hehe... pak Deni siapa tuh yang "nyurkun".... mirip2 sama "nyurkum" yang insinyur hukum dong.... Harusnya jangankan urban planner jadi urban manager ya.. ibu rumah tangga mungkin lebih cepat bisa jadi urban manager, apalagi kalo si ibu sekolah urban planning. Kayaknya yang diperlukan yang mau belajar aja tuh, dan ada kesempatan kata pak BTS...... Salam - 2ny
--- On Sat, 6/27/09, [email protected] <[email protected]> wrote: From: [email protected] <[email protected]> Subject: Re: Bls: [referensi] Re: Menciptakan Indonesia Akuntabel To: [email protected] Date: Saturday, June 27, 2009, 9:29 PM Mantan ketua Bappeda DKI Jkr slama 2 periode yg biasa ngrus tata ruang dn sdng revisi perda tarunya adalah dokter bedah. Saat ini pak Hariaydi tsb diangkat mnjdi Deputi Taru dn lingkngn hidup. Ada juga Ir. Planner yg pernah praktek jdi "nyurkun", insinyur dukun ...yg biasa ngobati ..bayarannya pakai pisang ama singkong..he. ..he.. Sorry oom kebetulan anggta milis kita ...he..he.. Rdd.Sent from my BlackBerry® powered by Sinyal Kuat INDOSATFrom: Bambang Tata Samiadji Date: Sat, 27 Jun 2009 08:21:05 -0700 (PDT) To: <refere...@yahoogrou ps.com> Subject: Re: Bls: [referensi] Re: Menciptakan Indonesia Akuntabel Bung Eka dan milister lainnya. Apa betul Urban Planner tidak bisa ditingkatkan menjadi Urban Manager?Menurut Bung Eka bahwa Urban Planner tidak bisa menjadi Urban Manager yang baik.Koq cepat amat disimpulkan begitu. Kalau ada bukti, siapa? Selama ini ada Urban Planner yang jadi Uztad yang bagus, ada yang jadi Pengusaha Hotel yang cakap, ada yang jadi pembuat gitar elektrik yang hebat, ada yang jadi redaktur majalah wanita, ada juga pejabat eselon 1, ada yang jadi Bupati, ada ahli ekonomi, dan banyak lagi. Seorang dokter terbukti bisa jadi Urban Manager yang baik di kota Tarakan dan Pontianak, seorang ibu sarjana sosial dan masih mengandung bayi di Kebumen bisa jadi manajer yang handal,... lha kalau Ahli Urban Planning masak nggak bisa jadi Urban Manager? Cuman masalah kesempatan saja khan? Thanks. CU. BTS. --- On Sat, 6/27/09, moshedayan pakpahan <moshedayanpakpahan@ yahoo.com> wrote: From: moshedayan pakpahan <moshedayanpakpahan@ yahoo.com> Subject: Bls: [referensi] Re: Menciptakan Indonesia Akuntabel To: refere...@yahoogrou ps.com Date: Saturday, June 27, 2009, 2:05 PM Urun pendapat nihSetuju untuk topik ini.Planning merupakan komponen POAC yaitu management>yah itu teori ya. kalau manajemen dimaksud adalah beda ya memang beda. tapi bukan jadi masalah bagi urban planner dalam mengelola bukanTks --- Pada Sen, 22/6/09, ffekadj <4ek...@gmail. com> menulis: Dari: ffekadj <4ek...@gmail. com> Topik: [referensi] Re: Menciptakan Indonesia Akuntabel Kepada: refere...@yahoogrou ps.com Tanggal: Senin, 22 Juni, 2009, 6:46 PM Mas Irwan ysh, Menurut hemat saya Urban Planner tidak bisa ditingkatkan menjadi Urban Manager, karena bidang Urban Planning berbeda dengan bidang Urban Management. Pengalaman sudah membuktikan, seorang Urban Planner walaupun menduduki jabatan manajerial tidak bisa cakap dalam urusan Urban Management. Untuk menjadi Urban Manager dibutuhkan pengetahuan dan pengalaman khusus yang tidak bisa diperoleh dalam dunia Urban Planning. Mohon juga kalau ada yang bisa membetulkan. Salam. -ekadj --- In refere...@yahoogrou ps.com, Irwan Prasetyo <p...@...> wrote: > > Ysh P Risfan dan para referensier > > Menarik sekali tulisan P Risfan (saya tidak baca email sebelumnya), > saya sebagai Planner awam ingin juga menyampaikan pendapat tentang tataran > MANAJEMEN. Menurut saya "how to manage" bisa juga di antisipasi dalam > tataran PLANNING. Maksud saya dalam merencanakan produk tentu kita bisa > mencanangkan bagaimana mengontrol dan memelihara produk itu. > > Tentunya akan menjadi pertimbangan bagi kita, kalau kita merencanakan > sesuatu tapi kita tidak yakin bahwa ini achieveable atau managable, tentu > kita tidak feel comfortable bukan? > > Saya rasa profesi Urban Planner bisa ditingkatkan menjadi Urban Manager, > seperti running a company aja.(Jadi Lowongan kerjanya tambah banyak :) ) > Menurut P BTS sudah ada undang-undang berkaitan dengan ini ya. > > Saya dengar Depdagri sedang ditawari Pengukuran Kinerja Malcolm Baldridge, > yaitu pengukuran Performance Pelayanan Masyarakat, yang biasa digunakan di > Amerika Serikat untuk pelayanan Swasta/ BUMN/ Publik termasuk kantor > PEMDA, yang didalamnya bisa ada unsur ISO, Balanced Scorecard, Key > Perfomance Indicator dlsb. Dalam sistem tersebut leadership dan orientasi > hasil memiliki bobot yang sangat tinggi. > > Kalau kita belum siap seluruhnya bisa saja di ukur kinerja secara parsial > dulu, misal kantor lurah dulu. Demikian pendapat saya. Terimakasih. Maaf > kalau ada yang salah. Nikmati chatting lebih sering di blog dan situs web Gunakan Wizard Pembuat Pingbox Online

