StoS, Peduli Lingkungan, Kepedulian Kita

Byar pet, mati lampu, saat ini sudah mulai meresahkan masyarakat di Jawa - Bali. Berbagai kerugian masyarakat, mulai dari kegiatan rumah tangga hingga kegiatan industri, ramai-ramai dikemukakan. Bahkan diskon 10% dari PLN tidak mampu menutupi kerugian yang harus ditanggung oleh maryarakat umum, juga industri.

Sementara itu, di Sumatera dan Kalimantan, kawasan yang kaya energi, baik batubara maupun minyak bumi, sudah sejak lama mengalami byar pet. Sehari bisa mati selama 6 jam. Bahkan di KalimantanTimur ada pameo, untuk menentukan hari baik dalam pernikahan atau perayaan lain bukan lagi perhitungan hari lahir atau weton, tetapi PLN. Kaya energi tidak menjamin kebutuhan energi warganya bisa terpenuhi.

Di Teunom, Aceh Jaya, NAD dan di Tapanuli Tengah, Sumut, masyarakat memperjuangkan hak milik tanahnya yang diserobot oleh perusahaan sawit. Di beberapa kawasan yang lain pun juga mengalami hal yang sama, termasuk di ujung timur Indonesia, Papua.

Potret ketidakadilan lingkungan dirasakan baik di komunitas hulu hingga ke hilir. Tingginya pola konsumsi masyarakat karena gaya hidup boros energi dan penggunaan produk tak ramah lingkungan menjadi salah satu penyebab permasalahan ini muncul.

Cerita mengenai ketidakadilan yang harus ditanggung oleh masyarakat di sekitar kawasan penghasil sumber daya alam dan kawasan pengerukan ternyata tak banyak diketahui publik luas. Termasuk perlawanan yang dilakukan masyarakat melawan eksploitasi kurang mengemuka, apalagi diketahui masyarakat kota, yang banyak mengkonsumsi hasil-hasil industri tersebut.

South to South Festival (StoS) hadir sebagai gerakan penyadaran dan penggalangan solidaritas lewat film dan media visual, dengan melibatkan masyarakat kota, untuk memberikan dukungan dan kontribusi kepada masyarakat di kawasan pengerukan.

Pada 22 - 24 Januari 2010, StoS akan menggelar kembali memutar film- film lingkungan. Bertemakan "We Care", StoS akan mengajak masyarakat kota sebagai komunitas hilir untukikut berpartisipasi dan berkontribusi dalam mendukung perjuangan masyarakat di komunitas hulu.

StoS juga mengajak masyarakat untuk peduli lingkungan lewat Roadshow ke sekolah-sekolah, Kompetisi film dokumenter, Lomba Blog, Lomba Fotonovela, dan ekspresi publik (Eskpresso).

Banyaknya permintaan dari publik untuk memperpanjang waktu pendaftaran, StoS memperpanjang waktu pendaftaran lomba. Kompetisi film dokumenter ditutup pendaftarannya hingga 7 Desember 2009 (naskah telah sampai di Sekretariat StoS), dan Lomba Fotonovela ditutup pada 30 Desember 2009.

Peduli lingkungan adalah kepedulian kita semua.

---------------
Sekretariat South to South Festival (StoS) 2010
Jl. Mampang Prapatan II/30 RT 04/RW 07 Mampang Prapatan, Jakarta Selatan
Telp/Fax. 021-7941559
Email : [email protected]
Website: www.stosfestival.org
Facebook: South to South Festival 2010

South to South Festival 2010 diselenggarakan oleh Sawit Watch, CSF, WALHI, JATAM, FWI, Gekko Studio, Ecosisters, Kiara, Goethe Institute, Solidaritas Perempuan dan SBIB
----------------

Kirim email ke