Dear Sahabatku semua, Saya merasa sangat terharu atas semua perhatian, dukungan dan doa dari para sahabat milis referensi ini. Saya merasakan manfaat yang begitu luar biasa, sebab melalui diskusi-diskusi kritis yang saya alami beberapa waktu belakangan ini telah memantapkan persiapan ujian saya. Keberhasilan saya terkait dengan peran panjenengan semua yang telah "menguji" saya terlebih dahulu sebelum para penguji formal mendadar saya di ruang ujian itu. Diskusi di milis ini tidak kalah hebat dan tajamnya dibandingkan dengan diskusi di dalam ruang ujian, jadi sebenarnya saya mengalami ujian dua kali yang luar biasa.
Selain itu, pemahaman saya tentang riset induksi, khususnya yang menajam ke fenomenologi semakin dimantapkan melalui dua ajang diskusi tersebut, maka saya merencanakan akan membagikan pengalaman ujian kemarin untuk memperkaya atau memantapkan pengetahuan tentang apa yang pernah kita diskusikan sebelumnya. Saya sudah menemukan pola disertasi fenomenologi yang "subyektivitasnya dibenarkan" begitu istilah Pak Haryo Winarso ketika mengomentari tulisan saya. Ini sangat seru dan akan menjadi pencerahan yang menarik. Beberapa hari sebelum ujian saya memang bingung, istilah orang stress, makan nggak enak tidur nggak nyenyak, tensi naik badan panas dingin. Maklum kembali menjadi bayi, jika panas tambah cerdas ya. Pagi menjelang ujian, saya tidak mau makan, di dalam ujian ternyata nggak lapar, hanya haus, dan setelah ujian selang 3 jam baru saya bisa makan. Ketika saya mengatakan kepada Prof Djun setelah ujian usai bahwa saya belum makan sejak pagi beliau spontan berkata "kok berani-beraninya !" Kemudian kami tertawa ngakak berdua di ruang ujian itu. Terima kasih, saya bangga telah numpang cerdas dalam milis ini ! Salam, Djarot Purbadi http://realmwk.wordpress.com [Blog Resmi MWK] http://forumriset.wordpress.com [Blog Resmi APRF] http://fenomenologiarsitektur.wordpress.com

