Lho belum kebagian prosiding seminar Plano 50 kemarin ya? Ada 1 makalah yang 
membahas ini.

Mungkin bisa digoogle nama-nama berikut yang sudah menulis ttg prediksi tsb: 
Armi Susandi, Subandono Diposaptono, atau Ibnu Sofian.

Pada intinya bila kenaikan suhu global terus terjadi maka muka air laut 
perairan Indonesia akan meningkat perlahan-lahan, kemudian bila tingkat land 
subsidence Jakarta berlangsung seperti sekarang maka beberapa kawasan akan 
tergenang saat pasang dan gelombang tinggi. Ini bukan hanya di Jakarta, tapi 
secara umum di pantai utara Jawa di daerah yang landai beberapa puluh tahun 
mendatang.

Salam,

Wilmar

--- In [email protected], Risfan M <risf...@...> wrote:
>
> Cak Wilmar, Cak Eko, Cak Kartolo......
>  
> Wilmar: ....Btw, kalau prediksi Jakarta akan terendam akibat kenaikan muka 
> air laut sudah pernah baca belum?
>  
> Wah ini menarik, perlu di share ini untuk diskusi Cak....
>  
> Salam,
> Risfan Munir
>  
> 
> 
> --- On Wed, 12/30/09, wilmarsalim <wil...@...> wrote:
> 
> 
> From: wilmarsalim <wil...@...>
> Subject: [referensi] Re: Ibukota baru dan masalah Jakarta
> To: [email protected]
> Date: Wednesday, December 30, 2009, 2:10 AM
> 
> 
>   
> 
> 
> 
> Cak Eko,
> 
> Setidaknya sekarang kita sepakat kalau demand transportasi di Jakarta perlu 
> dikurangi toh?
> 
> Mari kita eksplorasi berapa jumlah PNS Pusat berkantor di Jakarta saat ini, 
> berapa yang nglaju menggunakan kendaraan pribadi, di mana lokasi kantor dan 
> di mana lokasi rumah. Nanti bisa kita hitung deh seberapa signifikan 
> penurunan traffic yang terjadi. Kira-kira siapa yang punya survey seperti ini?
> 
> Ttg dana, jangan anggap remeh kemampuan Jakarta untuk mencari pembiayaan 
> sendiri untuk menyelesaikan persoalannya lho, ngga perlu deh bantuan pusat 
> untuk itu.
> 
> Btw, kalau prediksi Jakarta akan terendam akibat kenaikan muka air laut sudah 
> pernah baca belum?
> 
> Wilmar
> 
> --- In refere...@yahoogrou ps.com, Eko B K <ekobudik@ .> wrote:
> >
> > Cak Wilmar ysh.,
> > 
> > Mungkin di sini letak perbedaan pendapat kita...
> > 
> > Bagi saya era merapatnya perusahaan ke Jakarta karena ingin dekat dgn 
> > pemerintah pusat sudah jauh berkurang seiring dgn desentralisasi. 
> > ..perusahaan merapat ke Jakarta lebih karena agglomeration economies... dan 
> > rakyat akan tetap migrasi ke Jakarta utk mencari lapangan kerja... terlepas 
> > ada atau tidaknya pemerintah pusat di Jakarta... artinya demand transport 
> > Jakarta akan terus membesar...
> > 
> > Betul kalau ibu kota dipindahkan maka akan ada pengurangan demand transport 
> > selama sesaat... persoalannya apakah pengurangan ini cukup signifikan 
> > sehingga problem transportasi Jakarta dgn sendirinya teratasi? Menurut saya 
> > Jakarta akan tetap memiliki problem transportasi dgn menumpuknya perusahaan 
> > dan tenaga kerja... apakah kita cukup punya dana utk memecahkan masalah2 
> > Jakarta dan memindahkan ibu kota sekaligus? Ini yg saya pertanyakan. .
> > 
> > Menurut saya, masalah transportasi Jakarta dapat diatasi tanpa harus 
> > memindahkan
> > pemerintahan pusat, yg penting political will, kalau dana saya kira sih
> > ada... agglomerasi Tokyo yg lebih luas dan penduduknya lebih banyak pun
> > bisa diatasi, apalagi Jakarta...
> > 
> > entah kalau alasannya lain, tsunami akibat meledaknya krakatau misalkan, 
> > tapi soal ini saya tidak tahu banyak...
> > 
> > 
> > salam.
> > 
> >
>


Kirim email ke