Dear Rekans YSH

 

 

Dalam rangkaian sebuah kegiatan evaluasi proyek-proyek GTZ di Aceh, saya
berkesempatan mewawancarai seorang ketua kelompok nelayan dan petambak.
Namanya Pak Hamzah Abdulah. Beliau adalah seorang ketua salah satu kelompok
nelayan dan petambak di Kabupaten Aceh Utara. Beliau membantu menjalankan
program rehabilitasi tambak yang  didukung oleh GTZ, dan juga oleh BRR, dan
berbagai organisasi bantuan lainnya. 

 

Sebenarnya proyek rehabilitasi tambak ini sangat strategis mengingat untuk
masyarakat pesisir, menjadi petani tambak adalah inti kehidupan mereka,
selain menjadi nelayan. Maka, ketika tambak-tambak mereka diluluh lantakkan
oleh gelombang tsunami, maka hanyut lenyap pula kehidupan mereka. Untuk itu,
merehabilitasi tambak-tambak mereka adalah sebuah keharusan kalau memang
ingin mereka  kembali pulih secara ekonomi dan juga sosial. 

 

Tapi seperti biasa, masih ada yang kurang lengkap dalam program rehabilitasi
ini. Rupanya ada komponen yang lupa tertinggal yaitu memulihkan pula fungsi
hutan mangrove. Sebelum tsunami, tanaman-tanaman mangrove turut menjaga
fungsi tambak, terutama dengan menjaga kedalaman kanal-kanal yang menjadi
saluran mengisi tambak-tambak dengan air yang dialirkan dari laut.
Tanaman-tanaman mangrove ini menjaga dinding-dinding kanal dari serangan
erosi, sehingga kanal-kanal tidak mendangkal, dan mengurangi kestabilan
jumlah air yangmasuk ke tambak. Tanaman mangrove yang tumbuh di sisi-sisi
tambak juga menjaga dinding-dinding tambak dari erosi dan longsoran,
terutama kalau musim hujan.  Dan semua hutan mangrove,hancur lebur dihantam
tsunami waktu itu. Sekarang tanaman mangrove itu hampir tidak tersisa di
kawasan tambak ini. 

 

Sayangnya, komponen program mangrove tidak dipersiapkan untuk daerah tambak
ini. Sementara GTZ sudah sedang phasing-out meninggalkan Aceh. Mungkin ada
sebagian di daerah lain, tapi daerah rehabilitasi tambak di Kecamatan
Syamtalira Bayu, kabupaten Aceh Utara  ini sepertinya tidak  tersentuh oleh
program mangrove, yang justru membahayakan keberlanjutan fungsi ekonomi
tambak ini. Sebenarnya Pak Hamzah sudah mencoba mendekati beberapa lembaga,
tapi sayangnya kebetulan saja, lembaga-lembaga tersebut tidak menjadikan
daerah ini sebagai area program mereka. Sementara, pemerintah kabupaten
masih belum memberikan perhatian dan kontribusi penuh. 

 

Sebenarnya bisa saja masyarakat petani ini berswadaya membuat program
mangrove serta melakukan rehabilitasi hutan mangrove dengan sumber daya
mereka sendiri. Namun mungkin mereka belum tau mau bagaimana melakukannya,
atau perlu pancingan dari pihak luar.  Sementara, tanda-tanda terjadinya
pendangkalan kanal-kanal ini sudah terlihat. Tapi para petani tambak itu
mungkin belum tahu bagaimana mulai melakukan sesuatu. 

 

Barangkali ada teman-teman yang bisa bantu? Bisa kontak saya saja, nanti
saya kasih nomor kontak  Pak Hamzah Abdullah, biar langsung menghubungi
beliau. 

Saya harap, ada yang mau serius dan segera membantu mereka.

 

Foto-fotonya  ada di sini:
<http://bdwiagus.blogspot.com/2009/03/tambak-di-aceh-utara-butuh-program.htm
l>
http://bdwiagus.blogspot.com/2009/03/tambak-di-aceh-utara-butuh-program.html

 

 

Best Regards,

 

Benedictus Dwiagus S.

http://bdwiagus.blogspot.com

http://bdwiagus.multiply.com 

 

"The most difficult thing in the world is to know how to do a thing and to
watch somebody else doing it wrong, without comment."  - T. H. White

 

:::... Indo-MONEV ...:::

Indo-MONEV is a mailing list to build a network of Indonesian People
anywhere in the world who are interested, dedicated, and profesionalised to
the work on monitoring and evaluation and other related development issues
including development aid works, particularly in Indonesia.

Join in by sending an email to:  [email protected] 

Find also Indo-MONEV in facebook:
<http://www.facebook.com/group.php?gid=34091848127&ref=ts>
http://www.facebook.com/group.php?gid=34091848127&ref=ts 

 

Kirim email ke