Hutan Bakau Penyelamat Pesisir, Bukan Obyek dagang Karbon
Media Rilis CSF, 10 Desember 2009

Walikota Makasar bakal mempresentasikan konsep mitigasi dan rencana tata ruang wilayah (RTRW) pada COP 15 UNFCCC di Kopenhagen. Makasar salah satu pesisir terbesar di dunia yang rentan terhadap perubahan iklim, terpilih menjadi kasus yang dipresentasikan. Kegiatan ini difasilitasi Kementerian Iklim bekerja sama dengan Dewan Teknologi dan Kebudayaan Denmark. Kabarnya, hutan pesisir mulai dilirik negara industri sebagai kawasan yang mampu menympan karbon.

Pesisir Makasar memiliki keanekaragaman hayati yang dapat memberi keuntungan timbal balik bagi kehidupan manusia. Sebelum reklamasi Pantai Losari, wilayah pesisir Makasar memiliki vegetasi bakau, rumput laut, fauna, biota, dan keindahan alam yang dimanfaatkan masyarakat memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, hingga berwisata alam. Paska reklamasi, manfaat bakau tak lagi mereka rasakan.

Hutan bakau memiliki arti penting bagi nelayan tradisional dan masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil. Tak hanya menyelamatkan kehidupan mereka dari ancaman abrasi pesisir pantai, kawasan bakau juga memberi kontribusi ekonomi bagi mereka. Ikan, udang, kepiting, dan organisme lainnya menempatkan kawasan bakau sebagai daerah asuhan (nursery ground), daerah untuk bertelur (spawning ground), dan daerah untuk mencari makan (feeding ground). Hal tersebut menunjukan tingkat ketergantungan yang sangat tinggi bagi biota perairan tersebut. Kini, luasan bakau Indonesia hanya tersisa 1,9 juta hektar dengan kondisi yang teramat kritis.

Baca selengkapnya di www.jatam.org dan www.csoforum.net

------------------------------------
Civil Society Forum on Climate Justice (CSF) merupakan forum jaringan nasional yang beranggotakan organisasi masyarakat sipil, yaitu AMAN, FWI, Huma, ICEL, IERS, IHSA, IPPHTI, KpSHK, IYF, JANGKAR, Kehati, Kemala, Pelangi, DTE, JATAM, KIARA, KRKP, Latin, Nastari, Raca Institute, Sawit Watch, Satu Dunia, SBIB, Soliper, Telapak, TI- Indonesia, dan WALHI.

Forum ini bertujuan menjawab tantangan-tantangan masyarakat dalam menghadapi perubahan iklim. CSF percaya permasalahan perubahan iklim tidak terlepas dari persoalan keselamatan manusia (*Human security*), hutang ekologis (*Ecological debt*), hak atas lahan (*Land right*) dan produksi-konsumsi (*Production consumption*)-- disingkat H.E.L.P, yang belum sepenuhnya dijamin negara.
====================================
Dukung perluasan informasi dan kemudahan akses informasi, khususnya warga di lokasi-lokasi terpencil yang terancam industri tambang, juga pubik secara umum. Dukung WE ARE CONNECTED

Kunjungi terus website JATAM di www.jatam.org agar anda menjadi yang pertama yang mengetahui informasi terkait daya rusak pertambangan. Dan apabila anda ingin mendapatkan informasi terbaru dari website JATAM secara berkala, daftarkan segera email anda di JATAM RSS yang ada di website JATAM www.jatam.org
===================================


Kirim email ke