Pak Iman, Pak Benny, Pak BdwiAgus, dan rekan2 ysh.

Ini juga menjadi pertanyaan saya, kalau RTR kota menyediakan ruang khusus bagi 
sektor informal, kemudian usaha mereka di data, membayar retribusi/pajak atau 
apapun namanya, kemudian usaha mereka menjadi tetap bukan temporal, dst. 
bukankah mereka kemudian menjadi "sektor formal"? 

Tidak ada yg salah di sini, namun dengan demikian penyebutan sebagai 
"penyediaan ruang bagi sektor informal" menjadi tidak tepat karena di ruang tsb 
nantinya sudah tidak ada lagi sektor informal, melainkan pengusaha2 baru sektor 
formal...menurut hemat saya mungkin lebih tepat disebut sebagai penyediaan 
ruang bagi usaha kecil-menengah...

salam,

Eko.




--- On Thu, 2/12/09, [email protected] <[email protected]> wrote:
From: [email protected] <[email protected]>
Subject: Re: [referensi] intermezzo - Re: Indikator RTR kota sdh menyiapkan  
ruang utk Sekt Informal?
To: [email protected]
Date: Thursday, February 12, 2009, 8:40 AM











    
                 Sepemahamn sy,Sy kira informal sektor scr teoritis bersifat 
temporal dan melengkapi sektor formal ,meskipun byk tulisan menyebutkan bhw 
kontfibusinya sangat besar aplg saat krisis.mnrt saya adanya peruntykan scr 
khusus bagi ruang informal dgn persentase tertentu dlm rtr akan berpotensi 
membuatnya jd formal n tdk temporal lagi,seperti kasus solo sbgm post in mas 
agus.mnrt saya dlm rtr yg penting adalh ruang3 publik baik hijau atau non hijau 
yg seyogyanya melekat fungsi sosial ekonomi n lingkungan tentunya. Dgn 
ketentuan tertentu dan fasulitas yg baik,ruang tsb boleh dimanfaatkan utk 
sektor informal sepanjang fungsi utama tdk terganggu svr menerus.tapi hal ini 
nampaknya akan kurang ramah dlm perspektif  sospol.makanya dlm uupr sgt 
didorong ada ketentuan terukur utk ruang publik termasuk rth bukan ukuran ruang 
informal  
Semoga masih sesuai laptop.tksPowered by Telkomsel BlackBerry®From:  
isoedradjat@ yahoo.com
Date: Thu, 12 Feb 2009 05:42:16 +0000
To: <refere...@yahoogrou ps.com>
Subject: Re: [referensi] intermezzo - Re: Indikator RTR kota sdh menyiapkan     
ruang utk Sekt Informal?
                    
     Memang berbeda pada waktu memberika norma ut RTH, krn strukturnya satu 
kota dgn kota lainnya akan mirip2. Sementara ut informal sektor dari satu kota 
dgn kota lainnya bisa sangat berbeda, walaupun hampir semua kota2 di -ndonesia 
ada informal sektornya. Sy setuju usulan Bung Dwi ukurannya dilihat kasus 
perkasus.Powered by Telkomsel BlackBerry®From:  "Benedictus Dwiagus Stepantoro" 
Date: Thu, 12 Feb 2009 12:14:05 +0700
To: <refere...@yahoogrou ps.com>
Subject: RE: [referensi] intermezzo - Re: Indikator RTR kota sdh menyiapkan     
ruang utk Sekt Informal?
                          Kembali ke laptop,…     Mungkin indikator yang 
semi-terukur itu bisa dilihat pada tataran kebijakannya dan konsep 
implementasinya, dan tak perlu ada ukuran-ukuran tertentu yang butuh itung2an 
dsb,…  Misal: Ketika Kota Solo membenah pasar tradisionalnya dan membuat daerah 
wisata kuliner yang menampung beberapa sektor informal,… atau kota malang yang 
menolak membangun mall dan membantu SME terutama yang sektor informal 
mendapatkan ruang usahanya,….  Lantas sudah cukup jadi indikator yang memadai 
untuk dianggap sudah memenuhi amanat UUPR itu,….  Jadi tak perlu ukuran-ukuran 
20% wilayah dijadikan ruang khusus untuk sektor informal, atau 80% pelaku 
sektor informal yang terdata sudah mendapat ruang usahanya,…     Sepertinya 
untuk melihat apakah sebuah kota sudah memenuhi amanat UUPR untuk menyediakan 
ruang bagi sektor informal, akan tergantung pada kreativitas si pengelola kota 
membuat indikatornya,….       Best
 Regards,   Benedictus Dwiagus S. http://bdwiagus. blogspot. com 
http://bdwiagus. multiply. com    "The most difficult thing in the world is to 
know how to do a thing and to watch somebody else doing it wrong, without 
comment." - T. H. White    :::... Indo-MONEV ...::: Indo-MONEV is a mailing 
list to build a network of Indonesian People anywhere in the world who are 
interested, dedicated, and profesionalised to the work on monitoring and 
evaluation and other related development issues including development aid 
works, particularly in Indonesia. Join in by sending an email to:  
indo-monev-subscrib e...@yahoogroups. com Find also Indo-MONEV in facebook: 
http://www.facebook .com/group. php?gid=34091848 127&ref=ts        From: 
refere...@yahoogrou ps.com [mailto:referensi@ yahoogroups. com] On Behalf Of 
abimanyu takdir alamsyah
Sent: 12 February 2009 11:53
To: refere...@yahoogrou ps.com
Subject: Re: [referensi] intermezzo - Re: Indikator RTR kota sdh menyiapkan 
ruang utk Sekt Informal?         Saya juga setuju terukur pak Eka ysh, 

