Hehehe, seru ya pak? Masalah stigma, pelabelan, penggolongan, dll itu memang sudah tugasnya ilmuwan sosial, seperti saya ini. Tapi kalau dilakukan disiplin lain, kata Roy Suryo : tidak berkompeten ...:)
Tapi itu memang pendapat Barat lho pak. Kalau pendapat asli di Jawa katanya asal-usul berasal dari langit, ada namanya negeri Suralaya, Setra Gandamayit, dll. Kalau orang Minang asalnya dari puncak Gunung Merapi, kalau orang Bali mengaku sejak kedatangan Gajah Mada, juga orang Lembata mengaku Lembata adalah pusat bumi, juga di Papua Selatan mengaku berasal dari pohon ...:) Salam, -ekadj --- In [email protected], "Andi Oetomo" <aoet...@...> wrote: > > Ha..ha.., sudah mulai lagi kea rah pen- stigma-an lagi kayanya ya. > > Rupanya diskusi kalau tidak ada stigma & kubu-kubu-an memang jadi kurang > rame? > > > > Peace.. > > Salam, > > AO > > > > From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf > Of ffekadj > Sent: Saturday, January 30, 2010 9:49 AM > To: [email protected] > Subject: [referensi] Re: Mazhab Yogya-asli vs pendatang > > > > > > Referensiers, pendapat Pak Eko ini sepertinya mengikuti 'pendapat Barat', > dapat dilihat pada link video ini : > http://www.bradshawfoundation.com/journey/ > > Salam, > > -ekadj > > . lainnya dibusek............ > > . > > > <http://geo.yahoo.com/serv?s=97359714/grpId=3920924/grpspId=1705043695/m\ sgId > =11012/stime=1264819801/nc1=1/nc2=2/nc3=3> >

