Tidak ada kaitan dengan masalah apapun, saya teringat dengan sebuah penelitian dan dicuplik dalam sebuah buku: "Man and Woman", 1982, kalau tidak salah ditulis J. Mooney. Disebutkan seorang perempuan bernama A, memiliki sosok lengkap seorang wanita. Semua orang di lingkungannya tidak meragukan kewanitaannya, dengan kata lain A adalah wanita normal. Namun terdapat sedikit kekurangan, bila si A ini tidak mengalami menstruasi. Sehingga kemudian dilakukan pemeriksaan ke dokter dan laboratorium. Hasil pemeriksaan laboratorium ditemukan bila si A memiliki kromosom XY. Dengan kata lain secara ilmu biologi (nature) si A adalah pria, namun secara sosio-kultural (nurture) si A adalah wanita. Salam.
--- In [email protected], "Harya Setyaka" <harya.sety...@...> wrote: > > > > Quick response; > Publik bukan entitas yg tunggal.. > In reality; multi-public. > -K-

