hehe... pak Suwardjoko Warpani, warzuqni, wahdini, wa fuani.... eh kok 
keterusan ya....rupanya beliau itu seneng ngasi nilai "cukup" ya hahaha.... mas 
BTS, beliau untuk KP ku juga cuma dikasi nilai itu. 
Kita juga pernah dibawa ke kampungnya di Cilacap namanya Kandang Macan (bener 
ga nih beliau orang Cilacap?) kalau ga salah waktu studi lapangan untuk Teori 
Penempatan Industri atau apa ya...lupa lagi, disitu masyarakat yang berdekatan 
dengan Nusa Kambangan itu katanya minimal punya setengah kilo emas (zadoel 
kira2 tahun 1970 awal) tetapi disitu susah sayur, mereka hidup seperti suku 
Bajo diatas laut, kita pakai kapal motor kesitu. Yang ga tau atau ga inget 
barangkali ya kenapa tempat di Cilacap itu disebut Kandang Macan?
Salam - 2ny

--- On Sun, 8/2/09, Bambang Tata Samiadji <[email protected]> wrote:

From: Bambang Tata Samiadji <[email protected]>
Subject: [referensi] Suwardjoko Warpani
To: [email protected]
Date: Sunday, August 2, 2009, 4:43 PM






 




    
                  

Pagi-pagi baca KOMPAS (3/8), ketemu SOSOK yang saya kenal yaitu Bapak 
Suwardjoko Warpani. Beliau juga teman milis referensi ini, cuma sudah lama 
tidak ikut komentar, termasuk topik-topik yang "keramat" yang mestinya beliau 
juga pakarnya.



Pak Suwardjoko adalah guru saya, pembimbing saya, penguji sidang sarjana saya 
yang mungkin hanya memberikan nilai "cukup", dan juga teman saya tentunya. 



"Pak Suwardjoko, saya senang membaca KOMPAS tentang SOSOK Bapak. Senangnya 
saya, Pak Suwardjoko masih sugeng, kelihatannya awet muda (eh..awet tua), 
senang bisa mengingat masa lalu bersama Bapak. Rindu juga pada 
banyolan-banyolan Bapak. Sugeng Pak!"



Thanks. CU. BTS.




 

      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      

Kirim email ke