Sebagai sekedar rakyat biasa dan dari luar pagar istana tempat ngumpul 
masyarakat propesi perencanaan …. saya juga turut mengucapkan selamat atas 
karya Most Liveable City Index 2009 Indonesia…..mudah2an terus rajin berkarya 
utk kemajuan bangsa dan negara…. namun mudah2an tgp berikut dibawah ini tak 
lalu dikategorikan sbg belon2 udeh ngetok duluan… lalu membuat kecil hati atau 
sakit hati….. krn saya pikir milis bukanlah sekedar tempat utk ngobrol asal 
guyub dn asal akrab saja antar sesama masyarakat perencanaan…dan lalu masa 
bodoh masyarakat lain mau berharap apa dari situ….….Krn  milis adlh jg juga 
tentunya media (dgn teknologi tinggi dan canggih)  yg sehat utk  kritik 
membangun.... debat… capek … delete dsb.. yg utk sesama masyarakat perencanaan 
pd masa yg sama mungkin yg gitu2 dianggap tabu …. Tapi utk pencerahan bagi 
generasi2 berikut dan bagi maslahat masyarakat luas kelak pastilah penilaiannya 
tak akan sama gitu…..
Most Liveable?.... It depends on your definition…. begitu kurang lebih kata 
Haya el Nasser dalam USA Today (2004)….atau…  it depends on decades… begitu 
kata ‘Partners for Liveable Communities’….. yg  boleh jadi itu benar juga…..krn 
bagi orang yg mudah keringetan atau bagi mereka yg gemar olahraga hiking atau 
pecinta alam…. Kota2 yg relatif lbh berhawa sejuk dan berbukit2 spt Bandung 
atau  Tomohon (hello there) boleh jadi akan lbh menjadi favoritnya.. atau 
sebaliknya kalau ingat teman saya dokter yg dulu tinggal dijl. Kebalen, 
Senopati, yg bila (selain alergi) penyakit asthma atau bengeknya kumat … pada 
tengah malampun ia lalu mengeluarkan mobilnya lalu menuju kepantai ancol agar 
ia dpt mencoba bernapas sedikit  lbh lega sambil memandangi laut dan langit yg 
luas… boleh jadi teman saya ini akan membenci  pohon2… kota Bandung, Malang 
atau Bogor dan akan lbh prefer laut dan langit spt yg ada dikota2 pantai spt 
Jkt, Sby,
 Makassar……..
Dinegara maju….banyak buku dan majalah memperingkatkan most liveable kota2 
berdasarkan macam2 penilaian spt sejak dari  masalah iklim, tingkat keamanan 
kotanya, indeks biaya hidup, mutu sekolah2 umum dsb….
‘Partners for Liveable Communities’ … sebuah LSM nirlaba misalnya mencatat bhw 
penilaian dasar/ definisi ttg most liveable places ternyata berubah pd tiap 
dekade…..
Barangkali saja bhw tingkat urbanisasi di AS (dan banyak negara maju) telah 
mencapai angka 90% (kita tahun ioni 50%) dan bahwa tidak lagi terdapat sebuah 
kota primat yg  kelewat menonjol perannya disana….. maka pemilihan kota2 most 
liveable sepertinya malah tak lagi memandang  apakah kota2 peserta kontes itu 
kota2 besar  atau kecil……
Kalau pd dekade 1970-an New Orleans atau Portland di Oregon dan bbrp kota lain 
dinominasikan sbg memiliki arsitektur yg cantik atau setting pemandangan yg 
cantik pula…..pd dekade 1990-an….ketika issue perkotaan lbh menyangkut masalah 
urban sprawl vs kota2 suburban yg terus berkembang… maka fokus definisi lbh 
mengarah pd masalah bgmn kota2 berhasil menangani masalah kriminalitas, 
sekolah2 yg bermasalah, kemiskinan dan perumahan yg terjangkau….atau pd  dekade 
1980-an… fokus definisi malah lbh mengarah kpd bgmn kota2 berhasil mengatasi 
masalah2  post-industrial declines…lalu disini kota2 Baltimore dan Chattanooga 
di Tennesee   memperoleh penghargaan atas keberhasilan mengembangkan kembali  
bagian waterfront citynya (Chattanooga mungkin utk soal riverviewnya?)…..…….
Kembali kenegeri kita yg sedang terus dirundung kemalangan ini dan dgn angka 
urbanisasi yg baru mencapai 50% ini dan belum jelas bgmn sistem integrasi 
kota2nya secara nasional …. Entahlah kalau yg ditanya adalah orang desa atau 
penduduk dari kota kecil…. bgmn urutan Indonesia Most Liveable City Index 2009 
… krn bagi mereka… rasanya kota2 akan most liveable asalkan sedikitnya sudah 
punya ruas2 jalan yg diaspal… sdh punya sistem angkutan kota dgn rute2 yg 
relatif merata … sdh ada listrik… sdh ada pabrik dan kantor2 tempat mereka bisa 
berharap melamar bekerja  utk upah UMR atau setidaknya asalkan dpt berjualan 
ditrotoar didekat2nya….. bisa makan dan terbayar kontrakan…. atau kalaupun 
kota2 memiliki amenity facilities .. lagi2 merekapun mungkin sekedar berharap 
mudah2an dpt bekerja disana atau berjualan didekat2 sana.. dan mungkin belum 
banyak berpikir utk meluangkan waktu senggang mereka utk menikmati fasilitas2 
ameniti kota itu seperti
 taman... museum atau galeri seni lukis….. tapi spt dikatakan diatas tadi bhw  
peringkat most liveable  city tergantung pula pada dekadenya ….. disinipun 
tentunya akan begitu….dan kita setidaknya boleh berharap ditahun2 depan 
kriteria2 akan semakin meluas dan semakin dinamis… dan pastilah bgmnpun itu 
merupakan langkah maju dibidang penataan ruang kita…….. salam,
aby

