Pak Koeswadi dan rekan-2 ysh,

Saya juga pernah punya kenangan dengan almarhum Gus Dur, walaupun tidak 
langsung ngantar-2, sbb:

Sekitar tahun 1991/92, almarhum datang ke Sydney Univ. bersama Dr. Arief 
Budiman, menyampaikan ceramah tentang ide 'Forum Demokrasi'. Saya sempat hadir, 
bersalaman dan ngobrol, beliau bergurau buat apa salaman segala kalau terus 
dilupakan, saat itu kacamatanya sudah tebal (mungkin minus 7), jadi agak kabur 
waktu melihat walaupun masih dapat jalan sendiri. Dalam ceramahnya yang saya 
ingat terus yaitu:

 

- di Indonesia banyak orang turunan 'china' yang hidup ulet dan berhasil, maka 
belajarlah dari 'etos' kerja mereka. Beliau bilang bahwa mungkin kita juga 
punya darah turunan 'china' seperti pak Arief Budiman (yang saat itu duduk 
disampingnya), jadi masih saudara sedarah-daging candanya; 

- di Indonesia ada kelompok anak muda (umur 30-35an) yang saat itu (tahun 
1990an) beliau bilang mereka 'sudah binen' alias kerja mantap dengan gaji 
diatas Rp.20 juta,-, tetapi mereka kerjanya hanya ngumpulin duit melulu, tidak 
pernah mikirin masa depan Indonesia mau kemana, mereka justru cari 'backing 
dari ABRI' untuk kegiatan bisnisnya. Seharusnya 'generasi muda' inilah yang 
punya kemampuan & kesempatan berfikir kedepan untuk bangsa & negara kita.

 

Inna Lillahi wa Inna Ilaihi Raji'un, Semoga amal ibadah dan jasa-2 almarhum Gus 
Dur pada bangsa & negara diterima oleh Allah SWT dan dicatat sebagai amal 
shaleh. Amin.

Selamat hari pertama tahun 2010, semoga kita akan selalu bersemangat dan dapat 
berkreasi positif untk kemajuan bersama. 
Wassalam, 


To: [email protected]; [email protected]; [email protected]
From: [email protected]
Date: Thu, 31 Dec 2009 10:06:45 -0800
Subject: [referensi] kenangan bersama Gus Dur

  








 
Rekans
 
Asw, ad kenangan bersama Gus Dur (semoga dirahmati Allah swt), beberapa tahun 
silam. 
1.       Tahun 1978 saat pertama kali jumpa beliau di acara sarasehan 
peringatan mauled Nabi Muhammad yang disponsori Dewan Mahasiswa ITB, digelar di 
lapangan basket ITB. Acaranya dialog santai dalam bentuk kelompok2 seperti 
mentoring/usrah yang masing-masing ada tokohnya, seperti MAW Brower, Syubah 
Asa, WS Rendra, Ahmad Sadali, dll. Waktu itu saya kebagian seksi sibuk (sekum). 
Gaya humor memang mengalir terus dari kelompok Gus Dur dan kelompok WS Rendra. 
  
2.       Sekitar th 1986, saya belajar mengikuti pengajian terbatas bersama 
beliau, Cak Nur Cholis Majid (alm), Bang Eki Syahruddin (alm) mantan dubes 
China, mas EMHA, mas Dawam Rahardjo, dan Pak Gunawan Muhammad, membahas 
peradaban Islam dan kekinian. Kesan saya, waktu itu, diskusinya ‘ruwet’ karena 
agak filosofis. Jadilah saya sebagai pendengar setia. 
  
3.       Th 1988-89, saya bersama almarhum, juga KH Idham Chalid (alm), KH Fuad 
Buntet (alm), Mas Achmad Satari dan yang lain berinvestasi mendirikan usaha 
pabrik air mineral Moya Zamzami (Moya Baried) hingga beroperasi mengikuti pasar 
Aqua dan Ades. Kalau tidak salah, Moya adalah pabrik yang ke tiga (setelah Aqua 
dan Ades) di kawasan Cimelati Sukabumi. Lokasinya mengikuti prinsip aglomerasi, 
dan saya kebagian menyusun lay out pabrik bersama sdr Ahim Maihara. Secara 
posisi lokasi sumber air bersih, saya meyakini lebih bagus (melimpah). Beliau 
dalam beberapa pertemuan pendiri dan pemegang saham, selalu menjadi 
rujukan/tempat berkonsultasi. 
  
4.       Di sekitar th 1990, saya bersama 4 orang kawan mengiringi beliau 
menyambangi acara Haul pesantren Buntet Cirebon malam hari, dan keesokan 
harinya menuju ke pondokan Habib Alie di kota Pekalongan, sorenya langsung 
berziarah ke makam Syech Sunan Gunung Jati Cirebon. Fisik beliau kuat dan 
gesit. Namun, sekarang beliau sudah di alam Rahmat dan kembali penuh 
kedamaian..nafsul mutmainah. Mohon maaf bila ada yang salah bersama 
beliau…Koes. 
 



                                          
_________________________________________________________________
New Windows 7: Find the right PC for you. Learn more.
http://windows.microsoft.com/shop

Kirim email ke