Krisis global merayap-rayap ke daerah,..

Siap-siap... stimulusnya.. 

 

--------------------

Harga Mutiara Turun Rp 150.000 Per Gram

 

 
<http://regional.kompas.com/read/xml/2009/03/23/13032831/harga.mutiara.turun
.rp.150.000.per.gram> TPG IMAGES

/

SENIN, 23 MARET 2009 | 13:03 WIB

MATARAM, KOMPAS.com - Sekitar 20 perusahaan mutiara di Nusa Tengga Barat
(NTB) gulung tikar akibat krisis global yang melanda dunia sekarang ini.
     
"Sementara 20 perusahaan mutiara lainnya masih beroperasi, namun sangat
kecil sehingga dikhawatirkan akan ikut gulung tikar," kata Kepala Dinas
Kelautan dan Perikanan NTB HM Ali Syahdan kepada wartawan di Mataram, Senin
(23/3).

Perusahaan mutiara di NTB, kemungkinan juga di daerah lain, bangkrut karena
saat ini tidak ada negara yang mau membeli mutiara, terutama Jepang. Dengan
demikian, harga mutiara juga merosot tajam dari Rp 200.000 per gram kini
menjadi Rp 50.000 per gram. Ini pun, katanya, masih belum laku.
     
Dikatakan, sebelum krisis global berapa pun produksi mutiara NTB langsung
diekspor ke Jepang sehingga perusahaan kewalahan menerima pesanan. Saking
mahalnya mutiara, perusahaan mutiara rata-rata enggan mengajarkan teknologi,
terutama cara menyuntikkan mutiara, kepada masyarakat lokal.
     
NTB terkenal sebagai salah satu daerah penghasil mutiara. Namun karena
harganya yang tinggi, konsumen pemakai mutiara bukanlah warga lokal,
melainkan masyarakat luar negeri. "Lokasi budi daya mutiara di NTB
sebelumnya dijadikan sebagai obyek wisata, terutama bagi wisatawan asing
sekaligus diberikan teknik cara budi daya mutiara, dan wisatawan sangat
senang," katanya.


ABI 
Sumber : Ant

 

 

Best Regards,

 

Benedictus Dwiagus S.

http://bdwiagus.blogspot.com

http://bdwiagus.multiply.com 

 

"The most difficult thing in the world is to know how to do a thing and to
watch somebody else doing it wrong, without comment."  - T. H. White

 

:::... Indo-MONEV ...:::

Indo-MONEV is a mailing list to build a network of Indonesian People
anywhere in the world who are interested, dedicated, and profesionalised to
the work on monitoring and evaluation and other related development issues
including development aid works, particularly in Indonesia.

Join in by sending an email to:  [email protected] 

Find also Indo-MONEV in facebook:
<http://www.facebook.com/group.php?gid=34091848127&ref=ts>
http://www.facebook.com/group.php?gid=34091848127&ref=ts 

 

Kirim email ke