 Apapun alat pembangunannya (maupu  RPJP, RPJM, RTRW, pembangunan ekonomi 
pasar/rakyat, dll), pada akhir setiap periode bila jumlah penduduk asal yang 
semula kurang sejahtera semakin sedikit dan luas serta kondisi lingkungan alam 
yang semula berada di bawah standar semakin berkurang, pembangunan tersebut 
dapat dianggap berhasil (berapapun tingkat keberhasilannya) . 

 Terukur disini adalah angka-angka nyata dengan individu yang nyata (bukan 
agregat  = tidak terukur) dan dapat diidentifikasi/ diukur di lapangan secara 
nyata. Ukuran dapat saja disepakati (dipertahankan lebih dahulu kelayakannya 
dalam kampanye pembangunan) pada awal program berdasarkan kepentingan pemangku 
kepentingan.

 Keberhasilan dari aspek manusia misalnya kekurangan penghasilan penduduk asal 
terhadap pengeluarannya semakin kecil (sesuai kondisi daerahnya masing-masing) 
, penduduk lokal: yang tidak punya atau kehilangan pekerjaan, yang kualitas 
hidup di bawah ukuran standar baku kesehatan dan gizi semakin sedikit, tidak 
punya tempat tinggal, memiliki status tidak legal, tergusur oleh pendatang 
baru, tidak siap menanggulangi risiko kriminalitas, kecelakaan, bencana, dsb 
semakin berkurang. 

 Keberhasilan dalam aspek ekologis misalnya berkurangnya luas hutan 
lindung/suaka/ bakau/terumbu karang/padamg lanun setempat yang rusak, 
meningkatnya jumlah dan kualitas air minum memenuhi standar kesehatan yang 
dapat dinikmati penduduk asal, dll.

 Mengapa penduduk asal atau lingkungan lokal sebagai ukuran utamanya? karena 
bila kondisi lokal semakin baik, maka biaya untuk berpindah, berkomuter, 
menggunakan sarana antara, pemborosan pemanfaatan sumber daya alam, dll akan 
semakin berkurang, manfaat pembangunan setempat lebih besar, hilangnya sumber 
daya dan energi setempat bagi kepentingan luar yang sukar diukur manfaatnya 
bagi setempat semakin kecil. Peningkatan potensi lokal semakin terduga.

 Pendekatan ini sangat berbeda dengan konsep persaingan pasar oleh pelaku yang 
tidak berbasis lokal, yang banyak menghasil pelaku hit and run. Kalau tidak 
menghasilkan manfaat komersial atau kompetitif lagi pindah lokasi, tanpa 
tanggung jawab terhadap lokasi setempat, ternasuk komunitas setempat maupun 
lingkungan alam setempat. 

 Jadi, kalau terukur, kembangkanlah ukuran yang benar-benar relevan dengan 
keterukuran tersebut (manusia dan alam setempat), bukan maya atau berasal dari 
angka statistik diatas kertas atau kurs bank yang berfluktuasi antar negara dan 
foot lose. 

 Abimanyu


  On Thu, Feb 12, 2009 at 10:56 AM, ffekadj <4ek...@gmail. com> wrote:     
 Yang jelas Pak Benny, dengan adanya revolusi BB maka semuanya jadi lebih
 terukur.

 Powered by So'e StrawBerry(R)

 --- In refere...@yahoogrou ps.com, beherma...@. .. wrote:
 >
 > Sy pilih yg terukur pak....apalagi sdh dituntut makin rinci...bgmn yg
 lain?
 > Powered by Telkomsel BlackBerry®
 >
 > -----Original Message-----
 > From: isoedradjat@ ...
 >
 > Date: Thu, 12 Feb 2009 03:18:09
 > To: refere...@yahoogrou ps.com
 > Subject: Re: Indikator RTR kota sdh menyiapkan ruang utk Sekt
 Informal? RE: [referensi] Sektor Informal Perkotaan
 >
 >
 > Ada dua sifat planner yg sering saya hadapi.
 > 1. Yg suka dgn pemikiran2 tapi tdk ada ukurannya.
 > 2. Ada yg suka semuanya pengen terukur.
 > Nah, tinggal pilih yg mana.
 >
 > Powered by Telkomsel BlackBerry®                                             
 >                                                   
 

      

    

           
  
    
        
         
        
        








        


        
        


      

Kirim email ke