--- On Thu, 12/17/09, Eko B K <[email protected]> wrote:


From: Eko B K <[email protected]>
Subject: Re: [referensi] Re: Release Indonesia Most Liveable City Index 2009
To: [email protected]
Date: Thursday, December 17, 2009, 11:57 AM


  







Betul Pak Eka, saya hanya ingin tahu sejauh mana responden yg dipilih 
merepresentasikan penduduk masing2 kota dr sisi kelas sosial ekonomi, gender, 
dst..



--- On Thu, 12/17/09, ffekadj <4ek...@gmail. com> wrote:


From: ffekadj <4ek...@gmail. com>
Subject: [referensi] Re: Release Indonesia Most Liveable City Index 2009
To: refere...@yahoogrou ps.com
Date: Thursday, December 17, 2009, 7:05 PM


  


Mas Dani ysh, sebagai masyarakat awam saya sungguh terkesan dengan rilis
informasi berikut. Namun saya dapat menangkap rasa penasaran Pak Eko dkk
mengenai : metodologi yang digunakan dan argumentasi2 tentang hal itu,
variabel2 dan bagaimana variabel ditentukan dan diadjust, representasi
dan kompetensi pemberi data, kajian tim ataukah individu, dll; mengingat
hal ini mungkin rilis yang pertama kali. Terima kasih sebelumnya. Salam.

