Pak Djarot, Koko dan rekans ysh, Boleh saja menganalogkan Planner sbg arsitek, akuntan sbg drafter. Tapi dengan UU 17/2003 ttg Keuangan Nasional, kayaknya Planner harus menelan realita bahwa pertimbangan, proseddur penganggaran Tahunan lebih menentukan daripada ide besar, pemikiran jangka panjang. Pemikiran jangka panjang bisa kandas di prosedur dan kode anggaran. Ini yang perlu jadi perhatian kita juga, agar pengawalan rencana sampai tingkat penganggarannya.
Salam, Risfan Munir Pada Sel, 29 Des 2009 22:20 CST Djarot Purbadi menulis: >Obyeknya sama: manusia dengan segala kelengkapan fisik dan lain-lain. > >Salam, > > > >Djarot Purbadi > > > >http://realmwk.wordpress.com [Blog Resmi MWK] > >http://forumriset.wordpress.com [Blog Resmi APRF] > >http://fenomenologiarsitektur.wordpress.com > >--- On Wed, 12/30/09, Harya Setyaka <[email protected]> wrote: > >From: Harya Setyaka <[email protected]> >Subject: Re: [referensi] Fwd: <<OpEd>> Kunci Keberhasilan Otonomi Daerah >[KOMPAS] >To: [email protected] >Date: Wednesday, December 30, 2009, 11:06 AM > > > > > > > > > > > > > > > > > > >Apologies in advance: Akuntansi itu science atau training? apa ada semacam >teori-2 atau hanya mempelajari standar-2 pencatatan transaksi keuangan? >Analoginya; jelas beda tho arsitek dengan drafter? drafter bisa melalui >training.. > >(CMIIW). > >Keunggulan akuntan adalah; ya itu tadi, memahami seluk-beluk arus uang dan >pencatatan nya, juga aspek hukumnya. > >Kepala daerah kan jabatan politik.. bukan jabatan profesi atau jabatan >ilmiah.. jadi, ketika maju yg paling menentukan bukan latar-belakang >pendidikan.. tapi suara yg bisa dia tarik.. bagaimana cara narik suara? ya >mbukan hanya dari latar pendidikan. Pendidikan tinggi kan cuma 4-10 tahun dari >seluruh masa hidup yg menentukan kualitas seseorang. > > > >Dokter kandungan dan Dokter anak memang berbeda; karena domain-nya memang >beda.. satu dalam rahim, satu di luar rahim.. >tipologi problematika yg dialami juga berbeda.. so memang wajar kalao menjadi >dua spesialisasi yg berbeda.. meskipun sama-2 dokter.. > >ya gini deh.. Pengacara specialis perdata ya beda tho sama specialis pidana.. > >tks byk, >-K- > > > >2009/12/28 Djarot Purbadi <dpurb...@yahoo. com> >> >> > >> >> Benar pak, sisi baiknya juga banyak saya dengar, tetapi sekarang yang bising >> baru sisi negatifnya, yang belum kita ketahui kebenarannya yang mana. Saya >> punya gagasan nakal, kemampuan berpikir akuntan barangkali menarik untuk >> menjadi bagian dari wacana berpikir planner, sebagai sebuah upaya menemukan >> solusi permasalahan implementasi planning barangkali salah satunya ada di >> cara berpikir ini. Jika kita menggunakan cara pikir dan cara kerja >> Mangunwijaya (dia berpikir sekaligus melakukan aksi), kebetulan saja konsep >> dan karyanya dikagumi orang sampai tingkat dunia. Ini bagus juga, tetapi >> mungkin kita juga bisa melihat pola kerjasama profesi antara "dokter >> kandungan" dengan :dokter anak"....ada batas-batas profesi yang lebih-kurang >> jelas ! Dokter kandungan bertanggung- jawab ketika janin ada hingga bayi >> keluar dari ibunya, dan serah terima tugas berikutnya kedaap dokter anak, >> pada momen dokter kandungan menyerahkan bayi yang masih berlumuran darah >> kepada > dokter anak ! Apakah begitu ya ? > >> >> Salam, >> >> Djarot Purbadi >> >> http://realmwk. wordpress. com [Blog Resmi MWK] >> http://forumriset. wordpress. com [Blog Resmi APRF] > >> http://fenomenologi arsitektur. wordpress. com >> >> --- On Tue, 12/29/09, Bambang Tata Samiadji <btsamia...@yahoo. com> wrote: > >> >> From: Bambang Tata Samiadji <btsamia...@yahoo. com> >> Subject: Re: [referensi] Fwd: <<OpEd>> Kunci Keberhasilan Otonomi Daerah >> [KOMPAS] >> To: refere...@yahoogrou ps.com > >> Date: Tuesday, December 29, 2009, 8:10 AM >> >> >> > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > >

