Pak Eko ysb, sudah siap dengan realita siapa sebenarnya Raden Wijaya dan Gajah Mada serta metodologi pembangunan kotanya? Hehehe ..... Salam.
-ekadj --- In [email protected], Eko B K <ekobu...@...> wrote: > > Pak ATA, Pak Djarot, Uda Eka, dan rekan2 ysh., > > Memang menarik menelusuri jejak sejarah lokasi sebuah kota seperti yg diungkapkan Pak ATA... Saya tidak tahu banyak ttg kota kuno Aceh dan lokasi spesifiknya, hanya mengutip dari sebuah bahan sejarah... Tapi memang walaupun beberapa kota memiliki kesamaan karakteristik lokasi (tidak persis di tepi pantai, agak menjorok ke daratan yg dilalui sungai) namun alasan spesifiknya mungkin unik... utk Paris dan London misalkan, keduanya berkembang karena menjadi basis pasukan Romawi, jadi pemilihan lokasinya yg tdk persis di tepi pantai juga karena pertimbangan militer, umumnya karena utk pertahanan dari serangan Viking... Saya tidak tahu pertimbangan apa dlm pemilihan lokasi Majapahit (di tepi Brantas) atau Sriwijaya, atau apakah sebelumnya kota Aceh juga telah mengalami Tsunami ketika telah menjadi pusat permukiman? Dan ini tentu sulit mengingat sumber sejarah yg sangat terbatas, hanya Negarakertagama utk Majapahit, sedangkan Sriwijaya bahkan masih dlm > perdebatan sejarawan apakah lokasinya di Palembang atau Jambi, walau sejarah resmi di sekolah2 kita mengacu yg Palembang... > > Sumber lainnya mungkin dari arkeologi, seperti yg digunakan oleh kawan Pak Djarot utk Majapahit... > > Kesulitan masalah data inilah yg menyebabkan kita banyak menoleh ke Barat sebagai studi awal, yg jg tdk salah karena disiplin ilmunya sendiri berasal dr sana... secara historik, kota2 Eropa sejak lama telah memiliki peta2, demikian juga Asia Timur, walaupun alasannya lebih utk pertahanan... > > Kalau kita lihat juga, peta2 lama kota2 kuno Indonesia rata2 berasal dari tahun 1600 an, yg digambar oleh orang2 "Barat"... > > Akhirnya utk hal ini mau tidak mau kita sangat bergantung pd perkembangan disiplin lain: sejarah dan arkeologi, misalkan, yg memiliki metode penelitian spesifik utk dapat menentukan arsip mana yg memiliki tingkat kepercayaan lebih tinggi, dan bagaimana mengintepretasi bahan2 yg ada... sehingga mau tidak mau, bagaimana planner Indonesia dpt belajar dr sejarah kota2 Nusantara, kita perlu menunggu hasil dr rekan2 sejarawan dan arkeolog... > > salam...