-ekadj

--- In refere...@yahoogrou ps.com, dani muttaqin <dhani_...@. ..> wrote:
>
> Rekan-rekan Ysh,
>
> Salah satu program unggulan IAP pada tahun 2009 adalah
menyelenggarakan Indonesia Most Liveable City Indeks 2009. Penelitian
dilakukan untuk mengetahui persepsi warga kota mengenai tingkat
kenyamanan hidup di 12 Kota Besar di Indonesia. Most Liveable City Index
2009 telah dirilis ke publik dalam Press Conference pada 16 Desember
2009.
>
>
>
>
>
> Berdasarkan survey yang dilakukan terhadap warga di
> masing-masing kota diketahui bahwa Nilai
> rata-rata (mean) indeks adalah 54,17, dengan persepsi tingkat
kenyamanan
> tertinggi di Kota Yogyakarta yaitu sebesar 65,34 dan persepsi
kenyamanan
> warga yang paling rendah adalah Kota Pontianak
> dengan indeks 43,65.
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> No
>
>
> Kota
>
>
> Index
>
>
>
>
> 1
>
>
> Yogyakarta
>
>
> 65.34
>
>
>
>
> 2
>
>
> Manado
>
>
> 59.9
>
>
>
>
> 3
>
>
> Makassar
>
>
> 56.52
>
>
>
>
> 4
>
>
> Bandung
>
>
> 56.37
>
>
>
>
> Rata - Rata (Mean)
>
>
> 54.17
>
>
>
>
> 5
>
>
> Jayapura
>
>
> 53.86
>
>
>
>
> 6
>
>
> Surabaya
>
>
> 53.13
>
>
>
>
> 7
>
>
> Banjarmasin
>
>
> 52.61
>
>
>
>
> 8
>
>
> Semarang
>
>
> 52.52
>
>
>
>
> 10
>
>
> Medan
>
>
> 52.28
>
>
>
>
> 9
>
>
> Palangkaraya
>
>
> 52.04
>
>
>
>
> 11
>
>
> Jakarta
>
>
> 51.9
>
>
>
>
> 12
>
>
> Pontianak
>
>
> 43.65
>
>
>
>
>
>
>
> Untuk Kriteria Penataan
> Kota, Kota Palangkaraya memiliki angka prosentase tertinggi
dipersepsikan
> oleh warganya memiliki penataan kota yang baik, yaitu sebanyak 51 %.
>
>
>
> Hal yang sebaliknya terjadi dengan Kota Bandung. Kota
> dengan persepsi terendah untuk aspek tata kota adalah Kota Bandung
hanya 3 %.
> Artinya bahwa hanya 3 % responden warga Kota Bandung yang menganggap
penataan
> kota Bandung baik, selebihnya 97 % menganggap aspek penataan Kota
Bandung buruk.
>
>
>
>
>
>
> Untuk Kriteria
> Ketersediaan Lapangan Kerja, Warga Kota Jakarta memiliki persepsi
> yang paling rendah, yaitu hanya 10 % responden warga Jakarta menilai
> ketersediaan lapangan kerja di Jakarta baik.
>
>
>
> Kota dengan persepsi
> warga paling nyaman adalah Kota Yogyakarta. Hampir pada semua
> kriteria, persepsi warga Kota Yogyakarta selalu diatas 30 %, kecuali
untuk
> criteria ketersediaan lapangan kerja dan ketersediaan fasilitas untuk
kaum
> difable.
>
>
>
>
>
> Kota dengan persepsi warga paling tidak nyaman adalah Kota
> Pontianak. Kota Pontianak memiliki persepsi kenyamanan warga yang
rendah hampir pada semua
> kriteria.
>
>
>
> Semua
> kota belum memberikan fasilitas yang memadai bagi penyandang cacat.
> Buruknya fasilitasi bagi penyandang cacat ini dapat diartikan pula
bahwa semua
> kota belum memiliki fasilitasi yang baik bagi kaum manula dan ibu
hamil,
> padahal mereka semua juga merupakan warga kota yang harus
diperhatikan.
>
> Untuk hasil lengkap dapat dilihat di :
http://www.iap. or.id/ark_ indx.asp
>
> Liputan beberapa media masa dapat dilihat di :
> 1.
http://www.mediaind onesia.com/ read/2009/ 12/12/111966/ 92/14/Yogyakarta _Ko\
ta_Paling_Layak_ Huni
> 2. http://matanews. com/2009/ 12/17/iap- yogyakarta- paling-layak- huni/
> 3.
http://www.tempoint eractive. com/hg/nasional/ 2009/12/17/ brk,20091217- 2143\
21,uk.html
> 4.
http://www.mediaind onesia.com/ read/2009/ 12/12/111966/ 92/14/Yogyakarta _Ko\
ta_Paling_Layak_ Huni
> 5.
http://www.pu. go.id/index. asp?site_ id=001&news= ppw161209gt. htm&ndate= 12/\
16/2009%204: 39:03%20PM
> 6. http://www.iap. or.id/detail_ brt.asp?id= 66
>
> Semoga Most Liveable City Index ini menjadi sebuah pertimbangan bagi
stakeholder pembangunan kota dan langkah maju dalam mewujudkan Kota-kota
Indonesia yang nyaman di masa mendatang.
>
> Terimakasih
>
> Dhani Muttaqin
> Direktur Eksekutif IAP
>
>
>
>










      

Kirim email ke