Sori sekedar ikutan nimbrung. Saya kira BLT dan CCT (conditional cash transfer) spt yg ada di negara2 lain adalah dua produk yg sangat berbeda. CCT itu lebih mirip PNPM dan PEMB. Jadi memang seharusnya dg adanya dua program ini, BLT sudah tidak diperlukan lagi. Kalo mau, dari dulu Pak Harto juga bisa melakukan BLT, tp tidak dilakukannya, karena memang secara kultural malah membina masyarakat miskin dan tdk berpendidikan jadi bermental pengemis. Pdhal yg kita butuhkan saat ini justru memberdayakan mereka atau menyediakan kebutuhan2 yg mendasar, spt makanan/gizi bayi, maupun biaya sekolah, yg mana hal ini dilakukan dg program lain, bukan BLT.
Secara konsep juga BLT terlihat "tidak fair" bagi masyarakat Indonesia lainnya yg tidak menerima BLT, sama2 penduduk tp tdk dpt bantuan tunai. Sekali lagi, ini cuma pendapat saya pribadi setelah mengikuti polemik di antara kedua pendapat ini. Salam, Rizal -----Original Message----- From: "Mohammad Andri Budiman" <[email protected]> Date: Sun, 22 Mar 2009 18:56:43 To: <[email protected]> Subject: [referensi] Bantuan Langsung Tunai (Mega vs SBY) Analisis berikut saya dapat dari note Facebook Mas Anis Hariri. Saya pribadi berpendapat bahwa BLT masih diperlukan. Hanya, memang perlu ada perbaikan dalam hal: (1) penentuan keluarga layak bantu; (2) pelaksanaan distribusi yang cepat, tepat dan aman; serta (3) penyesuaian besar bantuan dengan kondisi keluarga layak bantu. Semoga bermanfaat. Salam, Andri ---begins--- Bantuan Langsung Tunai (Mega vs SBY) By Anis Hariri Today at 12:02am Menarik juga perang opini antara Megawati dan SBY mengenai program BLT yang digulirkan pemerintah setahun ini. Megawati : Apa arti BLT, hanya untuk uang senilai Rp 200.000 saja berdempet-dempetan tanpa harga diri seperti pengemis," (http://pemilu.detiknews.com/read/2009/03/20/193052/1102819/700/mega-blt-merendahkan-harga-diri-rakyat) SBY : "BLT itu membantu orang susah. Boleh tidak membantu orang susah, punya hati nggak kita terhadap rakyat miskin?" (http://pemilu.detiknews.com/read/2009/03/22/094130/1103203/700/sby-jawab-kritikan-mega-tentang-blt) Penasaran dengan program BLT ini, saya mencoba mencari-cari informasi tentang program ini, apakah program ini hanya dilakukan di negara kita saja, atau juga dilakukan di negara lain?. Pencarian standar, menggunakan google dan wikipedia. Hasil pencarian cukup mengejutkan, ternyata BLT ini sudah banyak dilakukan di negara-negara lain. Umumnya mereka menamainya dengan cash transfer atau conditional cash transfer (http://en.wikipedia.org/wiki/Conditional_Cash_Transfer). Beberapa negara di Afrika telah melakukannya. Ada contoh sukses pelaksanaan BLT ini di negara Mozambik (http://www.ifpri.org/divs/fcnd/dp/papers/dp74.pdf). Negara berkembang seperti Mexico juga melakukan program ini. Lebih mengejutkan lagi, ternyata program BLT ini tidak hanya dilakukan oleh negara-negara miskin dan berkembang. Negara-negara maju, baik yang bermazhab kapitalis maupun sosialis banyak yang melakukan program ini. Negara-negara seperti Belanda, Jerman, dan Inggris juga memiliki program BLT untuk warga miskin dan pengangguran. Negara kapitalis Amerika Serikat juga memiliki program yang sama. Jepang, negara maju Asia, juga memiliki program BLT ini. Bahkan yang terbaru, Australia baru saja meluncurkan BLT untuk keluarga-keluarga berpenghasilan menengah ke bawah akibat krisis global akhir 2008 dan awal 2009 (http://www.iisb.info/artikel/rhj/34-rhj/110-blt-australia.html). Opini yang ada di masyarakat kita, terutama di kelas menengahnya, banyak yang menganggap BLT sebagai program yang tidak mendidik, membentuk jiwa pengemis (seperti kata Megawati di atas), tidak akan efektif, dan sebagainya. Opini ini berawal dari asumsi bahwa BLT adalah satu-satunya solusi, tanpa disertai solusi yang lain. Faktanya, BLT ditujukan untuk menaikkan daya beli masyarakat dengan disertai program-program pemberdayaan lainnya. Beberapa program-program ini bisa kita cari informasinya, misalnya program-program berikut: - Program Nasional Pemberdayaan Masyarakan Mandiri (PNPM Mandiri): http://www.pnpm-mandiri.org - Program Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) : http://www.indonesiamaju.org/index.php/Program-Pro-Rakyat/program-jamkesmas.html - Program Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) : http://www.indonesiamaju.org/index.php/Program-Pro-Rakyat/kumkm.html - Bantuan Operasional Sekolah : http://www.indonesiamaju.org/index.php/Program-Pro-Rakyat/bos.html - Program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Pesisir (PEMP) : http://www.indonesiamaju.org/index.php/Program-Pro-Rakyat/pemp.html - Program Keluarga Harapan : http://www.indonesiamaju.org/index.php/Program-Pro-Rakyat/pkh.html - Program Revitalisasi Pertanian : http://www.indonesiamaju.org/index.php/Program-Pro-Rakyat/prp.html - Program Beras Untuk Rakyat Miskin : http://www.indonesiamaju.org/index.php/Program-Pro-Rakyat/raskin.html Dari informasi-informasi ini kita bisa pertanyakan lagi, jika BLT adalah program untuk bangsa pengemis, apakah bangsa-bangsa seperti Amerika, Inggris, Jerman, Belanda, Jepang, Australia adalah bangsa pengemis? Silakan dijawab sendiri ... :) ---ends--- Sent from my BlackBerry® Bold smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...! ------------------------------------ Komunitas Referensi http://groups.yahoo.com/group/referensi/Yahoo! Groups Links ------------------------------------ Komunitas Referensi http://groups.yahoo.com/group/referensi/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/referensi/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/referensi/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[email protected] mailto:[email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

