Rekan EkoBK dan milisters ysh, Lumayan menarik bhw ada perhatian anda ttg sistem transport pedesaan kita sbg agenda pembangunan keruangan (pedesaan) kita yg tercecer……. Namun sebelum lbh jauh membahas lontaran topik oleh anda itu…..saya pikir pertanyaannya bukankah keterlantaran sistem transport pedesaan kita ini sebenarnya berkait erat dgn keterlantaran dari amat perlunya penegakan sistem hirarkhi kota kita di Indonesia yg tingkat urgensinya dimata banyak planners bahkan sekedar hanya antara percaya dan nggak percaya saja?.......belum lagi bhw ini terkait pula dgn apatisme ttg dikotomi desa-kota, jawa--luar jawa atau KBI-KTI?....... ini semua mengingat bhw yg namanya rural transport bukanlah sekedar sistem jaringan transport antar desa kedesa saja…. Namun utamanya justru antara desa dan kota terdekat … atau antara desa dan jalan raya (antar kota) terdekat.... atau bisa juga antara bbrp pusat desa… namun dalam kerangka bhw ujung2nya masing2 berkait dgn rute transport kekota?….. dan tidak lupa sekitar spt kata anda… availabilitynya, readibilitynya, affordabilitynya, capacity maupun safetynya…… salam, aby Re: [referensi] rural transport di Indonesia? Saturday, December 12, 2009 9:14 PM From: "Eko B K" <[email protected]> referensiers ysh., Selain MRT dan sepeda utk memecahkan masalah urban transport, saya kira kita juga punya masalah dgn rural transport... sayangnya (rasanya) belum pernah kita diskusikan di milis ini... saya terpikir setelah melihat foto2 kawan di Jawa Tengah dan Yogya yg memperlihatkan beberapa pickup (yg juga sudah penuh dgn barang) masih dipenuhi oleh 20 an orang...aneh tapi nyata...sungguh miris melihat di era masa kini di mana ada indikasi korupsi ratusan milyar bahkan triliun rupiah, masih ada sekelompok saudara2 kita yg tidak hanya dihilangkan haknya utk menikmati transportasi yg nyaman, tapi bahkan juga yg aman... masalah "keamanan" dlm bertransportasi publik mungkin sudah sering kita lihat di KA Jabotabek... Tapi rural transport pun ternyata bermasalah, dan saya tidak tahu banyak ttg ini di Indonesia... kecuali bahwa pernah ada penelitian di Planologi ITB ttg dampak lingkungan dari rural transport, yg kalau hipothesis saya sih tidak akan signifikan dampaknya karena karakter dari rural transport yg merupakan low volume traffic... menurut saya yg perlu diteliti dr rural transport di Indonesia adalah keandalannya (ada ketika diperlukan), murahnya (kasus panen mangga di Kediri yg akhirnya dibiarkan membusuk akibat transportasi yg mahal dan tdk tersedianya fasilitas pendingin), kenyamanan dan keamanan (kasus manusia yg dijejal2 di belakang pickup).... dan masalahnya bisa bervariasi antara wilayah2 di Jawa dan luar Jawa, di dalam pulau dan antar pulau...barangkali ada bapak/ibu yg berkenan sharing pengetahuannya, terimakasih. .. salam Re: [referensi] rural transport di Indonesia? Saturday, December 12, 2009 9:14 PM From: "Eko B K" <[email protected]> Mohon dibedakan antara issue rural transport dan non-motorized vehicle (sepeda, becak) walaupun yg kedua itu jg merupakan bagian dr rural (dan urban) transport, tapi saya kira issue2 yg diangkat di rural transport bisa lebih luas... Saya tertarik dgn pembahasan Pak Ibnu, Mas DwiAgus, dan Pak Djarot... Untuk Pak Ibnu, saya teringat satu buku terbitan LP3ES, Bantuan Mematikan, terjemahan dr bhs Jerman yg pernah kita diskusikan di sini http://groups. yahoo.com/ group/referensi/ message/6144 antara lain bahwa pembangunan jalan ternyata bisa merugikan masyarakat lokal... apakah ini masalah yg terkait dgn proses modernisasi sebuah kelompok masyarakat? Mungkin masalah ini juga dekat dgn perdebatan apakah globalisasi menguntungkan atau merugikan negara berkembang.. . Dgn adanya jalan penghubung jelas masyarakat akan mendapatkan barang dgn harga lebih murah dan kemudahan mencapai fasilitas kesehatan (seperti yg diungkap Mas DwiAgus di NTB/NTT)... mungkin akan lebih lengkap bila Pak Ibnu bersedia menjelaskan jenis kegiatan perekonomian apa yg mereka lakukan...karena ini terkait dgn apa yg bisa mereka jual ke masyarakat di luar kampung tsb... karena perlu juga diselidiki apakah pendapat mereka benar atau tidak, bisa jadi ketakutan mereka sebenarnya tidak beralasan... Yang juga menarik Pak, adalah kalau dibangun jalan penghubung, kelas sosial mana yg akan mengambil manfaat dan mana yg akan dirugikan, karena di kampung tsb mungkin ada kelas2 sosial yg memiliki perbedaan thd penguasaan sumber daya cukup besar (mungkin, karena sy jelas tidak tahu, tapi bisa saja masyarakat kampung tsb cukup egaliter)... Masalah ini juga yg membuat saya selalu tidak sependapat apabila ada yg mengatakan (dan sering sy temui) bahwa untuk membangun "kawasan tertinggal" cukup kita hubungkan saja (maksudnya dibangun jalan) dgn "kawasan andalan"... pandangan seperti ini jelas terlalu memandang sederhana sebuah permasalahan. .. Utk Mas DwiAgus, menarik sekali informasinya bahwa minimnya transportasi pedesaan ini terkait dgn angka kematian dan otomatis dgn HDI... hal ini juga yg dlm pikiran sy ketika menuliskan bahwa masalah yg perlu diteliti dr rural transport ini antara lain adalah keandalan (ada ketika diperlukan). .. dan masalah ini sebenarnya tidak hanya di NTB/NTT, bahkan di Pulau Jawa, tentu dgn derajat yg jauh lebih rendah... Yg dikemukakan Pak Djarot juga menarik, dan kreatifitas yg muncul akibat keterbatasan ini bisa berbahaya utk diri sendiri maupun orang lain ya pak, seperti juga 20 orang yg diangkut di atas pickup... hanya solusinya bagaimana ya? salam..

