Ibu Reny dan Referensiers ysh, Alhamdulillah kemarin kita jadi juga kopi darat bersama Prof.Dr. Deden Rukmana. Hadir 7 orang, yaitu: Deden, Risfan, Erwin, Moris, Bayu, Aulia, dan saya. Dimulai jam 5 dan berakhir sekitar jam 8.30. Cukup banyak dan panjang yang dibicarakan, mungkin nanti rekan-rekan yang lain akan menambahkan. Beberapa pokok pembicaraan sekitar kinerja reformasi, jejaring, pemindahan ibukota, Buku 3 vs RTRWN, evaluasi singkat komunitas, dlsb. Juga dibagi-bagikan buku, dan juga ada hadiah buku "Samurai" dari Pak Risfan; sepertinya ini sudah menjadi tradisi kita. Dari Pak Deden diperoleh beberapa gagasan tentang pengembangan jaringan global, anti-metropolitan, dan penerbitan Referensi's annual book. Masalah jaringan global rupanya diam-diam sudah menjerat Pak Djarot untuk go international, mungkin perlu penjelasan sendiri. Saya akan ulas sedikit tentang rencana kita untuk menerbitkan 'annual book of spatial development' (Indonesian version). Jadi perlu pemilahan dan pemilihan topik secara tematik, yang akan mengumpulkan tulisan terpilih yang layak menjadi referensi ilmiah utama dan diterbitkan setiap tahun. Perlu kerjasama dan usaha yang kuat untuk mewujudkan ini. Hal ini menarik kita diskusikan menyangkut topik per tahun, kriteria, calon-calon penulis dan editornya. Untuk modal awal sudah terkumpul dari pertemuan uang sebesar $38.000, dan saat ini bendahara dipegang oleh rekan Moris. Sementara demikian yang dapat saya laporkan. Salam.
-ekadj 2010/1/15 Reny ansih [email protected]

