiri, Amerika Serikat) dan masih hidup, bernama Noam Chomsky -- seorang profesor dari MIT berdarah Yahudi yang selalu mengecam partisi berdarah Palestina sejak 1947 oleh Zionis yang dibantu "Sekutu"-nya. Mengapa "Sekutu" para Zionis mau membantu Israel? Tanpa berpraasangka buruk, marilah kita ingat sebuah lirik lagu oldies berjudul "The Exodus Song" yang antara lain dinyanyikan oleh Andy Williams, Pat Boone, dan Matt Monro. This land is mine, God gave this land to me This brave and ancient land to me ... Though I am just a man, when you are by my side With the help of God, I know I can be strong To make this land our home If I must fight, I'll fight to make this land our own Until I die, this land is mine Saya kira kita memang butuh orang-orang yang masih punya nurani seperti Said dan Chomsky, untuk melihat dengan jernih persoalan Palestina -- apapun bangsa, agama, kepercayaan, dan golongan mereka. And please, no more politicians -- apalagi propaganda bias-kelompok untuk memecah-belah bangsa sendiri. Salam, Andri

