Bung Panpan,...saya kira Anda benar-benar "The Few, The Proud, The Planner". Thanks. CU. BTS.
--- Pada Sel, 9/2/10, pandhuwiyoso <[email protected]> menulis: Dari: pandhuwiyoso <[email protected]> Judul: [referensi] Re: Jualan RTRW Kepada: [email protected] Tanggal: Selasa, 9 Februari, 2010, 10:54 AM eh salah tulis bukan "the view" tapi the few, mohon maaf... --- In refere...@yahoogrou ps.com, "pandhuwiyoso" <pandhuwiyoso@ ...> wrote: > > Ass. > Salam hormat para sesepuh yth. > Setelah sekian lama mengamati perkembangan dunia persilatan kita ini saya > melihat ada sedikit langkah maju yang saya rasa perlu mendapat dukungan dari > sesepuh semuanya. Bahwa dalam salah satu kegiatan yang dilaksanakan oleh > "yang berkuasa" akhirnya ada salah satu program yang menurut saya merupakan > sesuatu yang ditunggu-tunggu. Dalam program yang saya maksud kita tidak lagi > hanya menulis kitab dan melukis diatas kanvas yang pada akhirnya disimpan > dalam gudang kitab. > Dalam program tersebut kita masuk pada tahap "pra studi kelayakan" untuk > setiap program penataan ruang yang telah disusun berdasarkan RTRW. Hasilnya > diharapkan menjadi sesuatu yang dapat dijual kepada para investor, sehingga > dalam mewujudkan ruang sesuai dengan kitab RTRW yang pernah kita buat, > menjadi sesuatu yang amat dekat dengan kenyataan. > Suhu saya, seorang pendekar yang telah lama menghilang dari dunia persilatan > kita , yang juga salah seorang yang memperjuangkan adanya program ini > mengatakan bahwa, "yang berkuasa' tidak memiliki kekuatan cukup untuk > mewujudkan seluruh ruang yang telah direncanakan dalam RTRW, sehingga > memerlukan dukungan dari para bangsawan (investor) dalam rangka perwujudan > ruang tersebut. Seperti yang pernah beliau katakan bahwa kekuatan yang > dimiliki oleh "yang berkuasa" dalam 1 tahun hanya mencapai + 1000 T sedangkan > yang dimiliki oleh pihak lain termasuk para bangsawan kita mencapai + 3500 T. > Jika perbandingan kekuatan tersebut juga berbanding lurus dengan > ketidaksesuaian antara kondisi eksisting dengan kitab RTRW kita maka artinya > 70% ruang kita menyalahi RTRW, tentu bisa kita rasakan akibatnya saat ini, > seperti permasalahan transportasi, permasalahan sumberdaya air dan > permasalahan permukiman yang tidak dapat terselesaikan. > Dalam sebuah suratnya beliau juga pernah mengatakan bahwa : peran Ditjen > Penataan Ruang sebagai simbol lembaga penataan ruang pada tingkat > pemerintahan pusat saat ini adalah : 1) Pembina penataan ruang; 2) Pelaksana > pembangunan mula; 3) Penegak tertib pemanfaatan ruang. Untuk peran yang > pertama telah dilaksanakan sejak sebelum era UUPR No26/2007, Untuk Peran yang > ketiga juga telah dimulai dengan pembentukan PPNS. Namun untuk peran yang > kedua yang menurut beliau merupakan peran strategis yang dimunculkan dalam > UUPR No.26/2007, (dimana pada pengelolaan suatu kawasan mensyaratkan > inisiatif serta pemilihan dan penentuan skala prioritas penanganan > pembangunan yang harus dilaksanakan pada kawasan tersebut, yang dapat > dilakukan melalui initial spatial development, ) baru akan dimulai melalui > program baru ini. > Program baru ini dilaksanakan secara tahun jamak oleh "yang berkuasa", dimana > pada tahun pertama adalah identifikasi dan sinkronisasi program penataan > ruang berdasarkan kitab RTRW yang berlaku dilokasi tersebut. Hasil yang > diharapkan pada tahun pertama ini adalah tersusunnya skenario dan pentahapan > program penataan ruang yang harmonis, serta teridentifikasinya > program-program yang memicu pertumbuhan dan memberikan multiplier effect yang > besar (program-program penting/3P). Tahun kedua dilaksanakan pengkajian > terhadap 3P mulai dari aspek lingkungan, keamanan, ekonomi, sosial budaya, > sampai administrasi. Hasil dari tahun kedua ini adalah sebuah dokumen yang > menggambarkan apa saja persyaratan yang harus dipenuhi oleh 3P tersebut dalam > perwujudan ruang, rasio manfaat (BCR), IRR, sampai dengan skema kerjasama dan > cara menjual 3P ini kepada para bangsawan. > Untuk 3P yang memberikan BCR dan IRR yang sangat menguntungkan, dapat kita > tawarkan kepada para bangsawan untuk melaksanakannya, dan seandainya terdapat > 3P yang tidak dapat dihitung BCR dan IRR-nya tetapi mutlak harus ada demi > kepentingan rakyat, akan menjadi tanggungjawab "yang berkuasa" untuk > mewujudkannya. > Seorang teman pernah mengatakan "saya membayangkan nantinya RTRW adalah suatu > katalog produk investasi yang mana orang-orang swasta besar, kecil, maupun > individual berlomba-lomba dan mengantri untuk melaksanakannya" . Saya pikir > dengan adanya program baru ini, Hopefully its not just his dream, but a > reality that will come. And then when its come to a reality once again we can > say "we are the view, the proud, the planner". > Demikian dari saya, mohon petunjuk dari para suhu/sesepuh dan pendekar > lainnya tentang metodologi, cara menghitung, aspek-aspek yang perlu > dipertimbangkan, skema kerjasama, dan lain-lain. > Untuk para sesepuh/suhu dan pendekar lainnya yang menjadi bangsawan, mohon > petunjuk tentang hal-hal penting yang menjadi poin penilaian para bangsawan > dalam berinvestasi. > Terimakasih > Wss. > Salam hormat > Panpan > > "Sudah saatnya perencana tidak hanya bisa merencana, tetapi juga mampu > menjual rencananya, hehe..." > Lebih aman saat online. Upgrade ke Internet Explorer 8 baru dan lebih cepat yang dioptimalkan untuk Yahoo! agar Anda merasa lebih aman. Gratis. Dapatkan IE8 di sini! http://downloads.yahoo.com/id/internetexplorer/

