Milisters ysh, 
Akar bambu yang semula dinilai sekedar spt limbah sekarang dpt disulap menjadi 
berbagai kerajinan unik. Motif-motif alami yg dimilikinya  sulit ditandingi 
bahan baku lainnya. Di pinggiran jalan raya Solo-Yogyakarta, tepatnya di 
wilayah Klaten, Jawa Tengah, banyak dijumpai bebek tetapi terbuat dari bonggol 
akar bambu, terpajang begitu saja. Sebagian dari masyarakat setempat memang 
menggantungkan hidupnya sebagai perajin, salah satunya membuat patung-patung 
bebek dari akar bambu. Bentuk mereka unik, bahkan mirip seperti aslinya. 
Ery Murdiyanto dan Suryanto pertama kalinya memperkenalkan patung bebek akar 
bambu tahun 2000 lalu. Pada waktu itu Ery masih kuliah sedangkan temannya 
memang ahli dalam seni pahat dan lukis. 
Dengan mengusung dua bendera usaha JongJava's Art dan Galeri Goa Barong, semula 
keduanya memproduksi mebel dari bambu, tapi akhirnya lebih tertarik menekuni 
kerajinan dari akar bambu. 
Pada waktu itu mereka beralasan karena dengan kerajinan akar bambu modal usaha 
yang dibutuhkan lebih kecil malah kurang dari Rp1 juta. Proses pengerjaannya 
juga tidak terlalu berat dan lama, namun hasilnya lumayan. Selain itu mereka 
juga mengaku dengan bahan baku akar bambu energi kreatif seorang seniman bisa 
lebih tersalurkan. “Pertama kali yang kami produksi adalah patung bebek akar 
bambu yang akhirnya menjadi sangat terkenal. Kala itu order untuk bebek saja 
bisa mencapai ribuan pcs tiap bulannya,” tutur Ery. Dapat dibayangkan 
kreativitas seni semacam ini pastilah masuk dalam seleksi barang ekspor 
kerajinan kita. Proses produksinyapun dapat dilakukan di-gang2 didalam kampung 
atau didesa. Yg penting ada jaringan dengan toko pengecer barang seni dan 
perusahaan pengumpul barang ekspor hasil kerajinan..............
 
 
 
 


      

Kirim email ke