Sungguh sangat memprihatinkan banjir yang menimpa Kabupaten Kerawang. Selama ini daerah ini mendapat manfaat positif dari pembendungan sungai Citarum. Daerah yang memperoleh manfaat ini sebenarnya cukup luas, bahkan air minum di Jakarta pun di suplai dari Jatiluhur melalui kali malang.
Tahun 2008 pernah ada banjir yang meliputi 7 kecamatan, namun tidak parah dengan kedalaman hingga 40 cm namun cukup merusak. Kali ini banjir sangat parah. Daerah yang selama ini bebas banjir ikut tertimpa musibah banjir. Jumlah rumah yang terendam tidak tanggung-tanggung, mencapai angka 22.500 rumah dengan kedalaman bervariasi hingga 3 meter. Banjir ini selain hujan yang luar biasa di daerah Kabupaten Bandung, juga antara lain disebabkan beralih fungsinya sawah-sawah produktif didaerah Cikarang, sehingga kebutuhan air irigasi untuk sawah-sawah ini sekarang tidak lagi dibutuhkan sehingga harus dibuang ke laut melalui saluran yang ada. Maka wajarlah jika banjir terjadi didaerah Kab Kerawang. Saya pikir cara yang terbaik untuk mengatasi ini selain menghijaukan kembali daerah tangkapan hujan adalah membuat saluran pembuangan tertutup menuju laut. Jika kita lihat di google map jarak lurus kelaut dari bibir bendung Jati Luhur hanya 50 km sementara beda ketinggian sekitar 60 m dari laut. Dengan cara ini atau menambah pompa sekalipun, maka jika Saguling, Cirata dan Jati Luhur tidak lagi mampu menampung air, air bisa dibuang dengan cepat tanpa membahayakan masyarakat di hilir sungai Citarum. Salam RM

